Tanifund Bermasalah, Kapan Klarifikasi? Di Mana Peran OJK?

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul Tanifund Gagal Bayar, Mau Bangkrut? Saya sengaja menunggu hari ini udah “memvalidasi” dugaan masalah-masalah yang ada di Tanifund.

Per hari ini, TKB90 Tanifund turun di angka 84,81%. Dan perlu dicatat angka ini adalah angka total. Apabila Tanifund menerakan TKB90 tahunan, angkanya bisa jauh lebih kecil dan mungkin tidak sampai 20%. Angka 84,81% ini sebenarnya sudah memprihatinkan dan membuat saya bertanya-tanya di mana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berada? Apa yang mereka lakukan dalam memonitoring Tanifund, adakah?

Ada beberapa hal penting yang terjadi belakangan yang membuat saya semakin yakin betapa pelik masalah di manajemen Tanifund. Dan klaim di balik keterlambatan atau gagal bayar itu menjadi semakin sumir.

Pertama, pada akhir bulan ini, banyak proyek tidak melakukan pengembalian bunga. Ada 12 proyek tersisa (+1 sudah asuransi ~ 33%). 2 proyek sudah macet lebih dari 90 hari, 3 proyek terlambat, 7 proyek aktif (bila hari ini tidak ada pengembalian akhir, akan bertambah 2 proyek terlambat). Dari 7 proyek yang masih aktif kuikuti, hanya 2 yang melakukan pengembalian bulanan. Anehnya, sama sekali tidak ada notifikasi yang menjelaskan kenapa pengembalian bulanan tersebut tidak dilakukan.

Beberapa lender lain berinisiatif menanyakan kepada CS Tanifund dan menerima jawaban bahwa pihak Tanifund belum menerima bunga dari borrower sehingga pengembalian bulanan belum bisa dilakukan.

Hal ini memperlihatkan celah penting bagaimana sebenarnya monitoring di Tanifund tidak mencukupi atau bahkan tidak layak. Kenapa?

Dalam kasus sebelumnya, pengembalian bulanan tetap terjadi. Namun, ketika jatuh tempo, tiba-tiba proyek mengalami keterlambatan dan bahkan 90 hari kemudian gagal bayar. Artinya, di sini tampak tidak ada monitoring yang memadai dari pihak Tanifund. Pihak Tanifund hanya menunggu kabar dari borrower.

Muncul dugaan liar, apakah proyek tersebut benar-benar ada dan berjalan? Sampai di sini saya menanti klarifikasi dari Tanifund dan sudah menanyakannya via email mengenai bukti foto setiap klaim dari Tanifund seperti apakah betul kena hama, apakah betul panennya tidak sesuai ukuran, apakah betul harga pakan naik (dibuktikan dengan laporan realisasi proyek)…. karena Tanifund punya kewajiban untuk monitoring. Kalau tidak, ya, apa yang terjadi di Tanifund akan persis sama dengan yang terjadi di Tanijoy. Bedanya, Tanijoy belum terdaftar dan diawasi oleh OJK. Lalu apa gunanya status terdaftar dan diawasi oleh OJK? #OJKGaGuna

Dalam komunikasi nonformal beberapa lender dengan manajemen Tanifund yang masih mau dihubungi, ada klaim bahwa semua ini terjadi dari manajemen yang buruk dari tim yang lama. Implisit, bisa jadi ada fraud di sana. Atau memang murni keteledoran akibat keagresifan tim dari Mbak G yang kini sudah pindah ke start up lain. Sehingga kredibilitas dan akuntabilitas borrower Tanifund yang kini dipertanyakan. Pihak Tanifund tengah mengalami kesulitan dalam melakukan penagihan terhadap dana yang sudah disalurkan tersebut.

Tadinya saya percaya dan menanti tim Tanifund membenahi struktur penagihan karena saya pribadi percaya pada Pamitra Wineka, yang pernah satu angkatan dengan saya di Matematika ITB. Dia orang yang baik dan jujur. Tapi…. hingga momen ini saya merasa kepercayaan saya runtuh. Apa sebab?

Hari ini adalah jatuh tempo salah satu proyek yang dimulai sejak tahun 2020. Vanili. Ya, proyek vanili ini memiliki jangka waktu 2 tahun. Logikanya, karena proyek ini proyek lama, alias tidak termasuk dalam proyek-proyek bermasalah di masa agresif, harusnya tidak ada masalah sama sekali. Sebab, semua proyek lain yang dimulai tahun 2020 tidak ada masalah. Tapi sampai tulisan ini dibuat, tidak ada pengembalian akhir ditambah pengembalian bulanan yang lalu juga belum dibayar. Dan keduanya tidak ada notifikasi sama sekali.

Artinya apa? Sistem Tanifund yang bermasalah!

Dalam media The Ken, disebutkan bahwa investasi yang diharapkan diterima Tanihub Group pada Juni ini statusnya stalled. Mereka tidak menerima investasi baru.

Konteksnya adalah, kemungkinan besar NPL selama ini palsu. Balik lagi, TKB90 menjadi bedak yang dioleskan ke P2P Lending satu ini untuk meraih kepercayaan lender dan meraih stempel dari OJK.

Uang yang dibagikan ke lender selama ini sepertinya bukan riil dari borrower. Tetapi ditutupi dulu dari uang VC. Sehingga para lender terbuai dengan tidak ada status gagal bayar bahkan hampir tidak ada keterlambatan sama sekali.

Di sini sebagai pihak yang dirugikan, saya dan para lender lain hanya bisa menduga-duga dan karena itu menanti klarifikasi dari top manajemen Tanifund. Sekaligus bertanya apakah ada harapan bahwa Tanifund tetap sustainable dan uang yang sekarang nyangkut bisa dikembalikan meski bertahap (tanpa menghitung berapa opportunity cost yang hilang).

Jika klaim nonformal bahwa pihak manajemen lama yang bermasalah dengan meninggalkan banyak masalah itu benar, mari diurai dan sama-sama kita selesaikan, terlebih bila ada dugaan pidana di sana. Kerugian telah terjadi nyata dan pasti. Tinggal membuktikan apakah ada pelanggaran proses bisnis dalam penilaian kredit yang sifatnya administratif (melahirkan konsekuensi tanggung jawab Tanifund terhadap lender) atau ada persekongkolan jahat (melahirkan konsekuensi pidana terhadap oknum terkait).

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

6 Comments

  1. Saya ada 2 project yg sudah gagal di tanifund. Next step harus bagaimana ya pak supaya OJK bisa periksa tanifund, kan tidak mungkin kita terus menunggu setiap bertanya ke CS

  2. Mungkin bisa juga media seperti Tempo mengadakan investigasi mengenai TaniFund ini.

  3. saya ada 5 project dg status 3 lancar, 1 terlambat dan 1 kurang lancar. saya juga sudah bolak balik menanyakan kejelasan status 2 pinjaman saya namun hanya dijawab oleh pihak CS (via WA) bahwa pihak tanifund terus berupaya melakukan penagihan kepada pihak borrower. namun yang jadi keanehan saya saat ini, sejak minggu lalu saya WA CS Tanifund tapi status WA nya tidak aktif. semoga pihak Tanifund segera memberi kepastian info soal nasib dana para lender yang belum dikembalikan..

  4. Pak Pringadi, tolong dong digerakkan massanya. Bapak kan penulis, bisa lah kirim2 artikel ke koran/surat kabar online supaya hal ini menjadi viral. Mohon bantuannya pak.

  5. Saya ada 13 proyek. Status 3 lancar (dalam arti, tenor masih berjalan), tapi realisasi pembayaran bunga terakhir bulan Mei 2022. Selebihnya, 10 proyek, tenor selesai tapi belum dikembalikan pinjaman (juga bunga). Bahkan, 2 proyek diantaranya, macet. Saya berharap Tanifund bisa lebih transparan dan memberikan kepastian. Juga keluar dari label gagal bayar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *