aku terjatuh ke dalam senyummu dan aku terperangkap, terpenjara sia-sia sudah kemerdekaan bertambah lagi duka setelah kemiskinan, intoleransi kini aku papah padamu isi kepalaku berubah, bukan lagi kolam berair jernih ikan-ikan tak berkumpul, pergi menujumu bagaimana caramu menjatuhkan aku lebih cepat dari pukulan ali ketika menjatuhkan foreman senyummu adalah sebuah lubang yang memaksaku jatuh dan…
Category: Puisi
Puisi-puisi Soe Hok Gie
MANDALAWANGI – PANGRANGO Senja ini, ketika matahari turun ke dalam jurang-jurangmu aku datang kembali ke dalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan dan aku terima kau dalam keberadaanmu seperti kau terima daku aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi…
Puisi-puisi Aan Manysur di Kompas
Menyeberang Jembatan aku ingin menceritakan apa yang mampu aku rasakan ketika berjalan sendirian di jembatan. ibuku penasaran kenapa aku senang melakukannya. dia tidak mengerti waktu aku mengatakan: aku memperoleh kebahagiaan dari yang getar gemetar di hatiku. seperti jatuh cinta? tidak, ibu. dia diam dan aku merasa kalah. perihal membosankan dan percuma selalu lebih mampu menemukan…
Puisi-puisi Wiji Thukul
PERINGATAN Jika rakyat pergi Ketika penguasa pidato Kita harus hati-hati Barangkali mereka putus asa Kalau rakyat bersembunyi Dan berbisik-bisik Ketika membicarakan masalahnya sendiri Penguasa harus waspada dan belajar mendengar Bila rakyat berani mengeluh Itu artinya sudah gawat Dan bila omongan penguasa Tidak boleh dibantah Kebenaran pasti terancam Apabila usul ditolak tanpa ditimbang Suara dibungkam kritik…
Sajak-Sajak Chairil Anwar
Berikut adalah sajak-sajak Chairil Anwar yang terkenal semasa hidupnya. Tak Sepadan Aku kira: Beginilah nanti jadinya Kau kawin, beranak dan berbahagia Sedang aku mengembara serupa Ahasveros. Dikutuk-sumpahi Eros Aku merangkaki dinding buta Tak satu juga pintu terbuka. Jadi baik juga kita pahami Unggunan api ini Karena kau tidak ‘kan apa-apa Aku terpanggang tinggal rangka. Sia-sia…