BARANG PUBLIK (PUBLIC GOODS) DAN IMPLEMENTASINYA DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA

Pada Pembukaan UUD 1945, telah termaktub tujuan bernegara Negara Indonesia, antara lain: melindungi segenap bangsa Indonesia, menciptakan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan perdamaian dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Untuk melaksanakan tujuan bernegara tersebut, dibentuklah alat-alat negara yang mengurusi bidang pertahanan keamanan, lembaga peradilan, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya. Bidang-bidang tersebut merupakan urusan vital bagi negara Indonesia, oleh karenanya penguasaannya mutlak oleh pemerintah. Hal ini juga untuk mencegah adanya tindak penguasaan akan barang publik yang tidak semestinya oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang hanya akan mengambil keuntungan sebesar-besarnya.

Baca Juga: Public Interest (Kepentingan Publik)

Namun demikian, dipengaruhi oleh perkembangan jaman yang kian pesat dan juga usaha pemenuhan standar hidup masyarakat yang kian meningkat, maka terdapat pergeseran penguasaan sebagian barang publik tersebut dari pemerintah kepada sektor-sektor swasta, misalnya di bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan. Meskipun hal ini terlihat wajar di dunia jaman modern ini, namun ternyata pelaksanaannya tidak mudah. Diperlukan berbagai strategi yang tepat sasaran dan seimbang untuk mengawasi dan menyeimbangkan pengaruh swasta terhadap penyediaan dan produksi barang publik.

Definisi Barang Publik

Barang publik atau Public Goods bisa dibedah dari asal katanya. Kata “Public” berasal dari istilah Latin “publicus”, yang berarti dewasa, dalam konteks ini maka dapat diartikan sebagai gagasan yang berhubungan dengan orang-orang. Dalam bahasa Inggris, “public” berarti milik bangsa, negara, atau masyarakat pada umumnya atau dipelihara oleh atau digunakan oleh orang atau masyarakat secara keseluruhan. “Good,” sebagai kata sifat, berasal dari bahasa Anglo-Saxon “god”, yang diucapkan dengan memanjangkan “o” seperti “goad” dan berarti menyenangkan atau menyesuaikan. Ketika kata tersebut digunakan sebagai kata benda, akanmengacu padakomoditas danpropertipribadi. Dengan demikian maka Public Goods dapat diartikan sebagai manfaat yang tersedia untuk semua orang atau kepada seluruh masyarakat.

Casual Definition of Public Goods

Pada Casual Definition, barang publik dinyatakan sebagai barang atau layanan yang diberikan melalui sektor publik. Penyediaan barang publik tidak selalu berarti diproduksi oleh pemerintah. Misalkan saja perusahaan swasta adalah yang biasanya memproduksi kapal perang, dan kemudian kapal selam tersebut dibeli oleh pemerintah dengan menggunakan dana dari kas Negara yang kemudian digunakan untuk menjamin keamanan nasional.

Pada Casual Definition pernyataan tersebut bisa dianggap benar tetapi tidak sepenuhnya akurat karena pemerintah juga terkadang menyediakan barang-barang privat. Contohnya pada Mixed Private Goods di mana perumahan yang merupakan barang privat disediakan oleh pemerintah. Perumahan publik tersebut walaupun terdapat kata publik di dalamnya akan tetapi penyewa maupun manajemen dari unit-unit perumahan tersebut tidak menganggap bahwa perumahan ADALAH BARANG PRIBADI karena tempat tinggalnya bukan ruang terbuka yang bisa dipakai oleh masyarakat umum.

Abstract Definition of Public Goods

Definisi abstrak menyatakan bahwa “barang publik” adalah barang dan jasa yang bersifat nonrival in consumption dan non-excludable. Meskipun definisi ini tepat, akan tetapi perlu dipahami dahulu mengenai dua konsep ini.

Rivalry/Persaingan

Rivalry/ persaingan dapat diartikan sebagai keadaan apabila seseorang telah mengkonsumsi barang tersebut maka orang lain tidak dapat menikmati barang yang sama.Contoh yang paling mudah dari rivalry adalah gigi palsu. Apabila seseorang telah menggunakan gigi palsu yang telah dipakai oleh si A, maka si B dan orang lain  tidak dapat menggunakannya dalam waktu yang bersamaan. Berbeda dengan “norival goods”, sebuah barang dikatan “nonrival goods” apabila beberapa orang atau keseluruhan masyarakat dapat menikmati suatu barang dalam waktu yang bersamaan.Contohnya adalah adanya festival seni dan budaya yang diadakn secara gratis.Saat A menyaksikan pertunjukan tersebut, maka si B dan seluruh orang dalam acara tersebut dapat menikmatinya secara bersamaan.

Excludability

Suatu barang dikatakan “excludable” ketika barang tersebut mampu mengecualikan pihak-pihak lain untuk menikmati barang tersebut kecuali bagi mereka yang membayarnya. Contoh dari barang yang excludable adalah pizza. Saat seseorang akan menikmati pizza, umumnya seseorang harus membayar untuk memperoleh makanan tersebut dan dia tidak akan memperoleh pizza apabila dia tidak membelinya. Kebalikan dari barang “excludable” adalah barang “nonexcludeable”. Sifat barang nonexcludable juga berkebalikan dengan barang excludable. Barang nonexcludable tidak mengecualikan pihak-pihak lain yang akan menikmati barang tersebut walaupun mereka tidak membayarnya. Contoh barang nonexcludable adalah konser gratis atau software yang bersifat freeware.Konser gratis bersifat nonexcludable karena walaupun tanpa mengeluarkan uang, masyarakat banyak dapat secara bebas menikmatinya.

Public Goods Can Be Differentiated from Alternative Categories

Para ekonom menggunakan sifat “nonrival” dan “nonexcludable” sebagai variable untuk membedakan antara barang publik dan dengan barang lainnya. Sifat-sifat tersebut kemudian digunakan untuk menciptakan empat kemungkinan kombinasi sebagai berikut :

Private Goods adalah kebalikan dari barang publik di mana sifatnya adalah Rivalry dan excludeable. Hampir setiap barang yang dijual di pasaran adalah termasuk barang privat.Contohnya apabila kita membeli snack, maka kita diwajibkan untuk membayarnya agar kita memperoleh kenikmatan dari barang tersebut.Maka snackdapat diartikan memiliki sifat excludable. Kemudian kita ketahui bahwa snack yang kita makan tidak akan bisa dinikmati oleh orang lain sehingga snack memiliki sifat rivalry juga. Dengan demikian maka snack termasuk kepada private goods.

Club Goods/ Toll goods adalah barang yang bersifat nonrivalakan tetapi memiliki sifat excludeable. Istilah lainnya adalah “natural monopolies”. Contoh dari toll goods adalah jalan toll dimana jalan sebenarnya adalah barang yang bersifat nonrivalry, akan tetapi dia memliki sifat excludable karena mengharuskan pengguna jalan untuk membayar agar seseorang dapat menikmati jalan tersebut.

Common Goods adalah barang-barang yang bersifat “rivalry in consumption” namun “nonexcludable”.Ciri barang tersebut adalah tersedia dalam jumlah besar dan dapat diakses dari berbagai lokasi sehingga bersifat nonexcludable. Contoh barang common goods adalah ikan yang ditangkap di laut. Ikan yang dipancing adalah barang nonexcludeableakan tetapi bersifat rivalry karena ikan yang ditangkap nelayan A tidak akan dinikmati oleh nelayan B.

Public goods adalah barang yang memiliki sifat nonrivalry dan nonexcludable.Contoh dari barang publik murni yang umum adalah pertahanan nasional.Barang publik tidak mengecualikan pihak-pihak yang tidak membayar untuk menikmati barang publik dan setiap orang dapat menikmatinya tanpa harus mengurangi atau menghilangkan kenikmatan yang dirasakan individu lainnya.

DEGREES OF RIVALRY AND EXCLUDABILITY IN PUBLIC GOODS

Barang publik murni adalah suatu yang langka di dunia karena pada umumnya barang sebagian sifat “rivalry” maupun sebagian sifat “excludable” dimiliki setiap barang. Dalam dunia nyata, sedikit sekali barang-barang yang memiliki sifat nonexcludable dan nonrivalry sepenuhnya. Hanya terdapat beberapa barang yang merupakan barang publik  murni. Beberapa ekonom memvisualisasikan karakteristik seperti rivalry dan excludability sebagai kontinum, dengan berbagai derajat.

Barang yang memiliki sifat nonrivalry dan nonexcludable sepenuhnya adalah pertahanan nasional. Semua warga masyarakat dapat menikmati keseluruhan manfaat dari pertahanan nasional tanpa melihat berapa jumlah penduduknya. Walaupun terdapat tambahan penduduk, tidak terdapat pula tambahan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh manfaat dari pertahanan nasional. Tingkat rivalry in consumption yang terletak di antaranya (0% – 100%) timbul karena adanya eksternalitas. Contohnya kasus tersebut dapat kita lihat pada jalan umum. Jalan umum merupakan barang nonrival murni apabila kita melewatinya pada saat jalanan tersebut sepi. Akan tetapi pada saat jam padat, maka tingkat rivalry jalan tersebut akan meningkat.

Sama halnya dengan rivalry, sifat barang excludable juga kadang tidak bersifat mutlak. Sebagai contoh, excludability dapat diubah dengan menggunakan teknologi di mana pembebanan biaya jalan tol mungkin dapat dikenakan secara elektronik tanpa mengharuskan mobil tersebut berhenti di pabean/pintu masuk. Di masa depan, mungkin pengenaan biaya tol dapat diterapkan di semua tipe jalan, termasuk jalanan kota. Kebijakan ini dapat mengurangi kemacetan jalan karena para pengendara mobil akan berusaha melakukan perjalanan saat off-peak hours, ketika tarif toll yang dikenakan masih lebih murah. Karena jalan raya berubah menjadi jalan toll, maka sifat nonexcludable-nya bergeser menjadi excludable.

DIFFERENTIATING PURE PUBLIC GOOD FROM ALTERNATIVE CATEGORIES

Tabel di bawah menunjukkan bahwa letak barang publik murni dan  barang privat murni berada di sudut yang belawanan. Tingkat rivalry dan excludability barang publik berada pada nilai 0%.Dan kebalikannya barang privat memiliki nilai rivalry dan excludability 100%.

Faktanya hampir tidak ada barang yang mendekati barang publik murni dan sebagian besar di antaranya berada di keduanya. Oleh karena itu, pemahaman akan barang publik akan dimulai dari pemahaman atas pure public goods sebagai istilah yang sudah umum.

Pure Public Goods

Seperti telah dijelaskan di atas, barang publik murni haruslah memenuhi kriteria nonrivalry dan non excludable secara penuh. Pada kenyataannya, barang publik murni masih diperdebatkan dan mungkin hanya ada dalam teori.Jenis barang yang mendekati kategori barang publik murni adalah pertahanan nasional dan program freeware. Barang publik murni, berdasarkan cakupan wilayah nonexcludability-nya, dapat dibagi dalam beberapa kategori sebagai berikut:

Barang Publik Internasional

Barang publik yang termasuk barang publik internasional contohnya keamanan internasional, pengetahuan, lingkungan, dan stabilitas ekonomi.

Barang Publik Nasional

Barang publik nasional meliputi pertahanan nasional, sistem hukum dan terkadang pemerintahan yang efisien.

Barang Publik Lokal

Contoh barang publik lokal adalah konser musik lokal atau siaran TV lokal.

Barang Privat Murni

Barang-barang yang beredar di masyarakat umumnya adalah barang privat murni. Sebagian besar ekonom berpendapat bahwa barang swasta murni  tidak memiliki eksternalitas. Eksternalitas terjadi ketika transaksi antara dua pihak membebankan biaya atau memberi manfaat pada pihak ketiga. Kebalikan dari barang swasta, yaitu barang publik, dapat dipandang sebagai kasus ekstrim eksternalitas.

Barang Publik Tidak Murni

Barang publik tidak murni berada di antara barang publik murni dan barang swasta. Beberapa ekonom telah mengusulkan beberapa alternative kategori untuk barang publik tidak murni antara lain:

Barang Publik yang Dikecualikan

Barang Publik yang dikecualikan adalah barang publik yang dapat dibuat terpisah. Contohnya pada jalan umum di sekitar Husein Sastranegara. Jalan umum seharusnya adalah barang publik, akan tetapi apabila ingin melewati jalan disekitar Bandara Husein Sastranegara maka orang yang melintas memerlukan stiker khusus yang menandakan kendaran tersebut boleh melintas jalan tersebut.

Barang Publik Congestible

Contoh barang congestible yang paling mudah adalah jalan raya saat jam sibuk. Saat jam sibuk jalan raya yang semula nonrival kemudian menjadi naik tingkat rivalry-nya saat jam-jam sibuk.

Barang Publik Campuran

Barang publik campuran adalah barang publik yang dicampur dengan barang jenis lain yang mengakibatkan menjadi barang publik tidak murni. Contohnya adalah siaran radio dengan iklan. Siaran radio tersebut mengandung sifat nonrival dan nonexcludables ehingga menjadikannya barang publik. Akan tetapi pada sisi pengiklan terjadi persaingan waktu tayang iklan dan pengiklan tersebut melakukan pembayaran agar iklannya dapat disiarkan di radio.

Barang Privat Tidak Murni

Kategori ini adalah yang umum digunakan. Beberapa ekonom  menganggap barang-barang yang tidak umum atau swasta murni sebagai barang publik murni. Eksternalitas terjadi setiap kali ada transaksi oleh dua pihak dengan membebankan biaya atau memberikan manfaat pada pihak ketiga yang bukan bagian dalam transaksi asli. Dalam eksternalitas positi disebutkan bahwa pihak ketiga memperoleh kebocoran manfaat sehingga tidak bisa lagi disebut barang swasta murni. Sedangkan eksternalitas negative memberi arti bahwa pihak ketiga tidak lagi dikenakan biaya secara penuh sehingga melanggar asumsi bahwa barang tersebut adalah barang privat murni. Eksternalitas negatif adalah pembenaran bagi intervensi pemerintah, baik untuk mengendalikan dampak negatif dari eksternalitas pada pihak terluka atau kompensasi untuk cedera mereka. Oleh karena itu transaksi dengan eksternalitas tidak lagi murni swasta.

Barang Privat Campuran

Barang privat campuran serupa dengan barang publik campuran, hanya saja barang tersebut mulanya adalah barang privat. Contohnya saat kampanye internasional untuk memberantas penyakit menular. Setiap individu yang diberi vaksin mendapatkan barang privat berupa vaksin yang merupakan barang yang memiliki sifat dan excludable. Akan tetapi hasil dari pemberantasan penyakit menular tersebut merupakan barang publik yang tanpa pesaing dan nonexcludable.

Barang Privat yang Disediakan Untuk Publik

Perumahan atau apartemen merupakan salah satu contoh barang privat karena hanya individu tertentu yang bisa memiliki dan bersifat harus membayar untuk memilikinya. Pemerintah yang memberikan subsidi untuk harga sewa kepada beberapa masyarakat.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *