Hatiku tergerak menulis ini ketika melihat ada seseorang yang menertawakan keberanian beberapa orang untuk memutus riba dari hidupnya. Keputusan antiriba itu tentu saja tidak mudah. Sulit. Dan karena itu, tidak sepantasnya ditertawakan. Terlepas memang, definisi dan ruang lingkup riba kita memiliki perbedaan. Ruang tafsir itu berbeda-beda. Ada yang ikut pendapat bahwa bank konvensional itu riba,…
Category: Pikiran Pringadi
Menilik Kembali Pencapaian pada Tahun 2018
Akhirnya… ya, akhirnya, pada tahun 2018, aku punya novel yang kutulis sendirian. Judulnya PHI. Penerbitnya Shira Media. Selalu kusebut “kutulis sendirian” karena sebelumnya aku punya novel lain, ditulis berempat. Judulnya 4 Musim Cinta, diterbitkan oleh Exchange. Lega rasanya mengingat draft awal novel tersebut sebenarnya sudah jadi sejak September 2014. Kuikutkan ke Lomba Novel DKJ 2014. …
Milan Kundera dan Pandangan Terhadap Fiksi
Milan Kundera, penulis berkebangsaan Ceko yang memandang dirinya sebagai penulis sastra Perancis, adalah nama yang akan ditemui siapa pun yang menggeluti sastra. Karena imajinasinya yang memiliki daya pakau tersendiri, ia selalu disebut dalam “peta sastra dunia”, penulis yang memang kita harus baca karya-karyanya. Banyak orang membahasnya. Aku baca satu kemarin. Peter Kussi menulis “Milan Kundera:…
Beda Pengertian Resensi, Sinopsis, Blurb, dan Review Buku
Pernah nggak kamu ditanya orang, “Eh, lihat dong sinopsis bukumu? Itu lho yang ada di belakang buku….” Banyak yang tidak tahu, tulisan yang ada di belakang buku bukanlah sinopsis, melainkan blurb. Sinopsis adalah ringkasan cerita sebuah novel. Kita kudu menceritakan isi novel secara ringkas/pendek tanpa mengesampingkan unsur-unsur intrinsik novel tersebut. Sinopsis menceritakan alur cerita secara…
Dari Romantisisme Hingga Generasi Instapoet
Menarik, bila kita menyimak tulisan Ratih Dwi Astuti (2018) di Jurnal Ruang yang membicarakan tentang puisi dalam budaya milenial. Menurutnya, puisi masa kini kebanyakan lahir dengan kuatnya pengaruh budaya milenial yang serbamudah dan serbacepat. Dengan kata lain, Astuti sebenarnya memiliki kekhawatiran bahwa puisi akan kehilangan kedalamannya. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Puisi mulai diajak meninggalkan…