Review Film Space Sweepers

Space Sweepers, film yang dibintangi Song Joong Ki ini dengan segera menarik perhatianku karena ya pengen melihat aktingnya Song Joong Ki sih. Dan ternyata tidak mengecewakan. Aku pikir di sini SJK mampu memerankan karakternya dengan baik, tidak klemar-klemer, seperti saat memainkan serial drama Descendents of the Sun. Okelah, langsung aja ke review film Space Sweepers ini!

Baca Dulu: Review Film The White Tiger

Space Sweepers adalah film yang disutradarai Jo Sung Hee yang juga menyutadrai A Werewolf Boy pada tahun 2012 lalu. Film ini adalah film fiksi ilmiah yang mengisahkan kehidupan tahun 2092. Pada masa itu, bumi sudah hampir kehilangan daya dukung kehidupan sehingga manusia migrasi ke orbit di luar angkasa. Di sana dibangun UTS, semacam firdaus, yang menyuguhkan daya dukung kehidupan. Namun, hanya sedikit manusia yang punya hak itu. 90% manusia masih berada di bumi dan menantikan kematiannya.

Song Joong Ki sendiri memerankan Tae Ho, seorang pilot pesawat yang membersihkan sampah-sampah luar angkasa yang bisa berbahaya. Ia tergabung dalam Tim Victory bersama tiga temannya: Captain Jang, Tiger Park, dan sebuah robot.

Hidup mereka berat, kekurangan kas. Tae Ho sendiri sangat butuh uang untuk menemukan informasi änaknya”yang hilang keberadaannya saat terjadi ledakan. Lah, singkat cerita, saat mengecek sampah pesawat yang berhasil diambil di luar angkasa, Tae Ho menemukan seorang anak kecil di dalamnya. Anak itu diberitakan bukanlah manusia, melainkan robot yang membawa bom hidrogen yang meledakkan diri.

Lewat anak itu, ketegangan menuju konflik dimulai. Hal ini menyingkap tabir di balik penemu UTS dan rencana kehidupan baru di Mars. Pun masa lalu Tae Ho yang merupakan pilot jenius dari UTS yang kemudian didepak karena tidak ingin membunuh lagi. Captain Jang juga merupakan didikan dari UTS yang ingin membunuh Sullivan, sang penemu UTS.

Sudah cukup ding spoilernya. Enaknya nonton sendiri.

Sebagai film, Space Sweepers menarik sekali karena kita disuguhkan imajinasi tentang luar angkasa yang sebenarnya tidak begitu berbeda dengan film bertema luar angkasa lain. Bahwa pada suatu saat bumi akan kehilangan daya dukung kehidupan yang membuat manusia mencari tempat hidup yang lain.

Yang menarik ya ini film Korea dengan melibatkan multiras dan etnis di dalamnya dengan tetap menggunakan bahasa masing-masing. Manusia memakai alat yang berfungsi seperti konyaku penerjemah milik Doraemon. Diversitas disuguhkan dengan menarik, meski politik identitas bermain di dalamnya. Ya, apalagi kalau glorifikasi Korea Selatan… meski ini wajar dilakukan seperti halnya glorifikasi AS di film-film Holywood.

Dari segi plot, ada beberapa hal yang mengganjal. Segala hal tentang Sullivan sebenarnya mengganjal. Tidak ada penggambaran yang memadai tentang motivasi dan idealisme Sullivan yang menjadi alasan logis dalam setiap tindakannya. Untuk seseorang yang superkaya, berkuasa, tua, ketika ia keluar sendirian untuk mengejar rombongan Song Joong Ki saja buatku tidak masuk akal.

Namun ya di luar detail plot yang bisa kita perdebatkan, film ini enak buat ditonton. Aku kasih rating 8/10 deh. Aku baik soalnya.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

9 Comments

  1. Tadinya mau menonton drakor ini tapi urung, sebab temanya luar angkasa. Enggak tau kenapa masih skeptis sama film asia yang bahas luar angkasa, ragu bakal bagus hasilnya. Jadilah saya memilih menyelesaikan 16 episode The Uncanny Counter, drakor yang bahas antara pemburu roh dan roh jahat.

  2. Entah kenapa dgn pemilihan tahun 2092 mengapa tidak 2100 sekalian? Blm nonton film ini, cukup menarik dgn idenya ttg pembersih sampah luar angkasa mskipun blm tahu apakah akan menonton atau tidak walapun pemerannya song Jong kii yang justru aku lebih menanti perannya di drakor vincenzo yg katanya bakal tayang bulan feb ini (?)

    But anyway… Thx kk infonya:)

  3. Setelah baca ini, sebagai si gak terlalu addict sama drakor kok jd buru2 pgen nonton ya mba
    Kyknya seru

    1. Mbak siapa ya….
      kurang cowok apalagi namaku

  4. Sebenarnya bukan tipe film favorit sih yang berbau luar angkasa gini, tapi baca-baca reviewnya jadi bikin tertarik nonton space sweepers deh, soalnya udah beberapa kali muncul pas buka netflix hehe

  5. Udah nonton filmnya dan cukup menarik penuh dengan efek² serta view outer space & spaceship yang sophisticated. SJK aktingnya bagus disini. Yg jadi Kot Nim juga aktingnya keren. Masih terbayang excited wajahnya ketika berjualan tomat 🤭
    Beberapa hal kurang dalam digali seperti latar belakang Pak James Sullivan kenapa bisa tantrum gitu 😂 Selebihnya film ini cukup menghibur meskipun belum jadi favorit ☺️

  6. Kurang suka koreyaan, tapi ya nggak anti juga sih. Bebeb yang suka banget sama apapun tentang korea, bolehlah ini rekomendasinya buat nonton bareng dia kapan-kapan.

    Makasih share-nya, Mas Pri..

  7. Sejak trailer tayang, udah nggak sabar nonton film space sweepers inii, selain ada soo jong ki, ada kim tae ri: tokoh ikonik yamg aku lihat di film little forest.

    Sebenernya udah nonton duluan sebelum baca artkel ini, tapi gara-gara baca artikel ini aku baru sadar, kalau dipikir-pikir emang ada beberapa hal tentang sullivan yang sedikit kurang jelas mengenai informasi latar belakang hidupnya sehingga punya sosok yang rada mesterius dan jahat.

    Aku setuju rating film ini 8/10, selain cgi yang bagus buat film asia yang memadai, penokohan di film ini lumayan diceritakan dengan oke, kalau mau tutup mata tentang trend korea, film ini tetep worht it ditonton pecinta film fiksi sembari kumpul-kumpul sama keluarga dan temen dirumah atau kos aja 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *