Category Archives: Info Lomba Menulis

Lomba Cipta Puisi Krakatau Award 2019, Total Hadiah Rp15 Juta

Dinas Pariwisata Provinsi Lampung kembali memberi penghargaan karya sastra terbaik. Krakatau Award 2019 ini diberikan kepada karya puisi terbaik bagi penyair se-Indoenesia. Puisi yang masuk panitia akan dikurasi tiga juri yang ditunjuk dan memilki kapabilitas dalam perpuisian di Tanah Air.

Simak syarat dan ketentuannya:

  1. Peserta berkewarganegaan Indonesia, tanpa batas usia.
  2. Karya dikirimkan untuk diseleksi ke pos-el panitiakrakatauaward2017@gmail;.com dan cc. lambansatra@yahoo.co.id.
  3. Setiap peserta hanya dibolehkan mengirim 1 karya puisi
  4. Pengiriman dimulai 18 Maret dan ditutup pada 20 Juni 2019 pukul 00.00 WIB.
  5. Naskah diketik dengan font Time New Roman (point 12, Spasi 1.5, dan ukuran kertas A4/kuarto).
  6. Panjang puisi maksimal 4 (empat) halaman kertas A4/kuarto,
  7. Puisi menggunakan bahasa Indonesia.
  8. Puisi merupakan asli karya sendiri, bukan saduran atau karya plagiasi, Puisi belum pernah dipublikasikan atau diikutsertakan pada lomba serupa lainnya, Puisi yang dibuat tidak mengandung informasi, berita, fakta, dan pemikiran yang melanggar hukum, etika, dan SARA.
  9. Selanjutnya, peserta harus melengkapi biodata dan identitas diri sesuai Kartu Tanda Penduduk beserta Nomor HP dan alamat email, serta menyertakan biodata dan identitas diri di lembar terpisah dengan naskah puisi

Tema puisi yang dikirimkan adalah “Pariwisata dan Seni-Budaya Lampung”. Karya puisi harus mengacu pada kekayaan pariwisata dan senibudaya yang ada di Provinsi Lampung.

Lomba cipta puisi Krakatau Award 2019 memberi hadiah total Rp15 juta, untuk masing-masing juara 1 sd 3 sebesar Rp5 juta, Rp4 juta, dan Rp3 juta. Lalu harapan 1 sd 3 masing-masing Rp1 juta.

Selain itu, puisi-puisi pemenang ditambah 44 karya puisi nominasi akan dibukukan sebagai bagian dokumentasi. Buku pemenang ini akan dibagikan saat Festival Krakatau.

Traveling, Honor, dan Sejuta Ekspresi

Sepertinya, akhir tahun lalu, aku mulai rutin mengunggah konten di Youtube. Terlambat memang, bila mengingat Atta Halilintar yang entah siapa dia, sudah menjadi Youtuber dengan subscriber terbanyak se-Asia Tenggara.

Boro-boro menjadi profesional seperti dia, aku saja kesulitan punya alat perang sebagai vlogger. Modalku masih ponsel pribadi, yang beberapa bulan lalu jatuh dari kantong saat aku mengendarai motor.

Ponsel itu jatuh begitu saja seperti gerah dari sakuku, terpelanting beberapa jauh, dan nyaris terlindas mobil. Kuhentikan motorku, kupungut sambil memperhatikan kondisi lalu lintas, dan ujung LCD-nya pecah. Akibatnya, di posisi itu fungsi touchscreennya sia-sia.

Aku butuh hape baru. Ya, itu yang muncul di pikiranku.

Ada satu brand yang bikin aku penasaran, mengiang-ngiang terus di benakku. Honor. Bolehlah kuartikan sebagai kehormatan.

Kemarin nih, Honor baru saja meluncurkan produk barunya yang kece, yakni Honor 10 Lite.

Kenapa kubilang kece?

Aku kutip saja penjelasannya:

Mengikuti jejak dari pendahulunya pada segi selfie di HONOR 9 Lite dan HONOR 10, HONOR 10 Lite mendorong batasan lebih jauh dalam segi selfie dengan menyematkan Kamera depan 24 MP. Kamera 24 MP adalah fitur utama Honor 10Lite, yang juga didukung oleh pengenalan AI 8 skenario dan beberapa opsi pencahayaan. Tidak hanya itu, kamera depan ini juga didukung oleh kompensasi eksposur teknologi fusi cahaya 4-in-1, yang membuat gambar selfie lebih detail, indah dan lebih jelas, baik diambil pada siang atau malam hari. Jika itu tidak cukup, HONOR 10 Lite juga didukung oleh pengenalan wajah 3D dan fungsi kecantikan AI yang memungkinkan perangkat untuk menyesuaikan efek kecantikan berdasarkan usia, jenis kelamin, dan warna kulit Anda.

Apa implikasinya?

Simpelnya begini, Gaes, ponsel ini tuh enak banget digunakan buat selfie. Buat nge-vlog, dengan kamera depan juga lebih asik, secara gambar yang dihasilkan akan lebih bagus.

Biasanya kamera depan itu performanya sangat tergantung pada cahaya. Kalau terang, kita juga terang. Tapi kalau cahayanya kurang, kerasa jeleknya (atau memang menampilkan wajah kita yang jelek sih). Nah, kalau Honor ini kayaknya punya beberapa opsi pencahayaan yang bisa mengatasi masalah dalam performa kamera terhadap cahaya.

Sebagai traveler nih, bukan cuma kamera dong yang jadi pertimbanganku. Faktor kedua adalah baterai.

HONOR 10 Lite mengadopsi baterai 3400 mAh. Artinya apa sih?

Ponsel itu tuh bisa digunakan buat 3G Call hingga 19 jam. Dan kalau cuma stand by ponsel ini bisa bertahan hingga 612 jam.

Jadi kalau traveling, Gaes, aktifkan internet hanya ketika diperlukan, buat menghemat baterai. Maksimalkan kamera buat ambil foto dan merekam video. Borosnya konsumsi baterai sebenarnya bukan cuma soal baterainya aja, tapi kondisi sinyal. Kamu tahu sendiri kalau lagi traveling, di tengah hutan, sinyal suka susah. Kalau dinyalain 3G nya, ya cepat habis baterainya. Apalagi kalau kita kunci di 4G dengan *#*#4636#*#*…. langsung deng habis itu baterai. Jadi bijak-bijaklah menggunakan ponselmu saat traveling, ya?

Presiden Honor Indonesia bilang:

“HONOR 10 Lite hadir untuk memanjakan mereka yang aktif, energik, percaya diri, dan ekspresif. Fitur kamera kami dengan teknologi pengenalan AI dan beberapa opsi pencahayaan akan memungkinkan Anda bermain dengan gambar selfie. Saat ini, ada banyak influencer media sosial termasuk vloggers, yang sangat bergantung pada kinerja smartphone mereka, apalagi kamera depan. HONOR 10 Lite akan membantu mereka dan Anda semua untuk mengeksplorasi kreativitas kami.”

Aku ya setuju dengan pernyataan beliau. Kayaknya, nanti kusisihkan gajiku buat bisa membeli Honor 10 Lite ini deh. Sudah nggak sabar rasanya buat memakai Honor 10 Lite buat bisa memfasilitasi penggambilan gambar.

Ya, target ga perlu jadi Atta Halilintar aja sih. Yang penting tahun ini, channel youtubeku bisa termonetisasi.

Sastra Kita dan Ia yang Mendapat Tiket Kelas Menulis Tempo

Bagaimana sastra kita? Bagaimana kamu menilai penulis muda kita?

Pertanyaan itu pernah diajukan Irwan Bajang dalam suatu kesempatan. Dengan disclaimer pengetahuanku yang terbatas, kujawab eksplorasi yang dilakukan kebanyakan penulis muda saat ini semata soal bentuk.

Menulis pada dasarnya hanyalah tentang dua hal. Pertama, apa yang mau kita tulis. Kedua, bagaimanakah cara menuliskannya.

Eksplorasi yang dilakukan kini kebanyakan tidak menemu gagasan baru. Itu-itu saja. Ketika bicara minority interest, yang dibicarakan adalah konflik-konflik populer pada bangsa ini.

Padahal banyak sekali gagasan, masalah yang jarang diangkat ke permukaan. Kemarjinalan saja punya banyak sisi. Kedung Darma Romansha termasuk yang mengagumkan dalam hal itu dengan novelnya.

Yang melakukan keduanya, gagasan dan bentuk, saya akan menyebut Eko Triono sebagai contoh. Dea Anugerah juga unik. Gunawan Tri Atmojo buat saya mengagumkan.

Tempo, dalam cara pandang saya, memiliki perhatian terhadap gagasan. Karena itu, ketika membaca tulisan teman-teman yang masuk, yang jumlahnya mencapai 50 judul, saya mencari pemahaman penulis terhadap gagasannya. Penulis memiliki visi yang tajam terhadap gagasan tersebut. Gagasan itu pun sangat patut diangkat untuk lebih banyak dibaca orang lain. Bukan sesuatu yang klise yang selama ini diulang-ulang banyak orang.

Suara penulis yang teredam, tapi dapat kita rasakan kekuatannya itu kutemukan dalam diri Saifullah S. Penulis dari Aceh itu dengan Lingkaran Merah di Almanak memiliki gagasan yang pedih dan serasa ada yang mencengkeram batin saya tatkala selesai membacanya.

Okelah, ada kelemahan cara menulis di sana-sini. Beberapa penulis lain lebih akrobatik, bergaya dalam tulisannya.

Namun, gagasan sekuat itu sungguh, membuat saya takjub.

Selamat buat kamu. Silakan tunggu tiket kelas menulisnya. Mohon komitmen untuk ikut kelasnya.

Terima kasih banyak buat teman-teman yang sudah mengirimkan cerpennya ke saya untuk mengikuti Lomba Menulis Cerpen Berhadiah Kelas Menulis Tempo bersama Leila S. Chudori. Selamat berjumpa lagi.

 

Lomba Menulis Artikel Groovy

Buat kamu yang hobi menulis artikel, berikut ada lomba menulis artikel terbaru dari Groovy.

Sebagai penyedia layanan tv kabel dan internet, Groovy mengadakan lomba dengan syarat sebagai berikut:

  1. Tulislah sebuah artikel di blog masing-masing (boleh platform apa saja, baik di Kompasiana, Medium, Blogspot, WordPress, dll) dengan tema LAYANAN TV KABEL DAN INTERNET.
  2. Panjang tulisan minimal 500 kata.
  3. Artikel tersebut ditautkan/hyperlink/mengandung link https://groovy.id/
  4. Tulisan tersebut harus memiliki frasa “layanan tv kabel dan internet”.
  5. Selain itu, tulisan juga harus mengandung kata-kata wajib, yakni: “layanan tv kabel”, “paket internet”, “provider internet”, “internet di rumah”, dan “akses internet.”
  6. Periode mulai 19 Februari 2019 – 18 Maret 2019.
  7. Setelah tulisan kamu terbitkan, kirimkan link tulisanmu (DM) ke instagram @groovyid atau via surel ke widada@andalworks.com
    atau pringadiasurya@gmail.com

Lomba Artikel Groovy


Contoh tulisan bisa dilihat di

Paket TV Kabel dan Internet (Cara Memilih Paket yang Terbaik)


Total hadiah yang akan dibagikan adalah senilai Rp1.500.000,00

Juara I Rp500.000,00, Juara II Rp300.000,00, Juara III Rp200.000,00, dan 5 orang nominee masing-masing mendapatkan goodie bag.

Kami tunggu keikutsertaanmu!

 

Lomba Cerpen Berhadiah Kelas Menulis Gratis Tempo Institute

Kelas Menulis Fiksi Leila S. Chudori

Mau ikutan kelas menulis fiksi Tempo Institute bersama Leila S.Chudori? Aku akan bagikan 1 kursi secara cuma-cuma (GRATIS) kelas menulis yang bernilai 4 juta rupiah tersebut. Caranya mudah banget lho:

  1. Kamu berkomitmen, jika terpilih, benar-benar akan mengikuti kelas menulis tersebut.
  2. Kelas menulis fiksi tersebut akan diselenggarakan selama 5 hari, yakni setiap Kamis, pada 21 dan 28 Maret, 04, 11, dan 18 April 2019 pukul 16.00-19.00 WIB di Tempo Institute, Jakarta.
  3. Share/bagikan pengumuman lomba ini di medsosmu. Dan kalau punya instagram bolehlah follow @pringadisurya.
  4. Cukup tulis di kolom komentar blog ini, link cerpen yang pernah kamu posting di blogmu, beserta alamat email agar bisa dihubungi jika terpilih. Cerpen bisa cerpen lama atau cerpen baru.
  5. Keikutsertaanmu akan kutunggu hingga 25 Februari 2019.
  6. Pengumuman peserta yang terpilih akan diumumkan pada 28 Februari 2019 bakda Maghrib.

Selengkapnya tentang Kelas Menulis Fiksi bersama Leila S. Chudori bisa disimak di https://kelas.tempo-institute.org/course/detail/Menulis-Fiksi-bersama-Leila-S.Chudori


Di kelas TEMPO Institute, peserta akan belajar menulis cerita pendek bersama Leila S Chudori, wartawan TEMPO, sekaligus penulis novel “Pulang”. Mulai dari hal-hal yang dibutuhkan untuk menulis sebuah karya yang baik, kiat menulis cerita pendek, Peserta akan belajar bagaimana membuat Drama Tiga Babak, membuat Karakter, praktik langsung belajar tentang Deskripsi, dan membuat Intro yang menarik.


Kutunggu ya partisipasimu. Pasti seru banget lho kelasnya.

Sayembara Novel Basabasi 2019 Berhadiah Total Puluhan Juta

Sayembara novel Basabasi

Ketentuan umum:

  • Naskah belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun;
  • Naskah tidak sedang diikutkan dalam lomba lain;
  • Naskah merupakan karya asli, bukan saduran atau jiplakan;
  • Hanya diperbolehkan mengirim satu naskah;
  • Naskah ketiga juara dan para nomine akan kami terbitkan dengan sistem royalti (terpisah dari ketentuan lomba ini);
  • Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu-gugat;
  • Dewan Juri tidak melayani tanya-jawab terkait proses penjurian;
  • Periode penerimaan naskah: 10 januari – 30 April 2019;
  • Periode penjurian: 1 Mei – 31 Juli 2019;
  • Pengumuman pemenang: Agustus 2019

Ketentuan khusus:

  • Panjang naskah 30.000 – 35.000 kata (halaman A4, spasi 1,5, Times New Roman ukuran 12)
  • Tema bebas;
  • Unsur kesegaran dalam tema maupun gaya bercerita akan menjadi nilai tambah;
  • Tidak perlu mencantumkan nama penulis dalam naskah;
  • Lampirkan biodata penulis dan sinopsis secara terpisah dari naskah;
  • Satu salin naskah cetak dikirim ke:

Penerbit Basabasi

Jln. Malabar no. 16, Sorowajan Baru

Banguntapan, Bantul

081316320671

  • Satu salin naskah digital dikirim ke sayembaranovel@gmail.com dengan format subjek: Nama Penulis – Judul Naskah

Hadiah:

  • Juara pertama: Rp20.000.000
  • Juara kedua: Rp15.000.000
  • Juara ketiga: Rp10.000.000
  • Nomine: Rp2.000.000

Dewan Juri:

  • Joni Ariadinata
  • Agus Noor
  • Mahfud Ikhwan
  • Tia Setiadi
  • Faisal Oddang
  • Reza Nufa