Gembala Anak domba mengembik lirih kala senja datang. Untuk kali pertama dia rasa kehidupan. Tak bersama sang induk yang tak tahu ke mana. Dan untuk kali pertama, sang gembala bersamanya. Giringlah dia ke tempat di mana anak domba beristirahat. Kenang dan mimpi menyerbu batinnya, pikirannya, emosinya. Ia mengembik kala tak bisa tidur, ibunya datang ke…
Category: Puisi
Puisi-puisi Thomas Elisa
KALENDER Aku memang serupa kalender di wajahmu Penuh dengan tanggal merah dan hitam Hari dan bulan musim serta hujan Yang penuh misteri untuk kauterka Terkadang aku menjadi nasib ganjilmu Di lain waktu aku adalah teka teki penuh nyeri Tapi tetaplah percaya Aku akan menjadi tanggal dan catatan Pertama dan terakhir bagimu Untuk mengaliri risaumu (Surakarta,…
Sajak Setelah Umur 30 Tahun
Setiap kereta datang, kukenang masa kecil. Bapak pulang di Kertapati, membawa sisa keringat di bajunya. Lalu malam demi malam bersama, setelah Maghrib berjamaah Ia mengajariku Hijaiyah. Di sana ada Tuhan, dan Ia berharap aku menemukannya, lalu menyimpannya baik-baik di dada. Sebelum kereta lain merampasnya, dan aku hanya bisa memberikan lambaian tangan paling sempurna. Lalu…
Puisi | Burung Kuwaw
Ia menghitung dari satu sampai enam puluh lima tetapi ibunya tak kunjung pulang ke rumah Ia memasang telinga sebaik-baiknya, agar langkah dari kejauhan dapat ia kenali sambil membayangkan sebatang tebu yang tinggi dengan rasa manis yang bikin liur tuhan menetes Namun, ia mulai menembang Hari demi hari, batang demi batang tebu yang dibawa Semua busuk…
Puisi-puisi An Naufil
Sebagai Sehelai Daun Sebagai sehelai daun hatiku terpaku cemburu pada sepasang merpati yang selalu memadu hati hingga senja menjemput mereka dengan sahaja Sebagai sehelai daun berusaha tegar adalah perisai paling dasar meski terik surya hina tak jarang memanggang jiwa Sebagai sehelai daun tubuhku kemarau dari segala pukau tempat bertumpu beribu debu masih adakah setetes embun…