Sadar Stunting Lewat Festival Isi Piringku

Masih teringat beberapa hal saat aku masih kecil. Di antaranya aku susah makan. Sehari-hari lebih suka makan berlauk telor, tahu, dan tempa. Kadang dengan kerupuk dan kecap doang. Paling susah kalau harus makan daging, ayam, dan ikan. Apalagi sayur-sayuran. Terhitung, hanya sayur daun singkong, sayur bayam, dan sayur asem yang aku doyan.

Ternyata kebiasaanku itu salah sekali. Badanku kecil. Aku baru bertumbuh tinggi bahkan ketika masuk SMA. Aku jadi curiga jangan-jangan aku stunting, meski aku nggak pernah bermasalah dengan kecerdasan karena selalu juara kelas.

Aku termenung saat mendengarkan webinar beberapa saat lalu dalam Festival Isi Piringku. Ya, dalam memperingati Hari Gizi Nasional, Danone Indonesia menghadirkan ‘Festival Isi Piringku’ sebagai bentuk komitmen mendukung pemerintah untuk mengurangi angka stunting di Indonesia.

Festival Isi Piringku ini dilakukan secara daring yang diperuntukan khusus anak usia 4-6 tahun dengan tema yang diambil  “Membangun Generasi Sehat Melalui Edukasi Gizi seimbang Sejak Dini” dengan mengajak ribuan guru dan anak Indonesia sebagai upaya untuk terus mengingatkan guru, orang tua, dan anak tentang pentingnya gizi seimbang sejak dini sebagai salah satu langkah penting pencegahan stunting.  Festival ini juga untuk menjawab tantangan yang dihadapi orang tua maupun guru PAUD dalam membiasakan konsumsi pangan sesuai gizi seimbang pada anak.

Isu spesifik yang dibahas adalah anemia. Direktur Sustainable Development Danone Indonesia Karyanto Wibowo mengatakan anemia menjadi perhatian khusus Peringatan Hari Gizi Nasional 2021, hal itu karena terjadi pada anak-anak, remaja, hingga ibu hamil dan dapat meningkatkan risiko anak stunting. Anak yang menderita tantangan kesehatan seperti anemia dan stunting tidak dapat berkembang secara optimal karena hal tersebut bukan hanya menghambat fisik, namun juga kecerdasan.

Berbagai kegiatan menarik yang dihadirkan dalam Festival Isi Piringku seperti Lomba Foto Kreasi Menu Anak, Lomba Kreativitas Guru saat Belajar Daring dan Lomba Gerak dan Lagu Isi Piringku

Berdasarkan angka Riskesdas 2018, proporsi anak dengan status gizi pendek atau sangat pendek (stunting) sekitar 30.8%, masih lebih tinggi dibandingkan angka yang dianjurkan WHO di bawah 20%. Direktur Gizi Masyarakat, Kemenkes, Dr. Dhian Dipo, SKM., MA, mengatakan pencegahan stunting masih menjadi fokus, pemerintah telah membuat strategi dengan berbagai program untuk menurunkan angka stunting hingga 14% pada tahun 2024.

Tentunya upaya penanggulangan stunting dan percepatan perbaikan gizi tersebut tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan perlu adanya kolaborasi dengan lintas-sektor, salah satunya dengan sektor swasta.. Kemenkes menyambut baik inisiatif pihak swasta dalam upaya mencegah stunting di Indonesia, seperti sosialisasi program kampanye edukasi Isi Piringku. Edukasi gizi menjadi sangat penting karena diharapkan dapat memberi pengetahuan dan pemahaman ibu dalam Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA)  yang bergizi seimbang yang divisualisasikan dalam Isi Piringku untuk sekali makan.

Prof. Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, MSi., Ketua Tim Penyusun buku Isi Piringku 4-6 tahun dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) — Institut Pertanian Bogor (IPB)  mengatakan bahwa terdapat beberapa tantangan yang dihadapi orang tua maupun guru PAUD dalam membiasakan konsumsi pangan sesuai gizi seimbang pada anak, terlebih di masa pandemi di mana anak cepat merasa bosan di rumah.

Karena itu, Festival Isi Piringku menjadi menarik. Ditambah buku yang telah dikembangkan bersama oleh IPB dan Danone Indonesia dapat menjadi panduang orang tua dan guru PAUD untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang anak di rumah.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *