Puisi| Stasiun Manggarai

 

aku salah karena berpikir perempuan paling kejam
kau lebih kejam dari semua
karena berulang-ulang membuatku menunggu
berjanji tak akan lagi, namun kau ingkari pula
semua waktu yang sia-sia adalah omong kosong
kau bisa menyita 1/12 hidup seseorang
yang telah rapuh menahan rasa pulang
hanya untuk kau biarkan pergi setelah sesaat
berdamai dengan ketakutan akan tersesat
kau telah terlalu sombong
karena menjadi jantung dan tempat masuk
setiap arah dan setiap aliran darah
kata maaf yang kau ucap dari bibir jauh lebih hina
dari seorang pejabat sekalipun, yang suka seenaknya
menyebut satu per satu nama hewan
yang tidak lagi dikurung di kebun binatang
kata maaf yang tidak terasa tulus karena di belakangku
kau pegang pisau bernama kebinekaan
apalah artinya cinta tanpa kemerdekaan
apalah artinya kemerdekaan bila ada yang diistimewakan
hanya karena kau merasa sebagai jantung
yang dibutuhkan para penumpang
aku tak pernah benar-benar ingin jadi penumpang
yang terkurung dalam dingin perahu sarden
di sungai darah ini dan menujumu

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *