dimuat di Hari Puisi, 16 September 2018 Sup Kimlo dan Beberapa Hal Janggal Mengenai Ibu I. aku benci ibu ketika ia mulai berceramah, laki-laki harusnya tak pernah punya dada sambil menunjukkan dadanya yang gosong, ia mengajakku ke dapur, lalu mengajarkan caranya memeras kencur, menghaluskan andaliman, membedakan kunyit dan jahe, menciptakan air mata dari bawang bombai….
Category: Puisi
Tiga Puisi Pringadi Abdi di Serambi Indonesia
dimuat di Serambi Indonesia, 23 September 2018 MENATAP ACEH DARI BIBIRMU Bayangkan suatu pagi, langit dipenuhi ribuan jamur Pesawat-pesawat melintas, dekat dengan darat Televisi di ruangan jauh lebih gelisah dari hati Yang baru saja dikhianati Setetes darah tak akan menetes di bumi Aceh Tapi sejak itu kami mulai terbiasa Mendongeng tentang…
Puisi: Keheningan Kota
aku mencintai segala keheningan: tak ada klakson kendaraan, tak ada suara mesin menjerit-jerit mencari tuan, tak ada manusia bertanya-tanya tentang tuhan jalanan lengang, aku bisa berbaring di aspal dan mencoba mengingat nama-nama yang kuhapal segala kejadian dan waktu yang paradoksal orang-orang mati dan hilang akal disaat yang sama, kita bicara kebangkitan nasional aku tak ingin…
Puisi Pringadi Abdi Surya, dimuat dalam Antologi Dari Timur 2
Antologi Dari Timur 2 adalah buku yang dibuat dalam rangka menyambut Makassar International Writers Festival (MIWF) 2018, MIWF dan Gramedia Pustaka Utama mengundang seluruh alumni Emerging Writers untuk berpartisipasi dalam proyek buku antologi DARI TIMUR VOL. 2. Tiga puisi saya terpilih ikut serta dalam antologi ini. Bunuh Diri Ia ingin melepaskan hidupnya seperti seseorang…
Puisi | Kelahiran
saat kudengar dirimu lahir di awal musim gugur bintang terang bersinar di langit daundaun yang baru belajar mengenal mati mulai berserak tanpa sempat dikuburkan semua penginapan penuh dan kau berada berbeda di antara tumpukan jerami aku kemudian mengimanimu dalam keadaan yatim lenguhan seekor lembu tak mengingat turunnya salju tak mengenal jaket, selimut tebal dan api…