Bersama Sahabat – UMi Bangkit, Sekrup Penggerak Perekonomian

Banyak orang butuh modal untuk memulai usahanya. Namun, tidak semua orang dapat dilayani oleh perbankan. Pemerintah tentu saja memikirkan hal ini, karena menyadari betul setelah belajar dari krisis moneter tahun 1997, sektor riil yang harus digerakkan. Bukan cuma usaha kecil dan menengah, melainkan ada entitas yang lebih kecil lagi berupa usaha Ultra Mikro (UMi) yang harus diperhatikan. Oleh karena itu, hadir program bernama Pembiayaan Ultra Mikro (UMi).

Debitur UMi asal Telaga – Majalengka, Ibu Nonoh Ukinah (60 tahun) sedang menggoreng tahu yang akan dijual.

Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) merupakan program tahap lanjutan dari program bantuan sosial menjadi kemandirian usaha yang menyasar usaha mikro yang berada di lapisan terbawah, yang belum bisa difasilitasi perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). UMi memberikan fasilitas pembiayaan maksimal Rp20 juta per nasabah dan disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).

Sejak awal UMi hadir, Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Badan Layanan Umum di bawah Ditjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan, menjadi coordinated fund pembiayaan. PIP tidak menciptakan lembaga penyalur baru, tetapi memberdayakan dan memperkuat Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) yang sudah ada, berpengalaman dalam pembiayaan UMKM selama minimal dua tahun, dan mendukung kearifan lokal. Saat ini, tambahnya, PIP menunjuk tiga LKBB sebagai penyalur. Ketiganya yakni PT Permodalan Nasional Madani/ PNM (Persero), PT Pegadaian yang melakukan penyaluran langsung, serta PT Bahana Artha Ventura (BAV) yang melakukan penyaluran tak langsung melalui lembaga linkage seperti Koperasi dan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA). 

Pandemi dan Komitmen UMi

Komitmen PIP dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dalam mendampingi dan membantu pelaku UMi

Dalam situasi pandemi, kondisi perlambatan ekonomi yang telah memasuki resesi membuat pemerintah terus melakukan upaya dalam menahan dampaknya. Salah satunya dalam bidang ekonomi untuk sisi penawaran, sejumlah bantuan terus diberikan untuk mengurangi kesulitan ekonomi masyarakat.

Salah satu bantuan yang terus dijalankan dan diperluas adalah Pembiayaan Ultra Mikro (UMi). Tahun ini, realisasi penyaluran Kredit UMi menunjukan kinerja yang cukup baik dibandingkan dengan tahun 2019. Walaupun sempat turun karena terpengaruh oleh pandemi Covid-19, penyaluran Kredit UMi terus meningkat pada kuartal ketiga. Hal tersebut menunjukkan adanya geliat UMKM yang terus berusaha bangkit dan tumbuh, khususnya pada UMKM yang telah memanfaatkan stimulus Kredit UMi.

Sampai dengan 25 September 2020, kinerja penyaluran UMi tahun 2020 telah menjangkau 1.499.953 debitur dengan nilai Rp4,85 triliun.  Capaian ini telah mencakup 94% dari target debitur pada 2020 yaitu sebanyak 1.600.000 debitur.

Melanjutkan kinerja untuk kesejahteraan masyarakat itu, Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Kementerian Keuangan meluncurkan kampanye “Bersama Sahabat – UMi Bangkit” untuk mendorong peningkatan ekosistem pinjaman para pelaku usaha khususnya segmen usaha Ultra Mikro (UMi). Peluncuran program ini dilakukan untuk mendorong pelaku usaha kecil, menengah, dan mikro agar bisa tetap bertahan di masa pandemi. Apalagi di masa pandemi ini, hampir 50 persen pelaku usaha UMKM terpaksa menutup usaha karena tergerusnya modal usaha yang tidak dibarengi dengan kenaikan permintaan.

Dalam peluncuran kampanye “Bersama Sahabat – UMi Bangkit” pada hari ini Ludiro menyampaikan pesan Direktur Jenderal Perbendaharaan Hadiyanto agar kampanye ini menjadi berita baik bagi para pelaku usaha Ultra Mikro (UMi) di Indonesia. “Pusat Investasi Pemerintah selama ini telah banyak membantu usaha Ultra Mikro di seluruh Indonesia dalam hal pinjaman agar mereka bisa terus menjalankan usaha. Selain dukungan pinjaman, Pusat Investasi Pemerintah juga memberikan bantuan lain seperti pelatihan dan pendampingan dalam hal pemasaran, keuangan, masalah legal, digitalisasi, dan lain lain,” ujar Ludiro.

Kampanye “Bersama Sahabat – Umi Bangkit”

Bersama Sahabat – UMi Bangkit dengan program Inkubasi UMi, Wadah Usaha UMi, dan Kampung UMi

Kampanye “‘Bersama Sahabat – UMi Bangkit” bertujuan memperkuat Ekosistem UMi. Jawa dan Maluku Utara dijadikan percontohan untuk daerah lain di Indonesia. 

Bagaimana kampanye ini dijalankan–yakni melalui kerjasama dengan beberapa pihak baik dari lingkungan Kementerian Keuangan, akademisi, pihak swasta, dan lain-lain. Beberapa program yang akan dilakukan antara lain program inkubasi UMi di Jawa Barat (Bandung Barat dan Majalengka) dan Jawa Timur (Malang), serta terbentuknya satu wadah untuk para pelaku usaha UMi di Maluku Utara. Inkubasi UMi di Jawa Barat dilakukan dengan menggandeng Pusat Inkubator Bisnis Oorange Universitas Padjajaran. Kegiatan pendampingan dilakukan terhadap 35 debitur UMi di Kabupatan Bandung Barat dan Majalengka. Mereka diberikan pelatihan dalam hal peningkatan pengetahuan, perbaikan kualitas produk, legalitas produk, dan peningkatan pengetahuan digital.

Suami dari ibu Nonoy Nurhasanah (pelaku usaha UMi di Majalengka) siap mendistribusikan sorabi ke warung-warung terdekat.

Di Jawa Timur, inkubasi UMi dilakukan melalui kerjasama dengan Badan Inovasi dan Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya (BIIW-UB). Pendampingan dan pelatihan oleh BIIW-UB dilakukan di kota Malang dan difokuskan pada dua hal yaitu pengelolaan pemasaran digital dan pembukuan keuangan. 

Dari program inkubasi UMi yang telah dilakukan di Jawa Barat maupun di Jawa Timur, kedepannya Pusat Investasi Pemerintah akan fokus pada pengembangan-pengembangan debitur di area cluster yang akan menjadi acuan sebagai percontohan Kampung UMi. Terbentuknya wadah bagi para pelaku usaha UMi di Ternate, Maluku Utara, dilakukan dengan melakukan pendampingan dan pelatihan bagi 13 debitur UMi Ternate terkait nama produk, manajemen, pinjaman, dan pemasaran. Wadah ini juga dimaksudkan sebagai sarana promosi usaha dan belajar manajemen usaha agar pelaku usaha mikro di Ternate bisa naik kelas menjadi pengusaha UMKM ke depannya. 

Program Lelang Produk UMi Unggulan Tahun 2021

Tahun ini, Pusat Investasi Pemerintah menyelenggarakan program lelang, seperti yang sudah dilakukan pada hari Senin (30/08) kemarin dengan sistem lelang terbuka ataupun tertutup. Ada 76 paket/lot dari 15 debitur yang ditawarkan kepada masyarakat yang terdiri dari berbagai produk seperti makanan dan minuman, kerajinan tangan seperti kain batik, hasil rotan, pakaian, kerajinan kayu dan lain-lain.

Suami dari Ibu Dedoh (46 tahun), debitur UMi asal Banjaran, Majalengka sebagai pengusaha retail barang bekas sedang memilah barang untuk diolah kembali.

Sebanyak 66 lot paket dilelang dengan sistem close bidding yang dilakukan pada 25 – 30 Agutus 2021, dan 10 lot dilelang dengan sistem open bidding pada 30 Agustus kemarin. Pada sistem close bidding harga penawaran rata-rata mengalami kenaikan sebesar 16% sementara pada open bidding terjadi kenaikan rata-rata sebanyak 17%.

Program Lelang Produk UMi Unggulan Tahun 2021 oleh Pusat Investasi Pemerintah merupakan hasil dari kolaborasi antar lembaga di bawah Kementerian Keuangan seperti Koperasi Pegawai Kantor Pusat Perbendaharaan (Koppbn) – Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Direktorat Lelang – Ditjen Kekayaan Negara, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) – 1 Jakarta. Program ini bertujuan untuk membantu memasarkan produk dari debitur UMi, mendukung penguatan Ekosistem UMi, menambah saluran penjualan produk UMi, serta sebagai wujud sinergi antar lembaga dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui platform www.lelang.go.id yang disediakan oleh Direktorat Lelang, DJKN dapat menjadi alternatif penjualan produk UMi.

Peran Masyarakat dalam Social Capital

Peran kita untuk membeli dagangan seperti sorabi ini guna mendukung pertumbuhan usaha mikro.

Pada akhirnya, saya jadi ingat tulisan Chatib Basri tentang social capital. Cara terbaik untuk bertahan dan tumbuh adalah apabila masyarakat saling membantu sama lain. Dalam konteks UMi, akan sangat membantu sekali apabila masyarakat mau membeli produk dari pelaku UMi.

Jika ada warung-warung di dekat rumah, berbelanjalah di sana. Jika ada tetangga yang berdagang bakso, makanlah di sana. Selain sebagai bentuk silaturahmi, itu menjadi bentuk dukungan agar perekonomian tumbuh dan bergerak lewat pergerakan sekrup kecilnya yakni usaha ultra mikro itu.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

4 Comments

  1. Baru tahu soal UMi ini dan sangat terasa manfaatnya di kehidupan masyarakat kayak keluarga Bu Dedoh ini. Kata-kata Pak Chatib Basri juga kena banget.

  2. Bermanfaat banget ya program sahabat UMI untuk membantu masyarakat

  3. Bermanfaat sekali, thanks for sharing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *