Tag Archives: cerita rakyat banyuasin

Puisi | Lanang Penyungkan (dari Cerita Rakyat Banyuasin, Rumah Lame)

Mereka membuat rakit, dan mengikatnya dengan
rasa sakit. Ingatan tentang Yusuf yang rupawan
dibuang di sebuah sumur, lalu diselamatkan sebagai
budak, membuat keenam kakak lupa umur.
Namun bukan iri, bukan dengki. Hanya tak rela
bapaknya didurhakai.

Mereka membuat rakit, lalu mengabaikan dendang
tentang kesek dan labu parang. Berharap dan tidak
berharap tuah. Bila tuah, kembalilah. Bila tanpa, hilanglah.
Biar arah tercabut dari akarnya.

Sampai mereka menutup mata, dan mengingat dulu
pernah ada hamba, duduk di bawah sebuah pohon
lalu menjadi Buddha

Seperti itu pula kemudian, rakit itu tersangkut
di sebuah Kayu Bayur. Tak ada sumur, sebab Musi berkelana
hingga jauh. Segala bisa terhanyut, namun tidak ia.
Yang terbangun dan papah, memandang diri tak berdaya
Sirna sudah segala keengganan, namun matahari bersinar
Diraba dadanya, masih cukup jumlah debar.

Ia pun mulai membangun rumah, dari segala yang terlewat
Sambil mengingat mereka yang membuat rakit, saat ia tertidur
menolak pergi ke sawah, merambah kasih Tuhan
lewat bibit dan lumpur.

Lalu ia letakkan segala yang berharga dan tidak berharga
dan menerapkan mantra, siapa saja boleh memilih gila
kehilangan akalnya, bila mencuri di Rumah Lama.

 

Puisi ini terinspirasi dari cerita rakyat Banyuasin berjudul Asal Mula Rumah Lama Rantau Bayur.

Puisi | Biyuku (dari Cerita Rakyat Banyuasin “Putri Biyuku”)

Setelah berubah menjadi seekor kura-kura
ia tidak mengenal hutan, karena lahan
tempat ia menghina orang-orang buruk rupa
telah menjadi perkebunan sawit. Ia lupakan
rasa sakit, pergi bersama arus sungai, ke rawa
ke muara, ke mana saja–ia bisa menemukan
maaf Ayah.

Namun, begitu sulit. Ia bahkan tak mendapatkan
segerombolan kura-kura lain yang dulu menunggu
kelahirannya. Seolah-olah Tuhan telah memberikan
karma masa lalu, saat Ayah menancapkan sembilu
ke hati siapa saja yang inginkan kebahagiaan.



Bagaimana ia bisa mencemooh takdir
yang membuatnya tak bisa memilih segala sifat yang hadir?

Ia sesungguhnya hanya seorang perempuan manja
ingin segala hidup miliknya baik-baik saja

Tetapi dunia, tidak pernah baik-baik saja.

(2019)

Puisi ini diilhami dari Cerita Rakyat Banyuasin berjudul “Putri Biyuku”. Puisi ini menjadi bagian dari proyek puisi yang berasal dari cerita rakyat Sumatra Selatan, dimulai dari Banyuasin. Berikut puisi lain yang sudah diciptakan:

  1. Musi Landas
  2. Mengusir Setan

Continue reading Puisi | Biyuku (dari Cerita Rakyat Banyuasin “Putri Biyuku”)