Segala jenis bus katamu, pernah kaunaiki saat sekolah. Berdiri menunggu bus datang, kau mencari bus paling berisik. Musik kencang dan paling tak tahu aturan lalu lintas. Dengan begitu, akan cepat sampai ke rumah. Bila tidak, sampai ke surga. Kau menaiki bus ugal-ugalan itu. Segala jenis manusia brengsek dimuat di dalamnya. Dijejal-jejalkan. Perut-perut gendut berimpit. Tertekan….
Category: Puisi
Puisi Dhery Ane
Puisi-Puisi Dhery Ane menemani pembaca Catatan Pringadi kali ini. Berikut 4 puisi Dhery Ane. Baca Juga: Puisi-puisi Kriapur Seorang Koruptor Di ruang-ruang renyahgugur daun tiada menepiboleh saja kau curi, ribuan uang keringat kamitapi jangan, sehelai sajak di karangan ibu Sebab cinta ibu dibawa mati,dari hijau padang sabana fulan fehansapi-sapi meriang, bersulang hinggateluk laut taberek ikan-ikan…
Puisi Aslan Abidin
Lirisme Buah Apel yang Jatuh ke Bumi Pada suatu tengah malam, seusai menikmatigravitasi di atas tubuhmu, kita bercerita tentangnewton dan buah apel yang jatuh ke bumi.“Jangan tinggalkan aku, apalagi di bumi ini,”katamu dengan kerongkongan kering.tapi Tuhan adalah penguasaatas kemurungan dan keriangan. dan dengan selera humornyayang aneh, melerai cinta kita.inilah kemurungan itu kekasih, kau pergi bermil-mil…
Puisi Wing Kardjo Wangsaatmadja
Pernyataan Baris-baris yang kutuliskanialah gema dari segala cintakata-kata yang mengalirdari sayap-sayap penyair Baris-baris kepercayaan yang kami pelukialah kemerdekaan yang tak kenal taklukselalu siap membendung bencanamenyelamatkan jembatan kencanamenyelamatkan jembatan kencana Baris-baris kehormatan yang kami jagaialah kutukan harga manusiadi mana dusta dan mulut nerakatak punya hak menyebut-nyebut surga Sumber: Horison No.3 Thn. II, Maret 1967. Baca Dulu:…
Puisi Saini KM
Seorang Insinyur di Puncak Bukit “Ya. Sejuta jembatan akan melintasi sungai-sungaidan lembah ini. Tangan kita akan menyambungkanrel-rel kereta api dalam perut gunung. Langkah besiakan mempersingkat jarak antara mimpi dan kenyataan. Saatnya sudah tiba kita menantang matahariuntuk meletakkan petaruh yang penghabisanBahwa Masadepan adalah Esokhari, atau sejarahakan meninggalkan kita untuk selama-lamanya.” Demikian katamu, insinyur muda. Saya pun…