Ketakutan Setelah hampir sampai ke rumah, kita melepaskan sarung tangan udara dengan segera menjadi lapisan es di masing-masing tangan kita. Kau berkata, kau percaya aku akan bertahan dari semua siksaan demi anak-anak kita. Kau berkata, kau percaya aku punya keberanian. Aku bersandar di pintu dan menangis sejadi-jadinya. Air mataku membeku di pipiku dengan suara-suara…
Category: Puisi
Tak Mencintaimu Karena Cinta, Pablo Neruda
Tak Mencintaimu Karena Cinta Aku tidak mencintaimu kecuali karena aku mencintaimu; Aku berubah dari mencintai jadi tak mencintaimu, dari menantimu jadi tak menantimu. Hatiku berubah dari es menjadi api. Aku mencintaimu hanya karena dirimu satu-satunya yang kucintai; Aku teramat sangat membencimu, dan membencimu saat ini Berbelok ke arahmu, dan ukuran perubahab cintaku padamu…
Kepada Saudaraku, Cesar Vallejo
Saudaraku, hari ini aku duduk di bangku bata di rumah di tempat yang sama dirimu menciptakan kekosongan tak berdasar Aku mengingat kita biasa bermain pada jam-jam ini, dan Mama membelai kita: “Tetapi, para putraku…” Sekarang, aku pergi bersembunyi seperti sebelumnya, dari segala pelajaran malam, dam aku percaya dirimu tak akan membiarkanku menjauh. Melalui ruang…
Puisi-puisi Kriapur
KRIAPUR (1959-1987) Kriapur merupakan salah satu penyair berbakat Indonesia yang–sebagaimana Chairil Anwar–meninggal dalam usia muda. Dia masih 28 tahun ketika tewas dalam kecelakaan lalu lintas di daerah Batang, pada 17 Februari 1987. Berikut ini, puisi-puisi Kriapur, penyair kelahiran Solo, 6 Agustus 1959, yang bernama lengkap Kristianto Agus Purnomo. KUPAHAT MAYATKU DI AIR Kupahat mayat…
Puisi | Aceh dalam Pandangan
Bayangkan suatu pagi, langit dipenuhi ribuan jamur Pesawat-pesawat melintas, dekat dengan darat Televisi di ruangan jauh lebih gelisah dari hati Yang baru saja dikhianati Setetes darah tak akan menetes di bumi Aceh Tapi sejak itu kami mulai terbiasa Mendongeng tentang saudara kami yang hilang Kenangan saat makan kambing Pada sebuah sore yang kini binasa…