Kenali Gejala Kanker Hati dan Penyebabnya

Tahukah kamu, secara global sekitar 750.000 orang per tahunnya terdiagnosis karsinoma sel hati (HCC) dan umumnya sudah pada stadium lanjut? Di Indonesia, insiden karsinoma sel hati terjadi pada 13,4 per 100.000 penduduk. Angka kesintasan pasien karsinoma sel hati satu tahun adalah 29,4% dengan median kesintasan sebesar 135 hari (4,5 bulan). Bahkan, menurut data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah penderita hepatitis B mencapai 17,5 juta penduduk, dimana 20-30% diperkirakan akan mengalami progresivitas menjadi sirosis atau keganasan hati. Karena itulah penting bagi kita untuk kenali gejala kanker hati dan penyebabnya.

Baca Dulu: Penyebab Nafas Bau yang Perlu Kamu Tahu

Kenali Gejala Kanker Hati

Gejala yang paling sering dialami oleh penderita kanker hati adalah hilang nafsu makan, mual, muntah, dan berat badan yang turun drastis. Penderita juga dapat mengalami keluhan penyakit kuning dan perut membengkak.

Hal senada juga dilansir American Cancer Society yang mengungkapkan terdapat beberapa ciri-ciri kanker hati yang kerap dirasakan penderitanya, antara lain:

  • Berat badan turun tanpa sebab jelas
  • Tidak selera makan
  • Perut rasanya sudah penuh padahal jumlah makanan yang masuk sedikit
  • Mual atau muntah
  • Hati bengkak, rasanya bagian bawah tulang rusuk sisi kanan penuh sesak
  • Limpa membesar, rasanya bagian bawah tulang rusuk sisi kiri penuh sesak
  • Sakit perut bagian kanan
  • Perut bengkak atau ada penumpukan cairan di perut
  • Kulit gatal-gatal
  • Kulit dan area mata yang berwarna putih jadi menguning
  • Sering demam
  • Kerap memar atau ada pendarahan yang tidak normal

Penyebab Kanker Hati

Kanker liver terjadi saat sel-sel di dalam liver mulai bermutasi di dalam DNA. Sel yang terdapat pada DNA memberikan instruksi kepada setiap proses kimia yang terjadi di dalam tubuh.

Mutasi DNA dapat menyebabkan perubahan pada instruksi-intruksi tersebut, sehingga berpotensi membuat sel-sel tersebut mulai tidak terkendali dan membentuk tumor.

Penyebab kanker hati terkadang bisa diketahui. Sebagai contoh infeksi hepatitis kronis dapat menjadi penyebab dari kondisi tersebut. Namun, sering kali penyakit hepatoma ini terjadi pada orang yang tidak memiliki tanda atau gejala.

Penyebab dari hepatoma lainnya termasuk sirosis atau kerusakan hati karena penyalahgunaan alkohol, kegemukan, atau hati yang berlemak. Mungkin ada beberapa penyebab kanker hati yang tidak disebutkan di atas.

Selain penyebab dari hepatoma, ada pula beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan. Pasalnya, Anda mungkin memiliki satu dari banyaknya risiko yang meningkatkan peluang untuk mengalami penyakit ini.

Beberapa faktor risiko dari penyakit kanker hati adalah:

  • Jenis kelamin.
  • Hepatitis B atau hepatitis C kronis.
  • Sirosis.
  • Penyakit metabolik turunan.
  • Diabetes.
  • Perlemakan hati nonalkoholik.
  • Paparan zat aflatoksin.
  • Penyalahgunaan alkohol.
  • Obesitas.
  • Merokok.

Oleh sebab itu, apabila Anda memiliki satu atau lebih dari faktor risiko penyebab hepatoma seperti yang sudah disebutkan di atas, lebih baik segera konsultasikan kesehatan ke dokter.

Pilihan Pengobatan Kanker Hati

Pengobatan penyakit dari kanker satu ini bergantung pada:

  • Jumlah, ukuran, dan lokasi tumor dalam hati.
  • Seberapa baik fungsi hati pasien masih bekerja.
  • Ada tidaknya sirosis.
  • Penyebaran tumor.

Nah, tergantung dari faktor-faktor di atas, beberapa pilihan pengobatan kanker hati adalah:

  • Operasi.
  • Ablasi.
  • Kemoterapi.
  • Transplantasi hati.
  • Terapi radiasi atau radioterapi.
  • Terapi target.
  • Embolisasi dan kemoembolisasi.

Baca Juga: Penyebab Speech Delay dan Cara Mengatasinya

Imunoterapi untuk Kanker Hati

Imunoterapi Atezolizumab dengan kombinasi bevacizumab adalah imunoterapi pertama yang disetujui untuk pengobatan pasien kanker hati tipe karsinoma sel hati stadium lanjut atau yang tidak dapat dioperasi dan belum pernah mendapatkan pengobatan sebelumnya. Persetujuan BPOM untuk imunoterapi pertama pada terapi kanker hati ini menandai era baru pengobatan kanker hati yang merupakan penyakit yang berkembang cepat.

Obat imunoterapi kanker yang diproduksi Roche bekerja dengan cara membantu sistem imun di tubuh manusia untuk secara spesifik membunuh sel kanker. Studi klinis menunjukkan penggunaan Atezolizumab yang dikombinasikan dengan Bevacizumab meningkatkan angka kesintasan hingga 19,2 bulan atau 34% lebih tinggi dibandingkan dengan pengobatan standar dan mencegah perburukan penyakit hingga 6,9 bulan atau perbaikan hasil pengobatan hingga 35% dibandingkan dengan pengobatan standar yang ada saat ini. Selain memperoleh kesempatan harapan hidup yang baik, pasien dapat juga menjalani hidup yang lebih berkualitas dengan profil keamanan obat yang dapat ditoleransi dengan baik.

Roche sendiri adalah perusahaan perintis di bidang farmasi dan diagnostik di dunia, dengan fokus pada pengembangan sains untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Kombinasi kekuatan di bidang farmasi dan diagnostik di bawah satu perusahaan telah menjadikan Roche sebagai salah satu perusahaan yang terdepan dalam hal personalised healthcare yaitu sebuah strategi yang bertujuan untuk memberikan solusi pengobatan yang tepat bagi setiap pasien. Roche merupakan perusahaan bioteknologi terbesar di dunia, yang memiliki pengobatan mutakhir di bidang onkologi, imunologi, penyakit menular, serta penyakit mata dan sistem saraf. Roche juga merupakan perusahaan yang terdepan untuk diagnostik in-vitro, diagnosis kanker berbasis jaringan, dan perintis dalam penatalaksanaan diabetes.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *