Kimin Tanoto dikenal sebagai pengusaha yang multitalenta di Indonesia. Tidak semua orang memiliki bakat untuk berbisnis, namun Kimin Tanoto berhasil melewati rintangan dan tantangan dalam menjalankan bisnisnya. Bisnis yang ditekuni oleh Kimin Tanoto telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan di Asia Tenggara. Tentu, bukan hal yang mudah untuk mengembangkan bisnis hingga ke pasar global. Kemampuan…
Author: Pring
Suami Sadar Preeklamsia
“Anak Bapak sudah harus dikeluarkan. Segera.” Vonis dokter Yuri itu begitu membuatku kaget. Pasalnya, aku sama sekali tidak menyangka bahwa kandungan yang belum masa hari perkiraan lahiran itu memiliki kondisi yang membahayakan. Sang dokter berkata, sudah terdapat pengapuran di plasenta sehingga asupan makanannya sangat terbatas. “Bayi Anda sudah kelaparan. Makanya ukurannya tidak berkembang. Perkiraan kami…
Bangga Buatan Indonesia Tak Cuma Slogan
Bagi yang pernah merasakan krisis moneter tahun 1997-1998, pasti akrab dengan slogan cintailah produk-produk Indonesia. Namun, karena perawakan peraganya dianggap sebagai perwakilan nonpribumi, slogan itu menjadi cemooh dan tidak dianggap serius. Padahal bangga buatan Indonesia itu sangat baik. Kalau kita menyadari, banyak brand yang kita kira milik luar ternyata asli buatan Indonesia. Sebut saja J.Co,…
Puisi Pringadi Abdi Surya di Cerano
Berikut ini puisi Pringadi Abdi Surya yang dimuat di Cerano.id pada 20 November 2020. Empat puisi ini semoga dapat memberikan sesuatu pada kamu. Batu Tanggamus Tuhan melahirkan api di dalam batuanak-anak menemukan tahunhilang di dua ribu lima ratus keping daun jarak begitu jauh antarpemukimanrumah-rumah yang diangkut dari Ilahanberpondasikan lenguh sapi—seseorang meniup seruling seolahpenggembala yang lupa caranya…
Puisi Pringadi Abdi Surya di Omong-omong.com
Berikut ini adalah puisi Pringadi Abdi Surya yang dimuat di omong-omong.com, sebuah media yang digawangi Okky Madasari, pada 25 Oktober 2021. Kelima puisi ini berlatar sentral kereta. Kereta Suara kedatangan kereta ituTak seperti laguYang mengiringi peti mati NairobiDadaku yang ringkihTak sanggup mengampuniKekejaman yang ditawarkanGerbong-gerbong penuh penumpangDi dalamnya, rasa penjaraLebih dari neraka di ujung senjata Gandia…