Keseruan Rafting di Pangalengan & Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Saat Rafting

Keseruan rafting di Pangalengan ini adalah pengalaman yang sudah lama sekali. Kira-kira sepuluh tahun yang lalu. Setelah aku lulus STAN dan ditempatkan di Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Saat itu, para “anak baru” diberikan kesempatan “outbond” di Pangalengan. Satu angkatan diberangkatkan semua dalam acara pembekalan CPNS Ditjen Perbendaharan 2010.

Selama beberapa hari di Pangalengan itulah, ada agenda rafting.

Tiba-tiba keinginan menulis pengalaman rafting di Pangalengan itu menyeruak tatkala aku membuka lagi file-file lama. Ketemu folder foto saat ke sana.

Kami dibagi dalam beberapa kelompok. Tidur di tenda-tenda. Selama beberapa hari kami melakukan berbagai aktivitas mulai dari permainan yang membutuhkan kerja sama (biasalah tipikal outbond), sosialisasi berbagai materi, hingga jalan pagi di antara perkebunan teh di Malabar. Di sana pula terdapat makam Bosscha.

Nama lengkapnya Karel Albert Rudolf Bosscha. Bosscha adalah pria kelahiran Gravenhage, 15 Mei 1865 yang mendirikan perkebunan teh Malabar. Beliau juga dijuluki Raja Teh Priangan karena mendirikan dua pabrik teh yang bersaing di dunia internasional. Selain sebagai saudagar, ia juga terkenal filantropis karena sering menyumbang ke berbagai yayasan seperti Technise Hogeschool Bandung, yang sekarang dikenal dengan nama ITB dan yang paling dikenal, Observatorium Peneropongan Bintang Bosscha di Lembang.

Banyak detail yang sudah aku lupa dalam pembekalan CPNS Ditjen Perbendaharaan 2010 itu. Namun, soal raftingnya aku ingat.

Sebab, aku menjadi anggota terbuang ketika hendak rafting. Panitia memperhatikan berat badan kami. Ada yang satu perahu berenam. Ada yang berlima. Dan ada pula yang berempat. Entah kenapa aku nggak kebagian perahu bersama dengan anggota kelompok magangku yang lain.

Aku diantarkan begitu saja ke perahu yang berisi 4 orang (yang 3 di antaranya belum kukenal). Yang kukenal hanya Khotibul, karena kami pernah sekelas saat berkuliah di STAN. Tiga orang lainnya yaitu Muji Harto (yang nantinya sama-sama penempatan di KPPN Sumbawa Besar), Imam Garaudy (yang penempatan di Wamena), dan Sintong (aku lupa dia penempatan di mana, tapi sekarang doi menjadi salah satu penulis opini ilmiah populer produktif di koran).

Sebagai penumpang gelap, nasib membuatku ditempatkan di tengah-tengah. Tidak mendapatkan dayung. Dan hanya bisa berpegangan pasrah.

Rafting di Sungai Palayangan, Pangalengan

Lokasi rafting ini adalah di Sungai Palayangan, Pangalengan. Buat yang belum tahu Pangalengan itu di mana—Pangalengan itu sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung (bedakan dengan Kota Bandung). Pangalengan ini terkenal sebagai daerah penghasil susu sapi dan sayuran lho. Kalau teman-teman suka ke Gasibu atau landmark Kota Bandung, di sana biasanya ada penjual susu pakai sepeda. Nah, kebanyakan susu segar yang dijual itu berasal dari Pangalengan.

Sungai Palayangan ini panjangnya sekitar 5 kilometer. Rafting di Sungai Palayangan ini bermula di Situ Cileunca dan akan berakhir di Hutan Pinus Rahong. Total waktu tempuh rafting di Sungai Palayangan ini sekitar 1-1,5 jam tergantung dari kecepatan arus dan kelancaraan saat di perjalanan. Jeram di Sungai Palayangan ini juga lumayan lho! Salah satu jeram yang paling dikenal adalah Jeram Domba!

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Rafting

Rafting memang seru. Namun, aktivitas yang memicu adrenalin ini tentu saja memiliki bahaya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat rafting antara lain:

  • Lakukan Pemanasan terlebih dahulu. Soalnya bahaya banget kalau mengalami keram saat rafting. Kita membutuhkan kesigapan untuk menghadapi setiap jeram dan benturan yang ada di depan mata.
  • Perut jangan kosong. Sebab, tenaga yang dikeluarkan untuk rafting itu tidak sedikit. Kalau perut lapar, bahaya kalau kehabisan tenaga di tengah jalan kan nggak bisa berhenti. Lebih bahaya lagi kalau maag kambuh lalu mual dan muntah di tengah sungai.
  • Perhatikan kelengkapan keamanan yang dikenakan. Perlengkapan standar yang harus digunakan adalah pelampung dan helm. Jangan sampai terbalik menggunakan helmnya karena ada bagian helm yang berfungsi untuk melindungi bagian belakang kepala yang lebih rentan apalagi terjadi benturan.
  • Perhatikan instruksi dengan benar. Nah ini, agaknya sepele tapi kata-kata pemandu sebelum melakukan rafting itu penting banget lho. Ada yang boleh dilakukan dan ada yang tidak boleh dilakukan. Seperti aba-aba ketika akan menghadapi jeram, posisi badan yang harus dilakukan, gerakan mendayung, hingga apa yang harus dilakukan ketika perahu terbalik.
  • Jangan panik apabila perahu terbalik. Untungnya saat itu perahu saya nggak terbalik. Namun, adakalanya perahu terbalik dan kita panik. Caranya adalah disarankan untuk tetap berada di bawah perahu dengan posisi kepala menengadah sampai ada bantuan datang. Cara itu relatif lebih aman karena ada asupan oksigen yang memadai dan kita cenderung terlindungi dari benturan ketimbang berusaha keluar dari perahu lalu terseret arus dan terbentur bebatuan.

Kira-kira itulah 5 hal yang perlu diperhatikan saat rafting. Kita tidak pernah tahu apakah kita akan sampai di ujung perjalanan tanpa terjadi apa-apa atau tidak. Oh iya, karena itu jangan lupa berdoa sebelum melakukan rafting, ya!


Pengalaman keseruan rafting di Pangalengan ini selalu bikin aku pengen rafting lagi dan lagi. Beberapa bulan setelah pembekalan CPNS Ditjen Perbendaharaan 2010 ini alhamdulillah aku dapat kesempatan mengulangi rafting di tempat yang sama bersama Setditjen Perbendaharaan. Saat itu ada rapat koordinasi Setditjen, dan aku diundang mengisi acara, bermonolog. Dan alhamdulillah, rafting sekali lagi di sungai yang seru ini.

Kapan ya, bisa ke sana lagi, tapi sama anak dan istri….

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

One Comment

  1. wah saya baru tau kalau berat badan ditimbang dulu
    saya kira random aja
    maklum enggap pernah rafting
    iya sih mas kalau perahu terbalik ya panik ya
    harusnya memang tenang dulu tunggu instruksi
    jadi pengen rafting nih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *