Aku Cinta Twice

Aku Tua & Aku Cinta Twice

Banyak penyair milenial, tapi puisi-puisi
masih tentang angin dan hujan. Padahal
K-Pop lebih mencengangkan. Lagu & tarian
Gadis-gadis muda diidolakan, dan di sana
Kita saksikan hidup begitu mulus, begitu
sempurna: semuanya indah dan baik-baik saja.

Setiap berdiri di depan kaca, aku yang tua
akan menyalakan Youtube. Kutonton grup
Twice namanya. Wajah-wajah mereka
tak pernah menua. Senyum mengembang,
lalu mereka berdendang, bergoyang.

Cirit… cirit… cirit… aku tak tahu artinya
Tapi tampaknya menyenangkan.

Sejenak lupakan, negara pernah memaksa
rakyat antre sembako. Dan kini berwacana
kenakan pajak sembako.

Melihat lagi kulit-kulit cerah yang tak pernah
terbakar matahari. Mata indah, tak pernah merah
Menangis kehilangan tanah dan rumah.

Duh, aku tua & aku cinta Twice
Hidup sendiri dan mampu merasa puas.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *