Puisi-puisi Sutardji Calzoum Bachri

WALAU Walau penyair besar takkan sampai sebatas allah dulu pernah kuminta tuhan dalam diri sekarang tak kalau mati mungkin matiku bagai batu tamat bagai pasir tamat jiwa membumbung dalam baris sajak tujuh puncak membilang-bilang nyeri hari mengucap-ucap di butir pasir kutulis rindu rindu walau huruf habislah sudah alif bataku belum sebatas allah

Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji

GURINDAM DUA BELAS karya Raja Ali Haji Satu Ini Gurindam pasal yang pertama: Barang siapa tiada memegang agama, Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama. Barang siapa mengenal yang empat, Maka ia itulah orang yang ma’rifat Barang siapa mengenal Allah, Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah. Barang siapa mengenal diri, Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri. Barang siapa…

Mengapa Saya Menulis Puisi?

Mengapa Saya Menulis Puisi berjudul asli 24 Pengakuan Subagio Sastrowardoyo, disarikan oleh Hasan Aspahani. “HASRAT akan kelanggengan itu juga yang mendorong saya menulis,” kata Subagio Sastrowardoyo dalam esainya “Mengapa Saya Menulis Sajak?”. Esai itu menyertai bukunya “Keroncong Motinggo” (Balai Pustaka, Cet. 1, 1985, Cet. 2 1992). Esai itu adalah terjemahan naskah ceramahnya dalam seminar pengarang-pengarang Ausralia, 6…

Puisi-puisi Muhammad Irsyad Hambali

Muhammad Irsyad Hambali lahir di Kediri, 11 Maret 2001 dan sekarang tinggal di Trenggalek. Tahun 2019, ia telah menyelesaikan jenjang pendidikan atas di MAN 2 Trenggalek. Hobi membaca, menulis, membuat puisi, cerpen dll. Ia pernah bergabung di QLC Trenggalek, QLC cabang Panggul, Studi Kerohanian Islam, Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan COMPETER (Komunitas Pena Terbang). Kegiatannya sekarang…

Puisi-puisi Wahyu Hidayat

Wahyu Hidayat merupakan penulis dari Lampung. Buku terbarunya yang terbit di tahun 2019 adalah Ozlemli Olum. Ia sering memenangkan lomba cipta puisi umum dan nasional. Saat ini ia masih berstatus sebagai mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO), Lampung. IG: Awiyazayan.

1 27 28 29 30 31 56