Aku masih berada di Bali. Dalam perjalanan dinas. Sebuah email masuk. Isinya, jadwal tes beasiswa Bappenasku. Tes tersebut dilakukan secara daring. Akhir pekan, aku harus memastikan koneksi di rumahku lancar agar dapat mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) selama kurang lebih 1,5 jam. Untunglah, untuk urusan itu, aku sudah tidak begitu khawatir. Sebab, koneksi IndiHome lumayan…
Author: Pring
Les Privat Internasional Terbaik di Sinotif Indonesia
Pernah suatu ketika, aku punya harapan menyekolahkan anak ke sekolah internasional. Memikirkan hal itu ada rasa bangga dan nyaman, karena soal pendidikan anak memang kita tidak boleh main-main. Kualitas pendidikan yang terbaik menjadi harapan setiap orang tua dan harapan itu termaktub dalam sekolah internasional. Bahkan bila tak cukup, sang anak akan ditambah jatah les privat…
Selamat Datang di Hotel California
Jakarta tujuh satu, gedung tinggi hanya Sarinah dan Hotel Indonesia. Radio enam baterai memperdengarkan lagu klasik, Selamat Datang di Hotel California! Dan musik membawa angan jauh ke angin gurun yang tandus. Kamar tua dengan sebuah cermin dekat jendela bersiap memantulkan wajahku apa adanya. Kesepian boleh jadi menu makan malam, tanpa lampu apa-apa, kecuali cahaya bulan…
Puisi Luqyana Fi Adnin
Hai, kali ini puisi Luqyana Fi Adnin, penyair muda berusia 21 tahun asal Malang ini menemani teman-teman semua. Buat kalian yang mau mencoba kirimkan karya, silakan baca ketentuannya sebelum kirim tulisan ya. JANJI POLITIKUS Kurcaci menahan kentutMendengar engkau membidik massaMenawarkan mimpi surgaRealita melupakan logikaStatistik berdandan cantikDi atas kertas di atas podiumMenjadi beda dengan fakta Terbahak…
Ketika Pasukan Kecil Menawarkan Kematian
Pasukan kecil menawarkan kematian. Saya tahu mati itu pasti. Tetapi saya tak berniat meninggalkan utang. Barangkali pekerjaan saya di kantor pelayanan perbendaharaan negara bikin pantat ambeien. Tertakdir berspesies homo sapiens bikin saya punya dada yang bisa retak kapan saja. Duh, sama sekali saya tak berniat menyalahkan Tuhan. Tuhan hadir dalam segelas kopi yang lagi-lagi saya…