Kebo Nange Hingga Ma Inang Kabau

“Kenapa ikan nggak bisa ngomong, Ayah?” tanya anakku yang saat itu masih berusia 3,5 tahun. Mendadak aku teringat sebuah film Korea. Dengan pertanyaan yang sama, Cha Tae Hyun menjawab, “Coba kau masuk ke dalam air, bisa ngomong nggak?” Tentu aku tidak menjawab demikian. Aku diam, berpikir. Anakku menyusulkan sebuah pertanyaan lain, “Kenapa ikan bisa berenang,…

Sajak Pembuka

sebuah tafsir bebas atas Surat Al Fatihah   aku sebatang ilalang patah, merunduk bukan karena angin kau yang menundukkan aku dan kucium bau tanah basah kulewati malam yang hening hanya ditemani dingin di saat itulah kurasakan kekosongan dan kurindukan rumah   sesaat setelah kubuka pintu, kulihat sebuah jembatan kau berada di seberang, tersenyum penuh kegetiran…

Metafora Padma dan Sejarah Sastra Kita

  Saya termenung mendengar pernyataan Saut Situmorang setelah keluarnya putusan pengadilan atas kasus yang menimpanya. “Kalau dunia hukum merasa berhak menilai dunia sastra, kenapa dunia sastra tak berhak menilai dunia hukum?” Tentu implikasi pernyataan ini bukan hanya mengenai keabsurdan kasus yang menimpa beliau—ketika berusaha membela sejarah sastra, menghadapi Fatin Hammama dan Denny Ja. Implikasinya juga…

Puisi-puisi Saut Situmorang

Saut Situmorang lahir 29 Juni 1966 di kota kecil Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Tapi ia besar di Medan. Pada 1989-2000, ia menetap di Selandia Baru. Di sana, ia belajar Sastra Inggris (BA) dan Sastra Indonesia (MA) di Victoria University of Wellington dan University of Auckland. Ia menulis puisi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Karya-karyanya…

Curug Cibareubeuy dan Sebuah Metafora

Seorang penyair dari Jawa Barat mengirimiku pesan minggu lalu. “Pring, jalan yuk!” katanya sambil mengunggah foto sebuah air terjun di instagram. Curug itu adalah Curug Cibareubeuy. Dia tahu aku punya hobi jalan-jalan dan kami sudah lama berwacana mau menjelajah tempat wisata di sekitar Bandung sejak ia tahu aku telah pindah ke Bandung. Baru Kamis lalu…

1 277 278 279 280 281 307