Tentang Pilihan Kata (Diksi)

Ada dua istilah yang perlu dipahami berkaitan dengan pilihan kata ini, yaitu istilah pemilihan kata dan pilihan kata. Kedua istilah itu harus dibedakan di dalam penggunaannya. Pemilihan kata adalah
proses atau tindakan memilih kata yang dapat mengungkapkan gagasan secara tepat, sedangkan pilihan kata adalah hasil dari proses atau tindakan memilih kata tersebut.

Bandingkan, misalnya, dengan istilah penulisan dan tulisan. Penulisan merupakan proses atau tindakan menulis, sedangkan tulisan merupakan hasil dari proses menulis. Dalam kegiatan berbahasa, pilihan kata merupakan aspek yang sangat penting karena pilihan kata yang tidak tepat selain dapat menyebabkan ketidakefektifan bahasa yang digunakan, juga dapat mengganggu kejelasan informasi yang disampaikan. Selain itu, kesalahpahaman
terhadap informasi dan rusaknya situasi komunikasi juga tidak jarang disebabkan oleh penggunaan pilihan kata yang tidak tepat.


Baca Juga: Diksi dalam Puisi


Sebagai contoh, mari kita perhatikan beberapa ungkapan berikut.
(1) Diam!
(2) Tutup mulutmu!
(3) Jangan berisik!
(4) Saya harap Anda tenang.
(5) Dapatkah Anda tenang sebentar?

Ungkapan-ungkapan tersebut pada dasarnya mengandung informasi yang sama, tetapi dinyatakan dengan pilihan kata yang berbeda-beda. Perbedaan pilihan kata itu dapat menimbulkan kesan dan efek komunikasi yang berbeda pula. Kesan dan efek itulah yang perlu dijaga dalam berkomunikasi jika kita tidak ingin situasi
pembicaraan menjadi terganggu.

Kenyataan tersebut mengisyaratkan bahwa masalah pilihan kata hendaknya benar-benar diperhatikan oleh para pemakai bahasa agar bahasa yang digunakan menjadi efektif dan mudah dipahami sebagaimana yang kita maksudkan.

Perlunya memperhatikan, menimbang-nimbang, dan memikirkan lebih dahulu kata-kata yang akan digunakan juga sudah diingatkan oleh pendahulu kita melalui pepatah-pepatah dan peribahasa-peribahasa.

Misalnya:

Mulutmu adalah harimaumu.
Lidah itu lebih tajam daripada pedang.

Ungkapan-ungkapan bijak tersebut mengingatkan kepada kita agar dalam berbicara atau dalam berkomunikasi kita berhati-hati memilih kata. Kehati-hatian itu dimaksudkan agar kata-kata yang kita gunakan tidak berbalik mencelakai diri kita sendiri ataupun menyebabkan orang lain merasa sakit hati.


Sumber: Bentuk dan Pilihan Kata. Seri Penyuluhan Bangsa Indonesia

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *