Perbedaan flu dan pilek dengan Covid-19

Kenali Perbedaan Flu dan Pilek dengan Covid-19

Susah memang buat penderita rhinitis alergika sepertiku dalam masa pandemi ini. Aku harus betul-betul mengenali perbedaan flu dan pilek biasa dengan tanda-tanda Covid-19. Sebab setiap tidur terlalu larut, yang berkaitan erat dengan dinginnya udara malam hari, rhinitis alergika kerap kambuh hingga aku harus bersin-bersin sampai sedikit sesak napas.

Hal itu membuatku “parno”. Di situlah aku merasa pengetahuan tentang perbedaan flu dan pilek biasa, alergi, dengan Covid-19 menjadi sangat penting.

Flu (influenza) dan pilek (salesma) memiliki perbedaan dalam manifestasi klinisnya. Virus pilek menginfeksi dan berkembang dalam orofaring dan nasofaring, sedangkan flu menginfeksi beberapa bagian anatomis, termasuk rongga hidung, pangkal tenggorokan, tenggorokan, bronkus dan paru-paru.

Gejala flu dan gejala pilek hampir sama, namun keduanya memiliki beberapa perbedaan meliputi:

  • Flu selalu disertai demam dengan suhu yang bisa mencapai 38 derajat C atau lebih, namun pilek jarang sekali disertai demam.
  • Batuk pada flu adalah batuk kering. Sebaliknya, pilek disertai batuk berdahak.
  • Sakit dan nyeri badan yang dirasakan saat mengalami flu lebih ringan dibandingkan pilek.
  • Lendir hidung (ingus) pada flu sedikit bahkan tidak ada, namun pilek menghasilkan ingus yang banyak, berwarna kuning atau hijau.
  • Umumnya penderita flu akan merasa meriang namun hal tersebut tidak dirasakan oleh penderita pilek.
  • Rasa lelah jarang menghampiri penderita flu tapi pasti menghampiri penderita pilek.
  • Gejala flu jarang ditandai dengan bersin, namun pilek selalu disertai dengan bersin.
  • Pada flu, gejala tiba-tiba seperti demam, sakit dan nyeri badan akan sangat cepat dirasakan. Sedangkan pada pilek, gejalanya berkembang setelah beberapa hari.
  • Sakit kepala adalah hal yang umum dialami saat flu, namun tidak saat pilek.
  • Sakit tenggorokan jarang terjadi pada flu. Sedangkan pada pilek, nyeri tenggorokan umum terjadi.
  • Nyeri dada hanya dirasakan oleh beberapa penderita flu, namun akan dirasakan oleh semua penderita pilek.

Bagaimana ciri-ciri Covid-19?

Gejala Covid-19

Covid-19 mirip dengan flu. Mulanya, orang yang terkena virus Covid-19 akan merasa demam tinggi yang kemudian disusul dengan rasa letih yang sangat, dan disertai pula (sebagian besar) batuk kering. Meski, ada angka yang merasakan batuk berdahak. Yang kemudian menjadi sesak napas.

Selain menyerang sistem pernapasan/paru-paru, Covid-19 juga akan bisa masuk ke sistem pencernaan sehingga menyebabkan diare pada penderitanya.

Ciri-ciri Rhinitis Alergika

Lalu bagaimana ciri-ciri rhinitis alergika? Atau pilek yang disebabkan alergi?

Pernahkah secara mendadak hidung Anda mulai berair, tersumbat, dan gatal? Reaksi tersebut serupa dengan reaksi alergi, tetapi terkadang gejala-gejala tersebut bisa mengindikasikan gangguan atau penyakit lainnya.

Bila rhinitis adalah salah satu dampak dari alergi, maka Anda akan mengalami mata dan hidung yang berair dan gatal, sering bersin, serta hidung yang tersumbat. Terkadang, Anda dapat memiliki kelopak mata yang membengkak, sakit kepala, mengi, dan batuk.

Gejala rhinitis karena alergi hampir serupa dengan gejala pilek biasa dan gejala-gejala tersebut muncul ketika ada kontak dengan pemicu alergi. Rhinitis adalah gangguan yang mudah diobati bila gejala alergi ringan.

Namun, ada juga rhinitis yang tidak disebabkan oleh alergi. Rhinitis yang tidak dipicu oleh alergi tidak menimbulkan ciri khas gejala alergi, berupa mata, hidung, dan tenggorokan yang gatal. Rhinitis yang bukan karena alergi memicu batuk, dahak di tenggorokan, hidung yang berair dan tersumbat, serta bersin-bersin.

Rhinitis adalah peradangan dan pembengkakan pada membran mukosa pada hidung atau lapisan kulit bagian dalam hidung. Peradangan dan pembengkakan inilah yang memicu gejala-gejala di atas.

Semoga saja informasi di atas bermanfaat!

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *