Puisi Rezqie M. A. Atmanegara

KABAR INDONESIAKU HARI INI

akhirnya sampai jua kita di gerbang Kemerdekaan
yang dihantarkan oleh para pemimpin terdahulu
menyerahkan negeri berpanji merah putih ini
kepada kita anak kandung rakyat Indonesia

tapi ketika kita telah jauh melangkah
semakin memasuki perjalanan panjang negeri

kita semakin disambut oleh kejutan demi kejutan
bukan lagi oleh bom dan meriam yang dilancarkan penjajah
bukan pula dihujani beribu peluru dari pesawat tempur kolonial
bahkan bukan dikepung oleh pasukan Belanda atau Jepang
melainkan kita sekarang telah dipermainkan dan diperbudak 
oleh ketidakadilan saudara sekandung di negeri sendiri

bila ada yang bertanya, bagaimana Indonesia?
aku menjawab dengan linangan air mata 

Indonesia sekarang sedang keadaan bertahan hidup
karena kanker korupsi yang terus menjalar di tubuh bangsa 
serangan virus ikut melumpuhkan paru-paru perekonomiannya
menjadikan Indonesia hampir lumpuh terpapah di tangan kita

yang masih berharap kondisi bangsa akan baik-baik saja
jika muda mudi masih mau bersuara mengkritik penguasa
membenarkan arah  jalan mereka yang semakin menyimpang

bila ada yang bertanya, apa kabar Indonesia?
aku terpaksa menjawabnya dengan berduka
Indonesia saat ini hampir sekarat terbaring di hadapan kita
karena dirudapaksa oleh para oknm yang semena-mena
dan segelintir manusia yang menggenggam kekuasaan
karena nurani mereka telah kering ditekan uang dan takhta
sehingga memaksa generasi turun dari pelosok hingga ibu kota
mendesak para penguasa yang tak sejalan Pancasila dan Undang-Undang

kabar Indonesiaku hari ini antara duka dan suka
tapi jangan biarkan Ibu Pertiwi kita sengsara
hapuskanlah segala penjajahan dan penindasan
karena dari rahim tanahnya kita dilahirkan ke dunia
dengan amanat, mandat, air mata dan seluruh tumpah darah
diserahkan oleh Pahlawan kepada penerus bangsa kita
sehingga rakyat merasakan kemerdekaan Negara Indonesia
yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur

2022

SAJAK LEGIUN MAHASISWA MENUJU ISTANA

matahari garang di atas kepala
pada panas tanggal 11 April 2022
langit memberi restu pada mereka
merapatkan barisan bersama 
dengan satu tujuan yang sama
berbondong menuju gerbang istana
mengenakan almamater penuh warna
dengan berbagai yel-yel menggema
serta spanduk bercoretkan kata-kata
terikan memenuhi cakrawala ibu kota

legiun mahasiswa seluruh Indonesia
menyuarakan keresahan rakyat 
mewakilkan kekhawatiran negeri
di antara petugas yang menghadang
meski raga mereka dicegat dan ditahan
tapi suara-suara dari nurani mereka
terus menjangkau batas penghalang
menerobos pagar pembatas besi
menembus tembok-tembok istana

tapi apakah pemimpin mendengarkan
hingga diam dan memilih bungkam
saat di luar suasana saling mencekam
ketika legiun mahasiswa terus menerkam

aksi-aksi demonstrasi meledak
di jalan raya penjuru pertiwi
menuntut penundaan pemilu 
menggagalkan wacana tiga periode
kenaikan minyak goreng dan bahan pokok
serta kenaikan dan kelangkaan harga BBM
karena semua tak searah dengan kehendak rakyat
sehingga legiun mahasiswa turun meminta keadilan

dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara
Bali, Maluku hingga Papua, semua berunjuk rasa pada penguasa
mereka adalah wakil rakyat yang harus didengarkan

sebagai penjaga dan pewaris sah negeri berlambang garuda
berjiwa Pancasila dan berpedoman Undang-Undang Dasar 1945
organisasi mahasiswa ialah pejuang muda demokrasi
penuntut kesejahteraan serta keadilan rakyat
menjunjung kedamaian untuk didengarkan
menyampaikan kebenaran di atas kebaikan
karena nurani mahasiswa adalah pergerakan
demi menuju Indonesia yang sejahtera

matahari makin layu di ubun-ubun
riuh legiun mahasiswa di hadapan istana
pantang mundur  berjiwa pemberani
bergema lantang tanpa henti
tanpa adanya suatu anarki
untuk negeri yang dicintai
Indonesia tumpah darah kami

2022

NEGERI HURU HARA

ada negeri huru hara
setiap kebijakan jadi sengketa
membuat rakyat terasa teraniaya
karena pemimpin dikuasai nafsu semata
hingga merasa berkuasa di atas yang kuasa

pada negeri huru hara
segala hal halal tanpa kenal haram
saling bermain dan balas dendam
bila suara rakyat sudah tak bisa diredam
maka bersiaplah segala cara akan dibungkam
kala yang berani melawan memilih untuk diam

di negeri huru hara ini
peristiwa tak pernah berhenti
silih berganti mengiris hati
manusia kehilangan nurani
hingga kritik jadi memaki
karena keadilan telah mati

2022

REZQIE M. A. ATMANEGARA kelahiran Hulu Sungai Tengah, 5 Juni. Sepilihan Puisi tunggalnya Sesajen (2021) masuk dalam 5 Nominasi Buku Puisi Terbaik Langgam Pustaka Award 2021 dan Diyang (2022). Karyanya banyak memenangi lomba kepenulisan serta termaktub di sejumlah media massa dan antologi bersama dari tingkat lokal, nasional dan internasional. Biografinya dalam buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia (2017) danĀ  Leksikon Penyair Kalimantan Selatan 1930-2020 (2020). Menerima Penghargaan Hadiah Seni (Sastra) dari Walikota Banjarbaru-Kalimantan Selatan (Pemerintah Kota Banjarbaru, 2015). Pembina Sanggar Buluh Marindu-Kalimantan Selatan

Puisi ini diikutsertakan dalam lomba menulis puisi. Silakan kirimkan karyamu!

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *