Durian Bawor di Stasiun Bogor

Tragedi Durian Bawor di Stasiun Bogor

Tiba-tiba dua satpam menghadangku. Bingung, apa sebabnya.

Satpam pertama yang bertubuh lebih kekar langsung menunjuk tas yang aku bawa. “Maaf, Pak, boleh saya tahu apa isinya? Apa benar Bapak membawa durian?”

Aku mengiyakan. Di Botani Square aku kepincut dengan Festival Durian yang digelar di halaman parkiran mal. Di sana dijual berbagai jenis durian. Mulai dari Durian Petruk, Durian Ucok, Montong, sampai Durian Bawor. Aku penasaran sekali dengan Durian Bawor sejak lama. Maka, kubeli Durian Bawor yang sudah dibuka. Kira-kira beratnya 800 gram. Kucicip, rasanya enak banget. Sang penjual kemudian jujur mengatakan, bahwa durian ini bukan bawor asli. Lokalan. Dan buah musim penghujan membuat warnanya tidak sekental warna bawor biasanya. Setelah tawar-menawar, kudapatkan durian itu dengan harga Rp100.000 dari semula Rp125.000.

Sudah kubayangkan akan kumakan durian itu di rumah. Tak kumakan langsung di pelataran festival karena aku masih merasa kenyang bakda ditraktir adik iparku makan di Mujigae. Kupikir, akan nikmat betul, sesampainya di Citayam nanti, durian itu akan kusantap ramai-ramai.

Namun, dua satpam yang menghadangku itu mengatakan, tak boleh membawa durian ke dalam kereta. Aku sudah diikuti sejak mula karena bau durian teramat menyengat. Aku berusaha menegosiasi, “Kan ini bukan buah durian yang masih berbentuk buah. Hanya durian kupas.” Sayangnya, satpam tersebut tak peduli apa pun alasanku.

Terpaksa kemudian kupanggil istriku yang sudah menunggu di dekat pintu tap-in. Aku sempat dipotres terlebih dahulu oleh satpam tersebut untuk keperluan laporan. Kemudian, bersama istri dan Hanna (anakku yang pertama), kami memakan durian itu di depan stasiun. Celemotan. Nikmat. Tapi karena perut masih terasa penuh, kenikmatan itu tidak seindah yang kubayangkan.

Hal-hal yang Dilarang di Kereta Commuter Line

  • Pertama, dilarang duduk di lantai kereta. Hal ini akan mengganggu kenyamanan penumpang lainnya.
  • Kedua, dilarang membuang sampah sembarangan. Tentu saja, kurang ajar sekali yang membuang sampah di KRL.
  • Ketiga, dilarang membawa benda yang mudah terbakar.
  • Keempat, dilarang membawa senjata api dan senjata tajam lainnya tanpa izin.
  • Kelima, dilarang membawa binatang.
  • Keenam, dilarang makan dan minum di kereta. Ini yang masih banyak dilanggar.
  • Ketujuh, dilarang merokok. Merokok bisa kena denda 500 juta lho. Tapi beruntung, ya diturunkan di tengah jalan.
  • Kedelapan, dilarang mengamen.
  • Kesembilan, dilarang membawa benda dengan bau menyengat. Nah, ini yang termasuk durian. Gimana kalau bau ketiak?
  • Kesepuluh, dilarang berjualan.

Itulah 10 larangan selama kamu naik KRL. Mohon ditaati. Jangan sampai yang kualami juga kalian alami. Malu, Bro, dihadang satpam itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *