Tips Mendapatkan Beasiswa Ala PNS

Tidak seperti dulu, mencari beasiswa sekarang relatif lebih mudah. Keterbukaan informasi membuat setiap orang punya kesempatan yang sama untuk mendapatkan beasiswa, baik di dalam maupun di luar negeri. Termasuk juga bagi PNS. Ada banyak sekali peluang beasiswa dengan berbagai karakteristiknya. Berikut ini adalah tips mencari beasiswa ala PNS.

Sebelum kuungkap bagaimana tips mencari beasiswa ala PNS, perlu diketahui dulu, hal terpenting dari beasiswa adalah motifnya. Idealnya, orang melanjutkan pendidikan memang karena merasa butuh tahu, butuh update keilmuan yang sesuai dengan bidang keahliannya. Namun, bagi PNS, alasannya bisa beragam. Alasan karir menjadi pertimbangan yang tak kalah penting. 

Pegawai yang merupakan lulusan tugas belajar (mendapatkan beasiswa) lebih dihargai di dalam kesempatan kepangkatan. Keilmuannya dianggap lebih mumpuni sehingga ada semacam bentuk penghormatan tersendiri. 

Alasan lainnya adalah eskapisme. Mumpung tugas belajar, artinya bebas tugas sambil tetap digaji negara. Eskapisme ini juga berkaitan dengan penempatan wilayah kerja. Yang penempatannya jauh-jauh biasanya lebih semangat ikut seleksi beasiswa.

Aku pernah menjadikan alasan eskapisme ini sebagai motif menjadi mahasiswa tugas belajar. Bagi lulusan DIII STAN, kami punya kesempatan untuk mengikuti tes DIV STAN setelah 2 tahun bekerja. 

Saat itu aku penempatan di KPPN Sumbawa dan bergairah mengikuti tes, bersaing dengan sesama lulusan STAN dari berbagai generasi di Kementerian Keuangan. Hasilnya? Yak, baru pada kesempatan ketiga aku lulus tes dan kembali ke Jurangmangu untuk mengikuti perkuliahan. Begitu lulus, aku ditempatkan di kantor pusat.

Dua tahun setelah lulus barulah aku dibolehkan kembali mengikuti seleksi beasiswa S2. Saat itu kesempatan pertama datang dari Australian Award Scholarship (AAS). Sayangnya, aku tidak lulus. 

Kuliahnya masih online.

Baru awal tahun ini aku kembali mengikuti seleksi beasiswa, tetapi dalam negeri saja. Dari Bappenas. Alhamdulillah, saat ini aku sedang mengikuti perkuliahan di S2 Administrasi Publik Universitas Sriwijaya. Motifnya, jelas pulang kampung ke Palembang.

Baca Juga: Rasanya Kuliah Online Sebagai Awardee Beasiswa Bappenas

Lalu bagaimana tips mencari beasiswa ala PNS?

Pertama, pahami dulu karakteristik beasiswa yang kamu incar. Ada banyak pemberi beasiswa bagi PNS. Ada beasiswa internal Kementerian Keuangan itu sendiri. Ada juga penawaran dari instansi lain seperti Bappenas, Kemkominfo, Kemenpan, hingga yang paling populer adalah BLU bernama LPDP. Untuk pemberi beasiswa dari luar negeri, selain AAS, juga ada Chevening, dari Pemerintah Jepang, Korea Selatan, dll.

Tiap beasiswa punya karakteristik sendiri. Terutama yang jadi catatan adalah tentang fasilitas yang didapatkan (baca: uang saku). Sebab, beasiswa membuat pegawai berkurang jauh penghasilannya. Bagi yang punya cicilan harus berhitung dengan cermat juga agar gairah melanjutkan pendidikan tidak bikin tekor.

Kedua, bangun hubungan baik dengan atasan. Ada beberapa kasus, pegawai tidak bisa mendaftar beasiswa karena terganjal izin dan rekomendasi dari atasan. Makanya jadi pegawai itu harus sociable agar dipermudah oleh atasan dalam urusan pribadi. Kecuali sial ya, dapat atasan yang nyebelin.

Ketiga, lengkapi persyaratan. Karakteristik yang berbeda tadi juga berimplikasi pada persyaratan yang berbeda-beda. Penerusan surat ke instansi Pemerintah itu biasanya sangat mepet dengan deadline. Jadi jangan bersiap pas baru keluar surat. Sudah pahami dulu sebelum surat keluar. Misalnya TOEFL/IELTS itu harus disiapkan dengan matang. Sayang kan kalau nggak lulus. Tesnya mahal.

Untuk melakukan persiapan menghadapi tes TPA maupun TOEFL/IELTS, kamu bisa mengikuti les. English Academy by Ruang Guru misalnya, juga menawarkan program persiapan TOEFL. Programnya bernama TOEFL-iBT Complete Prep, Khusus untuk kamu yang ingin mempersiapkan diri mengikuti TOEFL iBT, dikemas dengan metode yang interaktif dan intensif dalam 26 pertemuan selama 2 bulan. Selain itu, di Ruang Guru juga ada latihan soal-soal TPA yang bisa melatih kamu, mengingat beberapa penyelenggara beasiswa menyaratkan TPA. Dapatkan aplikasinya di sini.

Keempat, doa ibu. Yang ini tidak perlu dijelaskan.

Baca Juga: Cerita tentang Jaket Kuning

Begitulah pengalaman saya. Pilihan jatuh ke Bappenas karena persyaratannya yang saya nilai tidak ribet. Saya tidak perlu keluar biaya untuk tes TPA dan TOEFL terlebih dahulu. Sebab, TPA dan TOEFL sudah jadi tahapan tes. Jadi sekalian saja saat tes itu saya mengerjakannya.

Doakan ya semoga kuliah saya lancar sampai akhir 2022 nih.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *