All posts by Pringadi As

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di KPPN Sumbawa Besar. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini baru saja memenangkan Treasury Writer Festival 2013, sebuah apresiasi yang diberikan oleh Ditjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan kepada para pegawainya yang berkecimpung dalam kepenulisan. Juga menjadi salah satu pengelola http://www.perbendaharaankata.com yang menjadi wadah literasi Ditjen Perbendaharaan ke depannya.

Kompetisi Menulis Cerpen #SobatIndomaret Berhadiah Jutaan Rupiah!

Kompetisi Menulis Cerpen #SobatIndomaret Berhadiah Jutaan Rupiah!

Hi, Storialis!

Kamu masih belum bosan dengan kompetisi bulanan yang diadakan Storial, kan?

Setelah berhasil mengadakan kompetisi dengan berbagai temagenre dan format tulisan setiap bulannya, kali ini bersama Indomaret, Storial mengadakan kompetisi menulis cerpen dengan tema persahabatan dan menjadikan Indomaret sebagai salah satu latar dalam cerpen tersebut, lewat kompetisi menulis cerpen #SobatIndomaret.



Buat kamu yang senang menulis cerpen, kompetisi ini cocok untukmu.

Sudah siap untuk mulai menulis?

Yuk, simak syarat dan ketentuan kompetisi menulis cerpen #SobatIndomaret. Yuklah


Syarat utama kompetisi:

  1. Wajib follow media sosial Storial Twitter Instagram Facebook dan Indomaret Twitter Instagram Facebook
  2. Melakukan transaksi senilai minimal Rp25.000 untuk pembelian apa saja di Indomaret dalam satu struk
  3. Mengirimkan foto struk pembelian tersebut lewat DM Instagram/Twitter/Facebook @storialco atau e-mail ke contact@storial.co dengan subjek “Pendaftaran Kompetisi Cerpen #SobatIndomaret” dan hal-hal berikut: nama lengkap/pena, media sosial, serta kalimat berikut “Foto struk ini saya kirimkan untuk mengikuti kompetisi #SobatIndomaret 2019 yang diadakan oleh Storial dan Indomaret sebagai tanda pendaftaran untuk satu cerpen. Apabila mengikutsertakan lebih dari satu cerpen, maka harus mengirimkan struk berbeda. Pesanmu akan dibalas dalam waktu 1×24 jam
  4. Repost/re-share e-flyer lomba #SobatIndomaret di akun media sosialmu. Cantumkan username akun Storial milikmu di kolom caption Instagram, tweet atau postingan Facebook. Jangan lupa untuk tag/mention @storialco dan @indomaret
  5. Upload cerpenmu ke Storial lewat website atau aplikasi Storial

Ketentuan menulis:

  1. Panjang cerpen minimal 3.000 kata
  2. Menggunakan kategori Cerita Pendek
  3. Bahasa utama yang digunakan adalah Bahasa Indonesia
  4. Menggunakan tema persahabatan dan menggunakan Indomaret sebagai salah satu latar di dalam cerita
  5. Cerpen kamu harus bersifat orisinal dan tidak terikat dengan pihak mana pun
  6. Apabila kamu memiliki cerpen yang sedang ditulis di Storial dan sesuai tema ini, kamu boleh mendaftarkannya ke dalam kompetisi ini dengan latar cerita yang disesuaikan
  7. Jika pernah diikutsertakan dalam kompetisi di platform lain dan tidak menang, cerpen kamu bisa dimasukkan ke kompetisi ini dengan syarat harus dihapus dari platform sebelumnya
  8. Cerpen yang kamu tulis untuk kompetisi Storial sebelumnya dan tidak menang atau belum selesai, bisa diikutsertakan dalam kompetisi ini
  9. Tulis di kolom deskripsi bukumu hal-hal berikut ini: nama lengkap/pena, media sosial, serta kalimat berikut “Cerpen ini ditulis dalam rangka mengikuti kompetisi #SobatIndomaret 2019 yang diadakan oleh Storial dan Indomaret
  10. Menggunakan kata kunci/label: “SobatIndomaret”, “StorialxIndomaret”, dan judul cerpen kamu (penulisan kata kunci/label tanpa tanda petik dan tanpa spasi)
  11. Deadline kompetisi 31 Desember 2019 pukul 23.59 WIB
  12. Naskah para pemenang wajib tetap berada di website dan aplikasi Storial selama satu tahun sejak pengumuman pemenang

Promosi:

Setelah mengunggah cerpen ke website dan aplikasi Storial, peserta wajib melakukan promosi melalui media sosial masing-masing dengan menyertakan kutipan atau link tulisan.

  1. Media promosi: Twitter, Instagram, Facebook (boleh pilih salah satu)
  2. Hashtags#SobatIndomaret #StorialxIndomaret #CeritainAja 
  3. Mention/tag: akun media sosial Storial dan Indomaret

Pemenang dan Hadiah:

Tim juri akan memilih tiga orang pemenang yang akan diumumkan pada hari Kamis tanggal 30 Januari 2020. Masing-masing pemenang akan mendapatkan hadiah dengan kategori sebagai berikut:



 

Juara I: 2.500.000

Juara II: Rp1.500.000

Juara III: Rp1.000.000


FAQ:

Q: Apakah kompetisi ini gratis?

A: Kamu harus melakukan pembelian di Indomaret dan mengirimkan bukti foto pembelian lewat DM ke medsos Storial atau e-mail dengan nominal pembelian minimal Rp25.000. Jadi, kompetisi ini berbayar.

 

Q: Bagaimana cara mendaftar?

A: Kunjungi halaman kompetisi lewat situs Storial dan klik tombol “Daftar Kompetisi” pada di halaman kompetisi. Atau saksikan tutorial cara ikut kompetisi di sini: bit.ly/caraikutkompetisistorial.

 

Q: Kemana saya harus mengirimkan cerpen #SobatIndomaret?

A: Tulis cerpenmu secara online di situs Storial dengan menekan tombol “Daftar Kompetisi” di halaman berikut: bit.ly/caraikutkompetisistorial.

 

Q: Saya hanya punya Twitter, apa saya tidak bisa ikutan kompetisi?

A: Jika kamu hanya memiliki satu akun media sosial yang aktif, silakan follow salah satu akun media sosial yang kami cantumkan di atas.

 

Q: Bagaimana untuk tahu saya sudah terdaftar di kompetisi #SobatIndomaret?

A: Judul ceritamu akan muncul di halaman kompetisi #SobatIndomaret. Karena itu, kamu harus menekan tombol “Daftar Kompetisi” di halaman berikut: bit.ly/caraikutkompetisistorial.

 

Q: Saya terlanjur langsung membuat buku baru, tanpa menekan tombol “Daftar Kompetisi” apakah saya tidak terdaftar?

A: Selama bukumu menggunakan kata kunci/label yang tepat, bukumu tetap akan terdaftar.

 

Q: Apakah hanya boleh ditulis lewat website?

A: Kamu juga bisa menulis lewat aplikasi Storial, dengan menekan banner kompetisi #SobatIndomaret.

 

Q: Apakah saya harus mengirimkan struk pembelian di Indomaret dengan nominal pembelian di awal sebelum mulai menulis? Bolehkah saya mengirimkan struk pembelian setelah saya membuat buku baru di Storial?

A: Kamu boleh mengirimkan struk pembelian dengan nominal yang disebutkan si syarat utama kompetisi selama periode kompetisi, yaitu 2-31 Desember 2019.

 

Q: Bagaimana jika saya lupa mengirimkan struk pembelian di Indomaret setelah periode menulis selesai?

A: Maka bukumu tidak akan terdaftar di kompetisi #SobatIndomaret.

 

Q: Apakah cerpen ini harus berstatus selesai?

A: Benar. Silakan ubah status bukumu ketika naskah sudah selesai kamu tulis.

 

Q: Bagaimana cara menulis label?

A: Jika kamu menulis label langsung ke situs Storial, pisahkan setiap label dengan spasi. Jika kamu menulis label lewat aplikasi Storial, pisahkan label dengan koma.

 

Q: Naskah cerpen #SobatIndomaret saya tidak ada di halaman profil, apakah naskah saya terhapus?

A: Kemungkinan besar kamu tidak mengaktifkan tombol publikasi ketika menyimpan data. Silakan akses dan temukan naskah cerpenmu di halaman “Pengaturan Cerita” (website browser) atau di “Kelola Cerita” (aplikasi Storial).

 

Q: Apakah saya boleh mengirimkan lebih dari 1 naskah cerpen untuk #SobatIndomaret?

A: Boleh. Namun, struk pembelian dengan nominal yang jadi syarat utama kompetisi ini harus berbeda. Jika kamu mengunggah 2 cerpen, makan harus ada 2 struk pembelian di Indomaret yang dikirimkan.

 

Q: Apakah harus ada cover?

A: Harus.

 

Q: Bagaimana cara repost e-flyer?

A: Silakan gunakan aplikasi untuk melakukan repost yang disediakan oleh provider smartphone yang kamu gunakan.

 

Q: Apakah saya boleh menggunakan fitur kolaborasi untuk kompetisi cerpen #SobatIndomaret?

A: Tidak boleh.

 



Gimana?

Punya cerita unik, seru dan yang tak terlupakan di Indomaret?

#CeritainAja lewat kompetisi #SobatIndomaret di Storial atau klik link berikut: bit.ly/storialkompetisi.

 

Rubrik Puisi | PUISI-PUISI DAFFA RANDAI

 

KEMBANG DADAR

di puncak kekalahan, bersama tujuh penggawa
kuturuni bidar menuju hulu dengan menjelma
tukang sayur yang berdagang di rusuk istana.

tanpa gaun dan perca keputrian, aku membaur
di tengah kerumun rakyat, menyelidik dari jauh
memantik siasat agar kau terjebak.

“pinang dan jajahilah tubuhku segera, paduka.”
biar lekas kuwartakan pesta kawin ke hilir
dan sanggup kupecah tubuh supaya adil.

2019 Continue reading Rubrik Puisi | PUISI-PUISI DAFFA RANDAI

Cara Memilih Jasa Sewa Mobil Pick Up

 

Sebelum pindah dari Bandung ke Bogor, aku sempat mengontrak rumah di Permata Depok. Sembari menunggu rumah selesai dibangun, aku tinggal di sana, meski pada akhirnya berkonflik dengan yang punya rumah. Pasalnya, sejak tahu bahwa rumahku sudah jadi di bulan ke-4, ia seringkali bertanya kapan pindah. Padahal, masa sewaku 6 bulan.

Kejadian tidak mengenakkan datang ketika pada suatu siang ada orang datang bertanya, ingin mengontrak rumah. Katanya, rumah tersebut sudah diiklankan untuk dikontrakkan kembali. Kami pun pelan-pelan mulai pindahan. Jaraknya sih tidak terlalu jauh, hanya sekitar 8 km. Meski sudah masuk Kab. Bogor, rumah baruku masih di perbatasan dengan Depok.



Beberapa barang yang harus dibawa yaitu mesin cuci, kulkas, dan televisi. Tentu untuk membawanya aku perlu minimal sewa mobil pick up. Namun, saat itu aku tak punya kontak sewa mobil pick up Depok. Continue reading Cara Memilih Jasa Sewa Mobil Pick Up

Berkemah di Ai Loang

Masyarakat Sumbawa sudah pasti mengenal Ai Loang. Ai Loang dulunya disebut Pantai Lamona. Letaknya di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Saya pun sudah beberapa kali mengunjungi pantai ini selama berada di Sumbawa. Namun, yang jarang orang alami adalah berkemah di Ai Loang.



Waktu itu, kami mendapat kepala kantor baru. Namanya Pak Wahyu, yang menggantikan Pak Badrus. Beliau datang ke KPPN Sumbawa Besar terlebih dahulu. Keluarganya menyusul belakangan. Di saat kesendiriannya itulah, beliau sering banget berbaur dengan pelaksananya, jalan-jalan, dan bahkan mengajak kami berkemah. Tentu saja, aku yang saat itu juga sendirian, senang bukan kepalang. Itu akan jadi kemah pertamaku.

samawa sea side Continue reading Berkemah di Ai Loang

Cerpen Rifat Khan | Empat Kisah Tentang Kematian Penulis

SATU

Eliana bilang, “Alan Hamsah adalah seorang penulis gagal, paling tidak bagi istrinya. Sejak duduk di bangku sekolah menengah Ia menyukai pekerjaan mengutak-atik keyboard itu. Setiap dapat ide, Ia mengurung diri di kamar. Hanya keluar sesekali jika ingin buang air atau makan. Ibadah saja Ia lupa. Beberapa tulisannya akhirnya mangkal di media. Ia senang dan sering melompat-lompat di atas ranjangnya, jika dapat balasan dari redaktur yang akan memuat tulisannya. Ia tak pernah kekurangan rokok, sering mangkal di cafe-cafe lumayan mewah. Namun sejak menikah, Ia seperti kurang bahagia” Eliana terdiam. Teh di meja Ia seruput.

“Lanjutkan ceritamu.. ” Aku berucap. Sebab aku hendak mencari ide juga untuk bahan tulisanku. Aku memesan satu gelas kopi arabic lagi. Si pelayan berambut kriting itu ngangguk-ngangguk mendengar pesananku. Sesaat Ia pamit untuk menyiapkannya.

“Uang hasil tulisan hanya cukup untuk makan. Istrinya kadang pengen ke mall, kadang pengen ke pantai. Tak ada uang lebih, kata Alan Hamsah. Istrinya cemberut. Sering banting piring, sering tak melayani kebutuhannya kala malam. Alan Hamsah semakin banyak diam. Tulisannya tak lagi terlihat di media mana pun” Ada nada berat dari suara Eliana. Ia menatapku. Pelayan tadi datang membawa pesanan. Ia tersenyum. Continue reading Cerpen Rifat Khan | Empat Kisah Tentang Kematian Penulis

Review Buku A Little Book About You | Dalam Dekapan Elvira

Dari catatan sebelumnya, aku sedikit banyak memberi catatan pada Instapoet. Kali ini, aku diberi kesempatan untuk membaca sebuah buku yang punya napas serupa dengan Instapoet.

Penulisnya Elvira. Kami berteman di Instagram. Pada suatu waktu, ia mengirimkan pesan, apakah aku berkenan membaca buku yang bukan genre-ku. Tentu saja, aku omnivora. Pemakan segala. Pembaca segala. Aku menerima dengan senang hati bukunya.

Namun, waktu berlalu. Kukira dia lupa mengirimkannya. Atau memang tak jadi. Sampai beberapa hari lalu, aku diberi sebuah buku oleh satpam. Katanya terselip sudah lama. Untukku. Dari Elvira.

Dalam kesempatan saat aku berbincang di UNSIKA, kukatakan bahwasanya masa depan sastra adalah kerja kolaboratif. Sebenarnya, apa pun bentuk seninya, ia butuh kerja bersama dengan bentuk seni yang lain. Tulisan pun demikian. Akan lebih baik jika di sana ada kerja kolaboratif dengan seni grafis. Sebuah puisi dialihmediakan menjadi lagu. Atau bentuk kerja kolaboratif lainnya. Sapardi Djoko sendiri mengakui bahwa keabadian puisinya tidak bisa terlepas dari banyaknya orang yang melagukan puisinya tersebut.

A Little Book About You

Dalam konteks Elvira, aku sumringah karena bukunya tidak sekadar teks, tetapi penuh dengan ilustrasi berwarna. Cantik sekali (seperti orangnya, hmm….).

Beberapa bagian aku sangat suka dari buku ini:

Kau hanya bisa
menangkap cinta
yang memang
ditakdirkan jatuh
untukmu.


Sebab, aku tahu, sebagian
besar orang hanya memiliki
tulang punggungnya sendiri
untuk bersandar.


aku tidak berharap rindu,
tapi berharap temu.


Cinta tak akan pernah
sampai hati menuntut sebuah
kesempurnaan.


Di dalam epilognya, Elvira mengungkapkan bahwa bukunya yang berkonsep puisi dan kutipan yang disandingkan dengan ilustrasi berwarna ini adalah proyek idealisnya. Hanya saja, jika ditanyakan padaku, aku membaca A Little Book About You justru bukan sebagai puisi, melainkan prosa.

Aku teringat sebuah buku ketika aku masih muda. Judulnya Surat Cinta untuk Sang Aktivis. Penulisnya Musafir Hayat.

Buku itu berisi prosa dengan narasi yang memukau. Manis. Romantis. Dari sudut pandang seorang pria.

Elvira aku pikir punya napas dan kekuatan yang sama dengan Musafir Hayat. Kalimat-kalimat Elvira sangat manis. Ia jujur terlepas dari sangkar katanya, tanpa pretensi apa pun. Aku seolah melihat gadis muda, yang memang benar-benar mewakili sosok Elvira (kalau kau sudah lihat foto orangnya) mengucapkan kata demi kata. Lembut. Dalam.

Hanya saja untuk dikatakan sebagai sebuah puisi dalam terminologi sastra, ia masih terlalu cair. Karena itulah aku masih menyebutnya sebagai prosa.


Namun, itu bukanlah sebuah kesalahan. Itu hanyalah satu jejak dalam kepenulisan Elvira. Ketulusan Elvira dalam tulisan-tulisannya yang begitu terasa adalah kekuatan dia. Aku pikir pembaca-pembacanya adalah pembaca yang setia, yang tak sudi meninggalkan Elvira karena ketulusan dalam kata-katanya itu.

Hanya jika Elvira terus menjejak dalam kepenulisan, aku ingin memberi satu saran. Semakin menjauhlah dari klise, gunakanlah objek-objek yang hanya bisa kamu lihat, di sekitarmu. Aku yakin tidak akan sulit bagimu untuk memberi makna pada semua itu.

(2019)