Puisi Nizar Qabbani

Nizar Qabbani lahir di Damaskus, 21 Maret 1923. Ia pernah bekerja di Departemen Luar Negeri Suriah dan bertugas di Mesir dan Inggris. Namun, pada tahun 1944 ia tinggalkan pekerjaannya untuk mencurahkan perhatian pada satu-satunya hal yang ia cintai: puisi. Karya-karya Qabbani terdiri dari lusinan antologi puisi yang sangat populer di dunia Arab. Banyak puisinya yang…

LOMBA CIPTA PUISI QURANI

  Memperingati Milad PARMUSI Ke-17, Pengurus Pusat (PP) Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) mengundang umat Islam se-Indonesia untuk menulis puisi bernafaskan kitab suci al-Quran. Puisi dimaksud adalah puisi yang ditulis berdasarkan kajian al-Quran, baik dari aspek kajian nilai, norma, sejarah, harapan, janji dan peringatan, maupun kisah-kisah kemanusiaan, kenabian, serta ketuhanan. Puisi qurani adalah puisi yang bersumber…

Public Interest (Kepentingan Publik)

  Public berasal dari bahasa latin publicus artinya: yang berkaitan dengan urusan atau urusan resmi dari semua orang, dibandingkan dengan hanya kelompok tertentu. Orang-orang pada umumnya, terlepas dari keanggotaan kelompok tertentu. Interest (merupakan peenyesuaian dari kata interesse, dari Anglo-French, dari Medieval Latin, dan dari bahasa Latin) artinya berarti hak, gelar, klaim atau bagian dari harta….

Kebo Nange Hingga Ma Inang Kabau

“Kenapa ikan nggak bisa ngomong, Ayah?” tanya anakku yang saat itu masih berusia 3,5 tahun. Mendadak aku teringat sebuah film Korea. Dengan pertanyaan yang sama, Cha Tae Hyun menjawab, “Coba kau masuk ke dalam air, bisa ngomong nggak?” Tentu aku tidak menjawab demikian. Aku diam, berpikir. Anakku menyusulkan sebuah pertanyaan lain, “Kenapa ikan bisa berenang,…

Sajak Pembuka

sebuah tafsir bebas atas Surat Al Fatihah   aku sebatang ilalang patah, merunduk bukan karena angin kau yang menundukkan aku dan kucium bau tanah basah kulewati malam yang hening hanya ditemani dingin di saat itulah kurasakan kekosongan dan kurindukan rumah   sesaat setelah kubuka pintu, kulihat sebuah jembatan kau berada di seberang, tersenyum penuh kegetiran…

1 276 277 278 279 280 307