Dilema Impor

Membicarakan impor, selalu dilematis. Di satu sisi, dalam konteks neraca perdagangan, besarnya impor dibandingkan dengan besarnya ekspor, akan menghasilkan defisit neraca perdagangan. Salah satu dampak dari defisit ini adalah menggerus cadangan devisa yang berefek pada melemahnya mata uang. Ketergantungan pada barang-barang impor, ketika mata uang melemah, akan terus meningkatkan nilai pembayaran impor, sehingga defisit makin…

Bijak Merawat Mata Air

Kami akan bersorak bilamana di langit burung-burung berkaki panjang terbang rendah. Misman, yang rumahnya di dekat hutan, mulai bercerita, ia melihat rusa sambil menakut-nakuti kami untuk tidak mencari biji kelatak di hutan karet di dekat lapangan tembak. Katanya, kalau rusa sudah terlihat mencari air, harimau akan tak jauh di dekatnya. Ia pun mulai mendeskripsikan betapa menakutkannya raja…

Membaca Palembang dari Mata Kedai Kuala

Seringkali saya bilang, setiap mengampu kelas menulis puisi, jika ingin belajar menulis puisi secara serius, setidaknya bacalah baik-baik karya 3 penyair: Amir Hamzah, Chairil Anwar, dan Goenawan Muhammad. Sederhananya, ketiga penyair tersebut memiliki gagasan yang begitu kuat. Amir Hamzah boleh dibilang sebagai penggagas puisi liris. Membaca Amir Hamzah bisa membuat kita peka bunyi, bunyi yang…

Kemandirian Desa Ala BUMDes Kemudo Makmur

Namanya Purwoto Nur Wahono. Beliau adalah Direktur Badan Usaha Miik Desa (BUMDes) Kemudo Makmur yang sudah beroperasi sejak 2016. Saya berkesempatan bertemu beliau saat field trip Danone Blogger Academy, 12 Oktober lalu. Segera, saya ajak beliau berbincang tentang banyak hal terkait BUMDes. Maklum, tahun lalu, saya masuk tim penulisan buku Kisah Sukses Dana Desa di Ditjen Perbendaharaan,…

Tidak Mudah Menjadi Hesti-nya Maulidan Rahman Siregar

Apa kabar indonesia? Maaf jika masih menggunakan huruf kecil. Orang mungkin akan menyebut Joko Pinurbo atau Hasta Indrayana kalau ditanya siapa penyair yang sajaknya penuh humor dengan makna yang mendalam. Sekarang, nama itu patut ditambah seorang lagi, Si Brewok, bernama Maulidan Rahman Siregar. Kutipan puisi di atas tampak sederhana. Hanya persoalan penggunaan huruf kecil pada…

1 48 49 50 51 52 82