Bangga Buatan Indonesia Tak Cuma Slogan

Bagi yang pernah merasakan krisis moneter tahun 1997-1998, pasti akrab dengan slogan cintailah produk-produk Indonesia. Namun, karena perawakan peraganya dianggap sebagai perwakilan nonpribumi, slogan itu menjadi cemooh dan tidak dianggap serius. Padahal bangga buatan Indonesia itu sangat baik.

Kalau kita menyadari, banyak brand yang kita kira milik luar ternyata asli buatan Indonesia. Sebut saja J.Co, Kopiko, Terry Palmer, hingga The Executive. Brand lain yang sudah mengakar di Indonesia dan bikin kita sangat bangga buatan Indonesia, tentu saja, Indomie, yang sangat populer di Benua Afrika.

Baca Dulu: Analisis Penerapan Whole of Government di Indonesia

Beberapa Alasan Kita Harus Bangga Buatan Indonesia

Berikut ini beberapa alasan kita harus bangga buatan Indonesia dan tidak sungkan untuk membelanjakan uang kita untuk membeli barang buatan Indonesia.

Memajukan Bangsa dan Negara

Ini mungkin alasan yang paling sublim. Dalam hal ini kita harus belajar pada Korea Selatan. Dulu, sebelum Samsung seterkenal sekarang, produk-produk Korea Selatan kalah dari Jepang. Rakyat pun tidak percaya pada produk-produk buatan sendiri sehingga memilih produk impor.

Namun konon, perusahaan asal Korea Selatan itu meminta masyarakat bersabar sembari berjanji akan memproduksi barang yang kualitasnya dapat mengalahkan produk-produk Jepang. Dengan catatan, masyarakat harus percaya dan berkenan membeli dengan harga yang lebih mahal dalam jangka pendek. Harga yang mahal itu akan berarti buat perkembangan riset perusahaan dan dalam jangka panjang masyarakat Korea Selatan akan menikmati produk yang lebih murah sekaligus lebih berkualitas.

Masyarakat pun percaya pada kampanye itu dan kini kita lihat bagaimana posisi Korea Selatan dalam perekonomian dunia. Dengan percaya pada produk buatan Indonesia, kita akan berkontribusi pada kemajuan bangsa dan negara.

Kualitas Produk Dalam Negeri Tak Kalah Saing

Ada banyak kisah pesohor kita ketika keluar negeri menemukan barang-barang branded dengan keterangan made in Indonesia. Pada dasarnya, tenaga kerja Indonesia tidak diragukan lagi memiliki kemampuan untuk membuat barang-barang berkualitas.

Namun, yang sering luput dari perhatian adalah barang-barang yang dibuat di Indonesia atas nama perusahaan asing tersebut memiliki quality control yang sangat baik. Inilah yang perlu ditingkatkan dalam produksi lokal. Ketegasan dalam kontrol terhadap kualitas amat diperlukan.

Hari-hari belakangan barang buatan Indonesia itu semakin banyak yang menyeruak dengan manajemen yang lebih baik. Terutama barang-barang kriya, alias kerajinan tangan yang pada dasarnya kualitasnya tidak perlu diragukan.

Harga yang Lebih Murah

Sebenarnya, harga yang lebih murah ini belum bisa dibanggakan apabila faktornya adalah karena tenaga kerja kita yang lebih murah. Tapi di luar itu, produk-produk dalam negeri sejatinya memang lebih murah karena ada beberapa overhead cost yang tidak ada seperti biaya marketing dan nilai tambah dari brand itu sendiri.

Namun, bukan berarti harga murah itu mutlak, karena kita harus menuntut para produsen ini meningkatkan teknologinya agar barang-barang yang diproduksi pada akhirnya bisa lebih efektif dan efisien.

Mengenalkan Budaya Bangsa

Tidak bisa dimungkiri bahwa produk suatu negara sebenarnya berkaitan dengan erat dengan value yang dimiliki bangsanya. Jangan sampai sekadar gimik dengan menempelkan sana-sini hal-hal yang berkaitan dengan budaya seperti muatan etnik motif-motif tertentu, tetapi harus ada filosofi di dalam produk tersebut yang berkaitan dengan nilai budaya.

Atau bisa juga dilihat dalam sudut pandang ada cerita tertentu di balik produk yang dihasilkan yang dapat menjadi nilai tambah. Desain yang otentik dan orisinil dengan nilai tambah itulah yang mampu membuat konsumen merasakan eksklusifitas dari produk yang digunakan.

Baca Juga: 5 Produk Jajanan Mayora

Hati-hati dengan Rasa Bangga

Namun perlu dicatat bahwa kita tidak perlu bangga berlebihan pada produk yang dihasilkan oleh bangsa kita. Kritik harus tetap berjalan untuk menilai segala sesuatunya secara objektif.

Netizen Indonesia belakangan memang terkenal overproud. Hal itu bisa dilihat dari banjirnya kolom komentar Youtube setiap saat segala sesuatu soal Indonesia diulas. Yang paling menyedihkan malah banyak yang tidak sadar kalau kita sedang diekspolitasi oleh orang-orang asing dengan konten-konten yang ke-Indonesiaan demi meraup adsense dari ke-overproudan itu.

Padahal itu semu belaka. Produk Indonesia akan berkembang kalau ada perbaikan menuju kesempurnaan tanpa perlu puja dan puji yang berlebihan.

Bagaimana Membeli Barang Buatan Indonesia?

Kemajuan teknologi membuat salah satu elemen penting dalam penjualan dimudahkan. Yaitu etalase toko.

Kalau dulu, biaya terbesar adalah sewa toko. Sekarang kita tidak perlu memikirkannya dengan kehadiran berbagai marketplace yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah Blibli yang juga perhatian terhadap kampanye bangga buatan Indonesia ini. Di Blibli kita bisa melihat berbagai produk unggulan Indonesia. Dan untuk memberi stimulus kepada konsumen, khusus produk unggulan itu diberikan ekstra diskon hingga 100 ribu rupiah lho.

Salah satu produk buatan Indonesia dijual di Blibli

Saya sudah jalan-jalan di etalase Blibli dan menemukan banyak produk makanan yang ternyata laris manis. Ada Lidah Cabe Ijo, Es Lilin Yoghurt, Banana Pie, dan aneka sambal. Tak luput berbagai merk kopi dari berbagai daerah yang masing-masing memiliki ciri khas cita rasa. Kopi Gayo termasuk yang paling laris lho. Selain produk makanan, kita juga bisa menemukan produk fashion seperti baju dan jam tangan yang lucu-lucu.

Tunggu apalagi, kalau bangga buatan Indonesia, ingat kata Sri Mulyani, selalu sisihkan uang Anda untuk belanja produk Indonesia, terutama produk-produk dari UMKM dan bahkan ultramikro. Karena sebenarnya di sanalah baut-baut perekonomian yang membuat roda perekonomian itu berputar lalu berjalan.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

One Comment

  1. Terry Palmer ini brand favorit saya. Jaminan mutu banget.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *