Hai, kali ini puisi Luqyana Fi Adnin, penyair muda berusia 21 tahun asal Malang ini menemani teman-teman semua. Buat kalian yang mau mencoba kirimkan karya, silakan baca ketentuannya sebelum kirim tulisan ya.
JANJI POLITIKUS
Kurcaci menahan kentut
Mendengar engkau membidik massa
Menawarkan mimpi surga
Realita melupakan logika
Statistik berdandan cantik
Di atas kertas di atas podium
Menjadi beda dengan fakta
Terbahak si bapak tua di kursi goyang
Terkantuk sejuta bualan
Alotnya birokrasi jadi sorotan
Melambungnya harga jadi bumbu penyedap
Janjimu kemana harus ditagih
Kalau janjimu mlempem
Tak ada renyah-renyahnya
(Malang, 2020)
Baca Juga: Puisi Pringadi Abdi Surya di Omong-omong.com
SESAT
Senja menyiratkan kemarahan
Merekam binal sang wayang
Menyemai tunas dusta pendosa
Mengejar gemuruh ringkih laron terkapar
Lakonmu tak kunjung usai
Mendendangkan kebusukan demi kebusukan
Merangkum sesat dalam lembah jahanam
Mengurai dendam tak pernah puas
Sudahlah…. sudahi saja
Konspirasi iblis pengantar murka
Sebelum jalanmu semakin ngawur
Melenggang pasrah ke alam kubur
(Malang, 2020)
KOLONG LANGIT
Lara menghempas kelam matamu
Menindih rintih ragamu
Tersudahlah apa yang kau bangun
Dengan tetes darah dan keringat
Satu per satu buldozer melindas
Meluluhkan fisik tempatmu bernaung
Mendulang mimpi dalam jahanam kota
Meretas asa lemah meredup
Belum sempat mimpi itu hadir
Belum tegak betul langkah kakimu
Terhempas oleh kenyataan pahit
Hidup bagai permainan peradaban
Meski berakhirkah hidupmu?
Demi indahnya negerimu
Meski terkuburkah masa depanmu?
Hancur bersama anyir darah dan air mata
(Malang, 2021)
Informasi. Buat teman-teman yang ingin membantu saya mengarsipkan karya sastra di bacasastra.com yang dimuat di media massa cetak, silakan hubungi saya. Atau bila karya teman-teman dimuat dan ingin diarsipkan, mohon kirimkan karyanya ke saya. Thanks