Puisi Novina Amelia Damanik

Hilang

Ku hanya ingin menghilang
Terbang jauh menemui kesendirian
Air mata?
Apakah masih ada?
Lonceng berdentang
Selesai

Baca dulu: Puisi Pablo Neruda

Berjalan

Apakah salah jika ingin menghilang?
Apakah angin akan berhenti berembus jika pohon itu hampir mencium tanah?
Akankah ombak berhenti memaksa karang untuk tumpul?

Tidak.

Angin kan selalu berembus
Ombak kan selalu menerjang
Waktu kan terus berjalan
Tak peduli jika pohon harus bersatu dengan tanah
Hingga karang tunduk dibawah terjangan ombak

Pergi

Kabarkan pada malam
Lukaku terlalu sakit
Tanyakan pada peri
Akankah bisa menyembuhkannya?

Rindu
Hancur
Tetap
Pergi

Berikan aku terang
Bawaku ke puncak
Agar ku melihat jelas
Sedalam apa lukaku
Dan sejauh apa aku harus pergi

Tanya

Bisakah suatu hari terwujud?
Jika mentari siap melawan navigasinya

Akankah sepadan?
Jika bumi melawan arah rotasinya

Akankah bumi menemuk mentarinya?
Akankah mentari memilihnya dibandingkan bintang fajar?

Apa yang harus dilakukan?
Bumi melawan rotasinya?
Mentari mengubah navigasinya?
Memaksakan kehendak mentari dan bumi?

Atau
Memilih untuk penasaran akan takdir

Baca Juga: Sajak Subagio Sastrowardoyo

Tabung

Kau berjalan hingga jauh
Berlari hingga terjatuh
Terbakar karena sambutan mentari

Lelah
Fatamorgana

Kau melihatnya
Berlari sekuat tenaga
Hingga kau berhenti

Prisma Limas Tabung
Tingginya sama
Archimedes memberikan mu wadah tuk menemani mu di perjalanan berikutnya

Tergesa-gesa, kau mengambil prisma
Sedang Archimedes menyodorkan tabung

Kenapa?
Bolehkah ku tahu alasannya?

Mengapa?
Mengapa Prisma?
Tidak tabung?

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *