Puisi Pringadi Abdi Surya di Pikiran Rakyat, 22 Juli 2017

Ternyata, aku baru terinformasi, pernah ada 2 puisiku dimuar di Pikiran Rakyat, 22 Juli 2017. Puisi tersebut berjudul Sebatang Pohon dan Aku Menyalakan Lilin Ini Untukmu.

SEBATANG POHON

ia akan tumbuh selamanya, kau meyakini itu
karena menyadari betapa teduh rimbun daun
yang tak gugur-gugur meski kemarau

sebatang pohon di seberang jalan bukan milik
burung karena sangkar mudah dibongkar angin
ia akan tumbuh selamanya seperti cinta
yang diam-diam kau ukir di sebuah sisi tersembunyi

dengan nama kita, milik kita

AKU MENYALAKAN LILIN INI UNTUKMU

aku merindukan mati lampu supaya kita dapat berpelukan
di sekitar lilin yang baru dinyalakan
bersama kita memainkan bayangbayang
dan menyaksikan dinding bak layar bioskop dengan film baru tayang

aku menciptakan seekor elang
yang mengepakkan sayapnya pedih
setelah menghabiskan sekepal daging sidharta
cakarnya yang biasa gigih menjadi letih
kau menyebut cakar itu hatiku
lalu tanganmu menyalak, menjadi anjing penjaga

aku telah lama meninggalkan rumah
kau telah lama menungguku pulang

aku merindukan mati lampu terutama
bila hujan turun di antara dua orang kasmaran
aku akan melihat nyala lilin itu tergoda
melepaskan diri dari sumbu ketimbang selalu disalahkan
di antara kita, siapa saja boleh mengaku salah
juga boleh mengaku saling kasmaran

aku tidak tahu mana yang mendekati kebenaran
aku tidak tahu mana yang benar kurindukan

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *