Mengenal Majas Alusi

Tahun 2009, aku menerbitkan buku kumpulan puisi berjudul ALUSI. Judul itu kuambil dari majas alusi. Majas alusi atau alusio adalah majas perbandingan yang menggunakan sesuatu untuk menyatakan sesuatu yang lain melalui kesamaan antar manusia, peristiwa, atau tempat yang sudah diketahui orang banyak, biasanya dalam legenda, pribahasa, atau sampiran yang sudah lazim diketahui dan digunakan masyarakat.

Menurut Keraf (2010, hlm. 141) majas alusi adalah gaya bahasa yang menciptakan acuan sebagai usaha untuk menyugestikan kesamaan antar orang, tempat, atau peristiwa. Senada dengan itu, Rusmanto (2003, hlm. 87) menjelaskan bahwa alusio adalah gaya bahasa yang menunjuk secara langsung kepada peristiwa, tokoh, tempat, Tujuan penunjukan langsung tersebut tentunya untuk memanfaatkan kemiripan atau korelasinya dalam mengungkapkan arti yang sebenarnya ingin diutarakan.

Pada dasarnya, majas alusi adalah tentang intertekstualitas. Artinya, untuk mencapai sebuah makna yang sama dengan penulisnya, pembaca juga harus tahu tentang teks yang diacunya. Sebagai contoh, kamu berkata, “Saya tidak menyetujui ide quixotic ini.” Quixotic yang dimaksud di sana berarti bodoh dan tidak praktis yang berasal dari “Don Quixote” Cervantes, sebuah kisah tentang seorang kesatria bodoh dan kesialannya. Jika, lawan bicaramu tidak membaca Don Quixote, dia tidak akan mencapai makna itu.

Secara umum, penggunaan ALUSI memungkinkan penulis atau penyair untuk menyederhanakan ide dan emosi yang kompleks. Pembaca memahami ide kompleks dengan membandingkan emosi penulis atau penyair dengan referensi yang diberikan oleh mereka. Lebih lanjut, misalnya referensi tentang Mitologi Yunani memberikan sentuhan seperti mimpi dan magis pada karya seni. Serupa dengan itu, alusi alkitabiah menarik bagi pembaca dengan latar belakang agama.

Contoh berbagai tokoh, legenda, pribahasa atau sampiran yang sudah lazim diketahui masyarakat adalah sebagai berikut:

JenisKemiripan AlusioMakna Sebenarnya
PribahasaLebih besar pasak daripada TiangLebih banyak upaya atau uang yang harus dikeluarkan daripada keunggulan atau keuntungan yang didapatkan.
Tokoh LegendaMalin KundangDurhaka kepada orang tua sendiri.
TokohBill GatesAhli komputer / Pengusaha berbasis teknologi informasi yang sukses di dunia / Pendiri Microsoft.
Legenda/CeritaBawang Merah dan Bawang PutihKisah ibu yang jahat terhadap Bawang Putih dan hanya selalu membela Bawang Merah.
Peristiwa SejarahTahun 98Terjadi krisis ekonomi, pergolakan reformasi Indonesia, tragedi kemanusiaan terhadap demonstran
TokohGilang RamadhanPenabuh Drum legendaris Indonesia
Tokoh LegendaSangkuriangLegenda mengenai seseorang yang berusaha membuat perahu dalam satu malam (sebelum terbit matahari).
Tokoh Cerpen/FilmDilanSeorang siswa SMA yang nakal namun tetap tahu batasan, setia kawan dan menghormati perempuan.
Relasi Cerpen/FilmDilan & Milea (Ya, tidak hanya tokohnya saja, namun relasi atau peristiwa umum juga dapat digunakan sebagai majas alusio).Pasangan dalam kisah romantis remaja dan pergolakan persahabatannya di sekolah.
FilmKeluarga CemaraKisah mengenai keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi (sederhana) namun tetap menerima, bahagia dan berhasil membangun keluarga yang baik.

Baca Juga: Perbedaan Satire dan Sarkasme

Dalam kalimat, contoh majas alusi di atas akan menjadi sebagai berikut:

  1. Kalau harganya ditawar terus-menerus seperti ini, daganganku lebih besar pasak daripada tiangnya.
  2. Turuti apa kata Ibumu nak, jangan sampai kamu khilaf seperti Malin Kundang.
  3. Melihat kesuksesan aplikasi Gojek, Sepertinya suatu saat nanti Nadiem Makarim akan menjadi Bill Gates
  4. Semenjak ibunya meninggal Ratih merasa ia adalah Bawang Putih, padahal ibu Tirinya sangat baik sekali.
  5. Dampak ekonomi dari Pandemi COVID-19 diperkirakan akan lebih buruk dari krisis ekonomi 98 jika kita tidak melaksanakan protokol kesehatan.
  6. Gilang Ramadhan akan bangga melihat aksi drummer cilik yang sempat viral di Youtube.
  7. Tugas berat seperti ini harus kuselesaikan sebelum besok pagi, memangnya Aku Sangkuriang?
  8. Senakal-nakalnya anak itu, pada akhirnya ia tetap menghormati Guru dan Orang tua seperti Dilan.
  9. Serasi sekali calon pengantin itu, bagaikan Dilan dan Milea.
  10. Kisah keluarga mahasiswa yang berhasil mendapatkan bidik misi di Universitas Indonesia itu bagaikan Keluarga Cemara.

Contoh di atas adalah contoh paling sederhana tentang majas alusi. Lebih lanjut, majas alusi bisa digunakan lebih canggih, tidak terbatas pada penyebutan langsung hal-hal yang sifatnya terkenal, tetapi bisa lebih mendetail. Ini juga yang kemudian kadangkala menyebabkan gap antara penulis dan pembaca. Ada perbedaan referensi yang jaub di antara keduanya.

Sebagai contoh, lirik dalam lagu My Heart Will Go On yang dinyanyikan oleh Celine Dion:

Once more you open the door
And you’re here in my heart
And my heart will go on and on

Kalau tidak menonton filmnya, kita tidak akan mampu menyelami makna saat pintu terbuka. Di sana ada alusi tentang adegan dalam film Titanic yang melibatkan emosi di antara Jack dan Rose. Itulah yang menjadi tujuan utama dari alusi untuk menyederhanakan ide yang kompleks tadi.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *