Majas Litotes dan Hiperbola

Aku masih ingat saat belajar majas litotes dan hiperbola. Saat itu aku duduk di bangku SMP. Kami mendapatkan PR, mencari contoh majas litotes dan hiperbola, dua majas yang saling bertentangan makna.

Majas litotes adalah majas yang digunakan untuk merendah. Sedangkan majas hiperbola adalah majas yang melebih-lebihkan atau membesar-besarkan kenyataan yang sebenarnya. Sederhananya begitu.

Kalau mau pakai pendapat ahli, menurut Keraf (2010, hlm. 132) Majas lilotes ialah gaya bahas yang digunakan untuk menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri. Senada dengan Keraf, Pamungkas (2012, hlm. 136) mengungkapkan bahwa litotes merupakan gaya bahasa yang dipakai untuk menyatakan sesuatu lebih kecil dari kenyataan dari yang sebenarnya dengan maksud merendahkan diri.

Damayanti (2013, hlm. 51) menyatakan bahwa majas litotes adalah gaya bahasa berupa pernyataan yang bersifat mengecilkan kenyataan yang sebenarnya. Tarigan (2009, hlm. 58) mengatakan bahwa majas litotes adalah jenis gaya bahasa yang menyandung pernyataan yang dikurangi dari kenyataan yang sebenarnya, misalnya merendahkan diri.

Sedangkan untuk majas hiperbola, Keraf (2010, hlm. 135) mengemukakan bahwa majas hiperbola artinya semacam gaya bahasa yang mengandung suatu pernyataan yang berlebihan dengan membesar-besarkan suatu hal. Senada dengan pendapat tersebut, Nurgiyantoro (2005, hlm. 300) menyatakan bahwa hiperbola ialah gaya bahasa yang menekankan sesuatu yang dimaksud dengan cara penuturan yang sengaja dilebih-lebihkan.

Baca Juga: Majas Sinekdoke Pars Pro Toto dan Totem Pro Parte

Contoh Majas Litotes

Contoh 1

Janganlah sungkan untuk singgah di gubuk kami lagi.

Gubuk pada kalimat di atas bukanlah gubuk yang sebenarnya, melainkan perendahan dari rumah dan bisa jadi rumah yang cukup besar atau mewah.

Contoh 2

Biar Saya saja yang membayarnya, nilainya tak seberapa jika dibandingkan dengan jasa Anda.

Lototes pada kalimat ini menggunakan bandingan “jasa” atau bantuan tulus seseorang sebagai sesuatu yang jauh lebih berharga dari nilai ekonomi uang.

Contoh 3

Mohon maaf kami tidak dapat menyajikan apa-apa, hanya ada sedikit camilan dan minuman khas kampung kami.

Tentunya dengan ada camilan dan minuman saja sudah menyanggah pernyataan “tidak dapat menyajikan apa-apa”. Namun maksud dari ungkapan tersebut ialah merendah untuk memastikan kepada tamu bahwa penerima tamu peduli dan sangat menyambut kedatangannya.

Contoh 4

Semoga Anda berkenan dengan bantuan kecil titipan dari Maha Kuasa ini.

Sekecil apapun bantuan tetaplah hal yang tidak musah untuk diberikan, boleh dibilang tidak ada  bantuan yang kecil. Meskipun kuasa Tuhan yang memberikan hambanya rizki, orang yang memberi adalah yang melakukan upaya atau ikhtiarnya.

Contoh 5

Mark Zuckerberg berkata bahwa facebook adalah situs sederhana yang jumlah penggunanya masih kalah jauh dari kompetitor.

Betul bahwa facebook adalah situs sederhana, namun pengembangan dan perawatannya tidak sesederhana itu. Meskipun kenyataannya Facebook masih kalah jumlah pengujungnya jika dibandingkan dengan Google, facebook tetap menduduki peringkat tiga besar bahkan nomor satu untuk jenis situs media sosial.

Contoh 6

Apa yang kami lakukan hanyalah membangun jembatan agar generasi penerus bangsa dapat melanjutkan perjuangan ini.

Mengusahakan sesuatu untuk memperbaiki atau membangunnya agar dapat dilanjutkan oleh generasi penerus merupakan hal yang justru lebih sulit untuk dilakukan. “jembatan” itu hal kompleks yang justru lebih bernilai, namun seakan dikecilkan dalam kalimat di atas.

Contoh 7

Gelar juara ini bukanlah milik saya, tapi milik Indonesia.

Meskipun begitu orang yang meraih prestasilah yang berhasil menjadi juara, ia mengecilkan usaha dirinya untuk mengharumkan nama bangsa.

Contoh 8

Tempat favorit Saya adalah Rumah Tuhan, tempat di mana saya dapat menjadi lebih dekat dengan-Nya.

Sekecil apapun tempat ibadah (Rumah Tuhan) kemungkinan besar akan memiliki ukuran atau setidaknya arsitektur yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan rumah.

Contoh 9

Saya itu tidak pintar, hanya sedikit lebih banyak membaca saja dari yang lain.

Kalimat yang berpotensi menjadi “merendah untuk meninggi”. Sebaiknya jangan gunakan bandingan “yang lain” atau orang lain. Contoh yang baik: Saya tidak pintar, saya hanya sedikit lebih haus saja terhadap ilmu pengetahuan.

Contoh 10

Saya bukanlah figur publik, saya hanya sekedar mewakili perasaan orang banyak melalui lagu-lagu yang saya ciptakan.

Ketika karya yang diciptakan olehnya berhasil mewakili atau memberikan rasa keterkaitan pada orang banyak, maka otomatis ia telah menjadi figur publik, sehingga kalimat di atas termasuk kalimat merendah yang mengecilkan kenyataan.

Baca Juga: Teknik Menulis Anadiplosis

Contoh Majas Hiperbola

Contoh 1

Kita harus berterimakasih kepada para pahlawan yang telah membanjiri kemerdekaan ini lewat tumpah darahnya.

Penggunaan “tumpah darah” tidak harus seklise “negeriku adalah tumpah darahku” ungkapan tersebut juga dapat digunakan dengan varian penggunaan hiperbola seperti kalimat di atas.

Contoh 2

Kritik pedasnya tak berhenti menusuk-nusuk hatiku.

Hiperbola dapat diperbuas dengan cara menggunakan repetisi majemuk seperti pada kata “menusuk-nusuk” pada kalimat di atas.

Contoh 3

Hatiku meleleh ketika ia mengungkapkan perasaannya padaku.

Penggunaan ungkapan surealis seperti “hati yang meleleh” pada kalimat di atas akan membuat hiperbola menjadi dramatis. Tentunya hati tidak dapat meleleh, tapi sifat leleh dapat dipinjam untuk ungkapan majas hiperbola.

Contoh 4

Risma hanya tertunduk diam ketika amarah ayahnya menggelegar.

Tentunya amarah bukanlah suatu hal yang dapat mengeluarkan suara menggelegar, namun orang yang marah biasanya akan berbicara dengan nada yang lebih keras sehingga masih berhubungan dengan amarah. Lisannya yang menggelegar, bukan amarahnya (terdapat kombinasi majas hipalase pada contoh kalimat ini).

Contoh 5

Resesi ekonomi berpotensi untuk membuat harga kebutuhan pokok melambung tinggi.

Contoh di atas menggunakan keterkaitan harga yang akan meningkat nilainya.

Contoh 6

Pidato Pak Presiden membakar semangat para pemuda untuk tetap berjuang dalam masa yang sulit ini.

Hal yang sebetulnya negatif (sesuatu yang terbakar itu panas, sakit) dapat disulap menjadi sesuatu yang positif lewat majas hiperbola.

Contoh 7

Bagi saya sepak bola itu adalah segalanya.

Seberapa besar kecintaannya terhadap sepak bola, seseorang akan membutuhkan banyak hal lain pula dalam hidupnya, bukan hanya sepak bola saja.

Contoh 8

Hatinya sehitam arang, gunung kapur pun tak akan mampu mengubah warnanya.

Kalimat majemuk berupa penjelasan lebih lanjut dapat membuat hiperbola menjadi semakin kuat.

Contoh 9

Melihat senyumnya setiap hari akan membuatku diabetes.
Saking manisnya senyum yang ia lihat membuat “Aku” bagaikan mengonsumsi terlalu banyak gula sehingga meningkatkan kemungkinan terserang penyakit diabetes.

Contoh 10

Suaranya yang merdu berhasil mengiris-iris hatiku.

Tentunya hati pendengarnya tidak benar-benar teriris, ungkapan tersebut digunakan untuk mewakili hatinya yang telah berhasil tersentuh melalui suara penyanyi yang sangat ia sukai.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *