Tentang Toeti Heraty Toeti Heraty lahir di Bandung 27 November 1933. Meraih sarjana muda kedokteran dari Universitas Indonesia (1955), sarjana psikologi dari Universitas Indonesia (1962), sarjana filsafat dari Rijks Universiteit, Leiden (Belanda) dan doctor filsafat dari Universitas Indonesia (1979). Pernah menjabat sebagai Ketua Jurursan Filsafaat UI, Ketua Program Paskasrjana UI bidang studi filsafat, Rektor Institut…
Category: Puisi
Aku Tua & Aku Cinta Twice
Banyak penyair milenial, tapi puisi-puisimasih tentang angin dan hujan. PadahalK-Pop lebih mencengangkan. Lagu & tarianGadis-gadis muda diidolakan, dan di sanaKita saksikan hidup begitu mulus, begitusempurna: semuanya indah dan baik-baik saja. Setiap berdiri di depan kaca, aku yang tuaakan menyalakan Youtube. Kutonton grupTwice namanya. Wajah-wajah merekatak pernah menua. Senyum mengembang,lalu mereka berdendang, bergoyang. Cirit… cirit… cirit……
Puisi | Kepada Sapardi
Kepada Sapardi Hari ini saya memancing. Barangkali ada sebait puisi di kolam itu. Puisi yang gagal ditemukan oleh penyair lain. Tuhan dulu mengubahnya menjadi seekor ikan. Seekor ikan dengan insang, berenang. Bila bosan berenang, ia akan melompat dan terbang. Sebelum pindah ke kolam-kolam lain. Saya pernah lihat bayangan ikan itu di matamu. Matamu adalah sebuah…
Puisi Mahmoud Darwish (Terjemahan Saut Situmorang)
Berikut ini adalah puisi Mahmoud Darwish, diterjemahkan oleh Saut Situmorang. Keenam puisi di bawah ini diterjemahkan dari berbagai sumber terjemahan bahasa Inggris. Kartu Identitas Catat!Aku orang ArabDan nomor kartu identitasku limapuluh ribuAku punya delapan anakDan yang kesembilan akan lahir setelah musim panasApa kau akan marah? Catat!Aku orang ArabBekerja dengan sesamaku di sebuah tambang batuAku punya…
Puisi-puisi Palestina karya Kurnia Effendi
PERANG Inilah perang—seperti cerita keseharian—yangtak pernah diumumkanTelah habis halaman untuk menuliskan nama-nama: korban tak terjumlahkan Bayi-bayi dilahirkanDi bawah hujan abumesiu Disematkan pada mereka: Namayang selalu ingin mengelak sebagaisarang peluru Anak-anak dibesarkanpada lengkung tahun yang muramSeperti bendera yang dikibarkanHanya separuh gagah, di setengah tiangMelalui gambar rajahdi tangan yang kelak bersimbah darah Mereka belajar membaca petaYang tak…