Puisi-puisi Dhimas Muhammad Yasin di bawah ini adalah beberapa puisinya dalam buku RAYUAN AMPLOP PUTIH. Buat kamu yang mau mengirimkan puisi ke Catatan Pringadi, silakan kirimkan tulisanmu. Bersama Videoklip Sebuah diska lepas putihdelapan gigabita dalam genggamanku,dengan tali pita abu-abuyang mengekang sekaligus menjaganya. Jarum jam telah menunjukkan angka sepuluh tepat,kunyalakan laptop dan kutata rapi kabel pengeras…
Category: Puisi
PUISI-PUISI MOEHAMMAD ABDOE
Yo, setelah lama tak menampilkan puisi dari penulis tamu, kali ini kusajikan puisi Moehammad Abdoe. Lima puisinya memiliki perenungan yang cukup mendalam. Buat kamu yang pengen kirim tulisan, sok kirim atuh! MUSAFIR dalam sebuah cermin buram kamar tuasepotong replika wajah seorang pengembara dari negeri asing:“kau terduduk serupa patung denganku”sementara poros telaga bening matamuterkatup dinding teratai….
Puisi Mawar Senja
Menemani Puisi Pramesti Melyna, puisi Mawar Senja juga hadir mengisi Minggu malam kita. Silakan jika teman-teman ingin kirimkan tulisan ke Catatan Pringadi. Dihancurkan dan Menghancurkan Hatiku mati terbunuh malaTerkunci rapat mengusir cintaEnggan menerima, sulit percayaLukaku parah, terbungkus amarah Di bawah sinar rembulanTangisku pecah memecah sunyiPanah benci menancap dalamDariku, teruntuk diriku sendiri “Berapa kali kau dihancurkan?”“Berapa…
Puisi Pramesti Melyana
Kali ini, dihadirkan 3 puisi Pramesti Melyna, penyair muda asal Purwerojo. Buat kawan-kawan yang mau kirimkan karyanya, silakan. ARUS TANYA Menghitung sisa usia di masa mudaSambil berjalan ke segala arahMencari nilai dalam diriKenyataan terus berputar di titik yang sama Sesekali merutuki keputusaSesekali mensyukuri keputusanLayaknya siklus yang tak ada ujungMencoba partisi apa yang salah dan apa…
Puisi Annisa Hafizah
Tiga puisi Annisa Hafizah, perempuan kelahiran Durian, 4 Agustus 2002. Sekarang ia tinggal di Panimbang, Pandeglang, Banten. Buat kawan-kawan yang mau mengirimkan tulisan, silakan simak ketentuannya di sini. Kaisan Sampah Pada lautan kumuh penuh sampahTampak terbungkus dalam kaisanTangannya sibuk menyilaMata tua itu menelaah bak harimau mencari mangsaKaki-kaki tertancap pada goyah tumpukan bauSenja sudahMentari beradu pada…