Definisi Sistem Pengendalian Manajemen (Management Control System)

Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat. Menurut John Mc Manama sistem merupakan “sebuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsi- fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif dan efisien.”

Terdapat beberapa definisi mengenai pengendalian menurut para ahli. Menurut Mulyadi (2007) : “Pengendalian adalah usaha untuk mencapai tujuan tertentu melalui perilaku yang diharapkan.” Sedangkan menurut Agung Praptapa : “Pengendalian adalah suatu proses penjaminan di mana perusahaan dan orang – orang yang berada dalam perusahaan tersebut dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.”

Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Menurut Dr. SP. Siagian dalam buku “Filsafat Administrasi” management dapat didefinisikan sebagai “kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui orang lain”.

Baca Juga: Penerapan Action Control pada KPPN

Menurut Kenneth A. Merchant dan Wim A. Van der Stede dalam bukunya yang berjudul “Management Control System” mendefinisikan bahwa : “Management control is all devices or systems managers use to ensure that the behaviors and decisions of their employees are consistent with the organization’s objectives and strategies. The systems themselves are commonly referred to as management control systems.”

Dapat diartikan bahwa Sistem Pengendalian Manajemen merupakan suatu kontrol manajemen yang meliputi semua perangkat atau suatu sistem manajer yang digunakan untuk memastikan bahwa perilaku dan keputusan karyawan dari suatu perusahaan konsisten dengan tujuan dan strategi organisasinya. Pengendalian Manajemen merupakan fungsi yang kritis dalam organisasi. Permasalahan- permasalahan di bidang management control mengakibatkan kerugian yang cukup besar, bahkan sampai kepada kegagalan organisasi. Walaupun memiliki Managemant Control System (MCS) yang baik itu sangat penting, tetapi tidak berarti bahwa menambah sistem pengendalian tidak selalu menjadikan MCS selalu lebih baik.

Salah satu konsep tipologi dari MCS adalah Management Control System (MCS) Package, seperti yang dipaparkan oleh Malmi dan Brown (2008), diilustrasikan sebagai berikut :

Dalam MCS Package tersebut, MCS dibagi menjadi 5 grup yaitu : Cultural Controls, Planning, Cybernetics Controls, Reward and Compensations, dan Administrative Controls. Dengan pendekatan MCS yang dipelajari dari Merchant and Van der Stede (2007), organisasi / perusahaan dapat menggunakan 4 (empat) alternatif management controls yang terdiri dari Results Controls, Action Controls, Personnel Controls, dan Cultural Controls.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *