Penyebab Nafas Bau yang Perlu Kamu Tahu

Apa sih penyebab nafas bau? Pasti nggak nyaman banget kan rasanya kalau ternyata nafas kita bau. Orang-orang bakal ngejauhin kita. Percaya diri kita pun bisa terimbas karenanya.

Dalam dunia medis, nafas bau dikenal dengan nama HALITOSIS. Istilah halitosis pertama kali digunakan tahun 1870-an. Halitosis berasal dari bahasa Latin ’halitus’ yang berarti nafas dan ’osis’ dari bahasa Yunani, yang diartikan keadaan medis tertentu. Nafas bau bukan istilah baru. Catatan menunjukan istilah nafas bau sudah ada sejak tahun 1550 sebelum
masehi.

Nafas bau secara mendasar disebabkan oleh dua hal, yaitu: fisiologis
dan patologis. Sumber fisiologis dari nafas bau berasal dari kondisi pada permukaan dari lidah. Bakteri yang dijumpai pada permukaan lidah pasien yang sehat berbeda dengan pasien pengidap halitosis. Sumber patologis melibatkan keparahan sakit gusi, yang dikenal dengan penyakit
periodontal. Penyebab utama halitosis adalah bakteri dan VSC’s. Sembilan puluh persen pasien halitosis mempunyai penyebab dari mulut seperti: kebersihan mulut yang jelek, penyakit periodontal, lapisan pada permukaan lidah, sisa makanan yang terbenam, gigi tiruan lepasan yang kotor, kanker di mulut, dan radang tenggorokan.

Kebiasaan Penyebab Nafas Bau

Kebiasaan-kebiasaan yang mungkin kita tidak pedulikan ini juga mejadi penyebab nafas bau lho. Apa saja itu?

Pertama, KURANG MINUM. Kalau kamu kurang minum air, tubuh menjadi dehidrasi. Saat dehidrasi, produksi air liur dalam mulut akan berkurang. Padahal, air liur berfungsi membunuh bakteri. Kekurangan air liur bikin mulut kering, bakteri pun tumbuh bebas di sela-sela gigi atau lidah. Gas sulfur yang dihasilkan bakterilah yang bikin napas jadi tak sedap.

Kedua, MEROKOK. Rokok adalah salah satu penyebab bau mulut yang paling umum. Perokok juga beresiko lebih tinggi terkena penyakit gusi dan gigi umumnya menguning akibat tar rokok. Kedua hal ini bisa bikin mulut jadi bau.

Ketiga, pola makan yang salah. Pola makan yang salah bisa membuat sakit maag. Penyakit maag menyebabkan asam lambung naik ke tenggorokan dan membuat mulutmu berbau asam tak sedap. 

Keempat, SALAH CARA MENYIKAT GIGI. Cara menyikat gigi yang benar akan bikin perubahan besar pada kesehatan mulut kamu. Sikat gigi selama 2 menit secara menyeluruh, bagian dalam, luar dan permukaan gigi untuk mengunyah. Selain itu, pakai pasta gigi berkualitas tinggi, seperti Closeup Ever Fresh dengan Antibacterial Mouthwash, untuk mendapatkan kebersihan mulut secara maksimal. 

Kelima, LIDAH TIDAK BERSIH. Tak hanya gigi, kebersihan lidah juga perlu diwaspadai lho. Lidah merupakan salah satu tempat yang paling mudah ditumbuhi bakteri karena strukturnya yang kasar dan penuh dengan sisa makanan dalam ukuran mikro.

Langkah Mengatasi Nafas Bau

  1. Ingat berkumur setelah makan, menggosok gigi selama tiga menit
    setelah makan, perhatikan kebersihan gigi palsu dan dilepas waktu tidur. Jaga selalu kebersihan rongga mulut dan perlu melakukan pemeriksaan rongga mulut secara rutin.
  2. Jangan makan terlalu kenyang, apalagi makan malam, dan dianjurkan makan hidangan yang agak tawar dan tidak terlalu berminyak, jangan makan kudapan menjelang tidur, kurangilah konsumsi alkohol dan tidak merokok.
  3. Cegah sembelit, dan jaga kelancaran buang air besar.
  4. Orang setengah baya dan lanjut usia dianjurkan banyak mengkonsumsi
    buah-buahan segar dan minum teh untuk menggairahkan sekresi ludah.
  5. Setiap pagi minum segelas air hangat ditambah sedikit garam dalam keadaan perut kosong, berfungsi untuk mengatur fungsi lambung, ini juga dapat mengurangi timbulnya halitosis.
  6. Bidara merah dan hitam dapat meringankan halitosis yang ditimbulkan karena makan brambang dan bawang serta makanan pedas lainnya. Selain itu, minum teh kental juga dapat meringankan bau bawang.
  7. Mengulum permen vitamin C atau permen karet, menggunakan pasta gigi yang mengandung fluorin atau obat tradisional Tiongkok dan mengunyah daun teh juga dapat menghilangkan halitosis.
  8. Dalam keadaan biasa, halitosis dapat dicegah dengan memperhatikan
    kebersihan rongga mulut dan memelihara kebiasaan baik perawatan
    gigi.
  9. Menyikat dan bersihkan sela-sela gigi memakai odol dioksida klor (hindari odol berisi sodium laryl sulphate).
  10. Pakai obat kumur yang berisi dioksida klor.
  11. Penggunaan pengikis lidah (mengikis lidah/ menyikat lidah dengan sikat
    gigi) untuk menyingkirkan lapisan putih pada permukaan lidah.
  12. Pembersihan gigi tiruan dengan teratur.
  13. Minum banyak air putih.
  14. Lakukan pengobatan pada penyakit primer, seperti: radang gusi, radang
    lambung, kencing manis, dan sebagainya.


Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *