Tips Berobat Online di Halodoc

Berobat online di Halodoc kini menjadi alternatif terbaik. Sebab, aku tidak memiliki keberanian datang ke fasilitas kesehatan, baik itu klinik maupun rumah sakit.

Sebelum work from home diberlakukan 17 Maret lalu, aku sempat mengantar anakku ke klinik di dekat rumah. Anakku itu punya amandel, dan sepertinya gara-gara makan es krim kebanyakan, amandelnya meradang sehingga dia demam dan batuk. Yang bikin horror adalah, selama di klinik ada pasien lain yang tampak demam, batuk-batuk, tidak memakai masker.

Sepulang dari klinik, aku segera menginstall aplikasi Halodoc dan hingga kini sudah beberapa kali aplikasi itu kugunakan untuk berkonsultansi dengan dokter. Bahkan konsultansi pertamaku gratis, ke dokter umum, untuk mengeluhkan aku yang juga terasa sakit tenggorkan, dan setiap menjelang tidur merasa agak sesak. Aku memang punya asma. Alergi pula. Hanya saja, mendengar dada berbunyi seperti ada tikusnya di masa pandemi, membuatku jadi berpikir yang tidak-tidak.

Fasilitas yang ada di Halodoc

Begitu membuka aplikasi Halodoc, kita akan disuguhi 3 baris menu.

Bicara dengan Dokter

Menu pertama adalah bicara dengan dokter. Lewat menu ini, kita bisa memilih ingin berkonsultansi dengan dokter apa di Halodoc. Ada dokter umum dan ada dokter spesialis.

Ada sub-menu tambahan COVID-19 untuk berkonsultansi dengan dokter kalau kita merasa khawatir dan bertanya-tanya apakah kita termasuk orang dengan risiko terpapar coronavirus atau tidak. Khusus submenu ini, biaya konsultansinya hanya 15.000, namun diberi potongan/subsidi sehingga GRATIS.

Untuk dokter umum sendiri, tarif konsultansi normalnya hanya Rp25.000 dan mendapat potongan sehingga kita hanya membayar Rp10.000 saja. Sedangkan untuk dokter spesialis, tarif normalnya Rp50.000, tetapi kita hanya membayar Rp25.000.

Kita pun bisa memilih dokter yang kita kehendaki. Kita bisa melihat nama dokter beserta waktu pengalaman dan rating yang diberikan oleh pasien.

Beli Obat

Setelah selesai konsultansi dengan dokter, biasanya kita diberi resep. Dari resep tersebut, kita bisa langsung membeli obat ke apotek yang sudah bekerja sama dengan Halodoc. Pengiriman dijanjikan akan selesai dalam waktu 1 jam, diantar oleh Gojek.

Tidak membeli obat di Halodoc juga bisa, namun ada obat-obat tertentu yang tidak bisa dibeli bebas di apotek. Seperti pengalamanku saat hendak membeli Rhinos (obat flu). Apotek meminta resep langsung dari dokter.

Membeli obat di luar rangkaian konsultansi pun bisa dilakukan di Halodoc. Nanti, aplikasi akan mengecek kesediaan obat di apotek-apotek yang bekerja sama dengan Halodoc. Halodoc akan memilihkan apotek yang terdekat dan memiliki obat dengan harga termurah.

Buat Janji Kunjungan ke Rumah Sakit

Untuk yang satu ini, aku belum pernah mencobanya. Ada rumah sakit-rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan Halodoc. Kita akan melihat submenu Rekomendasi RS setelah itu muncul di bagian apa kita hendak berobat dan segera bikin janji.

Baca Juga: Kenali Perbedaan Flu dan Pilek dengan Covid-19

Itulah tiga menu utama yang ada di Halodoc. Bagi teman-teman yang ingin bikin janji bila hendak melakukan Rapid Test Covid-19, kita bisa juga melakukannya di Halodoc. Harga untuk rapid test sendiri mulai dari Rp295.000 di rumah sakit-rumah sakit tertentu.

Selain itu, bagi teman-teman yang hobi membaca artikel kesehatan, Halodoc juga menyediakan artikel-artikel yang berisi informasi seputar dunia kesehatan seperti tema seks, kecantikan, kehamilan, hingga pola hidup sehat dan perkembangan anak.

Sejauh ini, buatku pribadi, Aplikasi Halodoc sudah banyak memberikan manfaat dan berhasil menjadi alternatif terbaik tatkala kita memiliki keterbatasan untuk bisa datang ke prakti dokter langsung. Harga konsultansinya murah pula. Bisa ke dokter spesialis dengan hanya membayar 25 ribu saja.

Ayok, buruan segera install aplikasi Halodoc dan rasakan manfaatnya!

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

8 Comments

  1. Kebetulan salah satu teman saya juga menjadi bagian dari dokter di halodoc. Saya sendiri belum pernah nyoba Krn berasa bisa konsult langsung sama temen sendiri. Untuk resepan obat mungkin lebih ngena ya mas, Krn rcikan atau obat agak keras ga bisa tanpa resep dokter… Yang mau ditanyain, apakah dalam konsultasi halodoc kita juga dapat menyertakan foto atau gambar kondisi pasien? Dan bagaimana jika utk pasien orngtua yang perlu pemeriksaan alat jikalau tidak ada alatnya di rumah? Btw bermanfaat infonya mas. Jd tertarik pengen nginstal juga 🙂

    1. Foto juga bisa diikutsertakan.
      Keterbatasan memang ada speerti saat saya berobat THT. Dokter nggak bisa tegak diagbosisnya karena ga bisa mwlihat langsung kondisi telinga.

  2. biaya konsultasi nya murah murah ya.

  3. Teknologi yang memudahkan. Lengkap tipsnya mas, terima kasih udah share.

  4. So far belum pernah sama sekali konsultasi medis secara online. Tp selama pandemi ini dokter langgananku tutup. Mungkin dgan download aplikasi hlodoc someday saya bisa manfaatkan app ini

  5. Solusi banget halodoc ini. Aku sampe melototin harga konsultasinya karena rada gak percaya. Bisa cuma 10 ribu aja. Kalo menurutku lebih enak online gini konsulnya. Lebih leluasa tanya ini itu.

  6. Situasi seperti sekarang memang butuh konsultasi dengan cara aman ya. Meski mungkin susah untuk tindakan tetapi kan minimalisir minum obat sembarangan tanpa pengawasan dokter ya.

  7. Tulisan bermanfaat. Untung ada yang semacam halodoc ya Mas Pri, membantu orang-orang konsultasi dan berobat saat harus membatasi pergerakan ke luar rumah. Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *