Teknik Membaca Puisi yang Baik

Membaca puisi membutuhkan teknik membaca puisi yang baik. Tanpa teknik yang membaca puisi yang baik, puisi dapat kelihatan maknanya. Apalagi di atas panggung, penting sekali bagi kita mempelajarinya. Nah, bagaimana sih teknik membaca puisi yang baik itu?

Hakikat Membaca Puisi

Membaca puisi adalah perbuatan menyampaikan hasil-hasil sastra (puisi) dengan bahasa lisan (Aftarudin, 1984: 24). Membaca puisi sering diartikan sama dengan deklamasi. Ya, meski secara praktik, ada yang menganggap keduanya berbeda, membaca puisi dan deklamasi mengacu pada satu pengertian yang sama, yakni mengomunikasikan puisi kepada para pendengarnya. Suharianto (dalam Mulyana, 1997:34) membatasi bahwa hakikat membaca puisi tidaklah berbeda dengan deklamasi, yaitu menyampaikan puisi kepada penikmatnya dengan setepat-tepatnya agar nilai-nilai puisi tersebut sesuai dengan maksud penyairnya.

Membaca merupakan salah satu dari empat komponen keterampilan berbahasa, yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Sebagai suatu keterampilan sebagaimana keterampilan lainnya, keterampilan membaca hanya akan dapat dicapai dengan baik jika disertai dengan upaya latihan yang sungguh-sungguh.Membaca juga dapat dikatakan sebagai proses melisankan lambang yang tertulis. Dari sudut linguistik membaca adalah proses penyandian dan pembacaan sandi. Pendapat lain membaca merupakan metode yang dipergunakan untuk berkomunikasi atau mengkomunikasikan makna yang terkandung pada lambang-lambang (Tarigan, 2008: 7-8).

Baca Juga: Diksi dalam Puisi

Penghayatan

Membaca adalah suatu proses memahami menginterpretasikan isi bacaan (Gani, 2014: 38) membaca bertujuan untuk dapat memahami gagasan pokok dan gagasan penjelas. Pemahaman terhadap isi bacaan akan memudahkan seseorang menarik suatu simpulan. Pada akhirnya simpulan yang diperoleh tersebut akan memudahkan pembaca menginformasikan kembali materi bacaannya. Begitu juga dalam hal membaca dan membacakan puisi. Membaca atau membacakan puisi adalah suatu kegiatan menjiwai puisi untuk selanjutnya dibacakan dengan kriteria-kriteria tertentu.

Bacalah berulang-ulang naskah puisi yang akan kamu bawakan. Carilah setiap kata yang sulit dari puisimu untuk diingat dan difasihkan. Puisi akan terasa energik apabila kamu dapat menghayati setiap isi puisi tersebut. Apabila kamu bisa memahami keseluruhan isi puisi,maka secara tidak langsung itu akan terbawa dengan suara yang keluar dari mulutmu dalam pembawaan puisi. Penghayatan yang bagus akan seolah-olah mengajak pendengar mengikuti cerita dari isi puisi. Misalnya puisi tentang kesedihan, maka penghayatannya juga sedih, begitu pula sebaliknya.

Vokal dan Intonasi

Vokal adalah pengucapan bunyi bahasa yang sesuai alat ucap yang digerakkan. Dalam membaca puisi, usahakan pengucapan huruf “a, i, u, e, o” yang kamu keluarkan jelas.

Intonasi adalah perubahan nada saat berbicara. Dalam membaca puisi, sebaiknya digunakan nada atau intonasi yang sesuai dengan kata dalam puisi. Intonasi sangat berpengaruh pada arti sebuah kata dari puisi. Puisi tentunya akan terdengar mengalun-alun apabila adanya tekanan puisi. Intonasi sangat berpengaruh pada arti sebuah kata dari puisi.

Jeda dan Tempo

Kalimat puisi yang diucapkan mestinya bisa dimengerti dari kata yang satu maupun ke bagian kata yang  selanjutnya. Kamu harus mengatur tempat singgah pembacaan atau jeda yang tepat pada suatu kalimat. Sehingga tidak memotong kalimat tersebut di bagian kata yang sifatnya satu pengertian, yang nantinya malah terdengar janggal di telinga pendengar.

Selain jeda, penghentian cepat-lambatnya tempo juga mempengaruhi isi suatu kalimat. Tempo salah satu sentuhan awal untuk memberikan alunan suatu puisi. Kalimat-kalimat puisi yang dialunkan akan terasa merdu apabila pemberian temponya diperhatikan.

Ekspresi Gerak Mimik

Membaca puisi umumnya dilakukan dengan membaca nyaring atau dengan mendeklamasikannya. Deklamasi adalah pembacaan puisi yang disertai gerak dan mimik yang sesuai. Dalam berpuisi, berdeklamasi, pembaca tidak sekedar membunyikan kata-kata, lebih dari itu ia pun bertugas mengekspresikan perasaan dan pesan penyair dalam puisinya. Untuk itu pembaca hendaknya: (1) memaknai puisi secara utuh, (2) memerhatikan lafal, tekanan, dan intonasi dalam menyampaikannya, sesuai dengan struktur fisik dan struktur batin puisi itu. Deklamasi juga menekankan kepada ketepatan pemahaman, keindahan vokal dan ekspresi wajah. Akan tetapi, deklamasi acapkali disertai dengan gerak-gerik tubuh yang lebih bebas dan ekspresi wajah yang lebih kuat dibandingkan membaca indah (Kosasih, 2012: 119)

Sebuah puisi yang bertema kesedihan akan terasa aneh apabila si pembaca membawakannya dengan ekspresi (raut muka) bahagia. Ekspresi yang diungkapkan haruslah sesuai dengan isi puisi tersebut, entah itu sedih,bahagia,gelisah,maupun murka. Pendengar akan tertarik pula dengan ekspresi yang diungkapkan melalui bahasa tubuh (gerakan).Baik itu tangan, kepala, maupun gerakan kecil lainnya. Cobalah membaca puisi di depan cermin untuk memudahkanmu menentukan serta melihat ekspresi wajah dan gerak-gerik yang kamu lakukan.

Manfaat dan Tujuan Membaca Puisi

Belajar membaca merupakan usaha yang terus menerus, dan anak-anak yang melihat tingginya nilai (value) membaca dalam kegiatan pribadinya akan lebih giat belajar dibandingkan dengan anak-anak yang tidak menemukan keuntungan dari kegiatan membaca. Membaca semakin penting dalam kehidupan masyarakat yang semakin kompleks. Setiap aspek kehidupan melibatkan kegiatan membaca. Di samping itu, kemampuan membaca merupakan tuntutan realitas kehidupan sehari-hari (Rahim, 2005: 2).

Kegiatan membaca di kelas, guru seharusnya menyusun tujuan membaca dengan menyediakan tujuan yang sesuai atau dengan membantu mereka menyusun tujuan membaca itu sendiri. Blanton dkk (dalam Rahim, 2005) menyebutkan beberapa tujuan membaca, yaitu mencakup (1) kesenangan, (2) menyempurnakan membaca nyaring, (3) menggunakan strategi tertentu, (4) memperbaharui pengetahuannya tentang suatu topik, (5) mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahuinya, (6) memperoleh informasi untuk laporan lisan maupun tertulis, (7) mengkonfirmasikan atau menolak prediksi, (8) menampilkan suatu eksperimen atau mengaplikasikan informasi yang diperoleh dari sesuatu teks dalam beberapa cara lain dan mempelajari tentang struktur teks, dan (9) menjawab pertanyaan-pertanyaan yang spesifik.


Itulah beberapa teknik membaca puisi yang baik. Semoga kawan-kawan semua dapat berlatih teknik membaca puisi yang baik tersebut. Dikutip dari berbagai sumber.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *