Puisi Pringadi Abdi di Pikiran Rakyat, 21 Oktober 2018

Jalanan Berlubang Setiap malam ia berdoa hujan turun tak lebih panjang dari segala drama Jalan-jalan telah berlubang seperti dada seseorang yang lama menunggu kepastian sebuah hubungan Air mata Tuhan turun bersimpati dan kanak-kanakNya terlahir kembali Sejatinya, ia tak begitu mencintai masa kanak-kanak, ia juga tak merasa begitu dicintai Tuhan. Memahami Dirimu aku terpaksa membantah, tak…

Membaca Palembang dari Mata Kedai Kuala

Seringkali saya bilang, setiap mengampu kelas menulis puisi, jika ingin belajar menulis puisi secara serius, setidaknya bacalah baik-baik karya 3 penyair: Amir Hamzah, Chairil Anwar, dan Goenawan Muhammad. Sederhananya, ketiga penyair tersebut memiliki gagasan yang begitu kuat. Amir Hamzah boleh dibilang sebagai penggagas puisi liris. Membaca Amir Hamzah bisa membuat kita peka bunyi, bunyi yang…

Puisi Pringadi Abdi di Solo Pos, 7 Oktober 2018

    Pulang   Hatiku bersamanya, tetapi pikiranku adalah yahudi terkutuk yang berjalan, tak sampai-sampai hingga malam demi malam hanya untuk sebuah gerhana penuh berwarna merah darah yang kemudian dikhianati mendung hanya seekor burung muda tersesat di langit, terbang, tak tahu pulang Hatiku bersamanya, tetapi pikiranku begitu muda, ingat pulang tapi tak punya tempat. Jatuh…

Puisi-Puisi Bill Knot, Terjemahan Pringadi Abdi

Puisi Sebuah layang-layang sebesar peta mengambang di atas daratan yang dilukiskan tetapi pada malam hari tidak ada yang melihat bagaimana jalan itu berujung sebagaimana seorang anak merasakan tangannya tertarik ke atas menghilang dalam penghormatan Pesan akulah sang pembawa pesan dikirimkan untuk menemukan si jenius di dalam semua orang di sini karena dialah penerima sejati atas…

Puisi: Pelajaran Pertama Menendang Bola

ia pernah menendang bola seolah-olah ia tendang dunia sejauh-jauhnya semua pemain akan mengejar dan memperebutkannya tapi terlanjur melambung terlalu tinggi tanpa pamit pada gravitasi   bola itu mendarat di surga setelah sukses melubangin ozon tuhan yang lama sendiri dan tersiksa memungutnya dan menyesal menciptakan kehidupan penuh oksimoron   bola itu, bola kecil itu, ia tunggu…

1 … 40 41 42 43 44 … 56