Brang Bako

Brang Bako, Potensi Destinasi Wisata Masa Depan di Sumbawa

Brang Bako, sempat disebut Cerca Trova, sebagai potensi destinasi wisata masa depan di Sumbawa. Objek utamanya berupa pantai, dengan garis pantai yang sangat panjang, ditambah keasrian alam pegunungan dan hutan hijau yang terhampar tidak jauh dari bibir pantai.

hutan brang bako

Tersimpan di Desa Jotang, ujung selatan Kecamatan Empang, Brang Bako adalah surga bagi mereka yang menyukai petualangan. Apalagi para peselancar. Beberapa traveler telah menyambangi Brang Bako lewat jalur laut via Pantai Lakei, Dompu guna bermain dengan ombak pantai selatan yang khas.

Pantai Brang Bako
Farhan Syadli di Brang Bako

Minggu lalu (16-17 November), teman-teman dari Adventurous Sumbawa melakukan perjalanan darat dari Sumbawa Besar. “Waktu tempuhnya kira-kira 1 jam perjalanan dari Desa Jotang,” ujar Farhan Saydli, Ketua Adventurous Sumbawa.



Brang Bako sendiri dalam bahasa Sumbawa berarti sungai (brang) dan bakau (bako). Keindahan Brang Bako mulai terkuak manakala masuk dalam salah satu episode Jejak Petualang yang tayang di Trans TV.

Dalam Jejak Petualang tersebut ditayangkan tentang Geluning, tanaman liar yang biasa tumbuh di pesisir selatan Pulau Sumbawa. Tanaman tersebut biasa digunakan oleh masyarakat Dusun Brang Bako untuk membungkus ikan yang akan diolah menjadi kuliner lezat dengan teknik pengasapan.

Geluning, tanaman semak ini bertinggi sekitar 3 meter. Bunganya berwarna ungu dan mengundang banyak kupu-kupu. Kesannya mirip lavender karena juga memiliki kemampuan mengusir nyamuk. Potong saja satu ranting, kemudian bakar atau taruh saja di kamar ataupun kolong-kolong rumah panggung, nyamuk enggan mendekat.

Geluning

Selama ini masyarakat Brang Bako banyak menggunakan tanaman ini sebagai pembungkus ikan-ikan asap yang akan dibawa pulang ke kampung utama (Desa Jotang Beru). Konon daun geluning ini memiliki kemampuan menjaga harum ataupun wanginya aroma ikan bakar yang dibawa bepergian jauh.

Di Brang Bako, terdapat banyak ikan parrotfish yang juga dikenal sebagai penghasil sedimen pasir yang dapat membantu ekosistem terumbu karang tetap terjaga. Bahkan di kepulauan Karibia, seekor parrotfish dapat menghasilkan sebanyak 90 kilogram pasir dalam waktu satu tahun, dan ikut berperan besar dalam pembentukan pulau-pulau kecil di Karibia. Itu artinya keadaan terumbu karang di Brang Bako sangatlah bagus.

Ikan parrotfish yang kerap disebut sebagai ikan kakatua ini sebenarnya dilindungi di luar negeri. Untuk itu perlu edukasi agar ikan ini jangan sampai ditangkapi lagi.

Senja di Brang Bako

Melihat foto-foto perjalanan awak Adventurous Sumbawa, sejujurnya saya iri dan ingin ikutan. Pasti seru sekali.




Credit Photo: Farhan Syadli dan Michael Risdianto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *