Puisi Elvin Nuril Firdaus

TAK ADA RASA KANTUK DALAM HIDUP INI

Hidup sungguh enggan memejamkan mata
ketika beberapa kali tampak sebuah peringatan di sepanjang jalan:
“sebentar lagi manusia semakin lihai bertahan hidup”

Langit sungguh mengamini suara di sepanjang jalan:
ibu-ibu menangis melihat kenyataan bahwa hidup mereka
terdiri atas gorengan nasibnya teramat malang;
kendaraan bermotor hanya peduli kepada
majikannya agar lekas tiba di kantor,
ia tidak tahu betapa mahal harga minumannya.

Hidup ini sunggah tidak memiliki rasa kantuk,
ia tidak tahu bahwa dunia semakin gemetar dan
manusia terus memperhatikannya.

Beberapa bulan kemudian, seorang tetua berteriak lantang:
pandemi hendak memperpanjang hidupnya.

Bojonegoro, 07 Mei 2022

Biodata Singkat

Elvin Nuril Firdaus, lebih akrab disapa Elvin. Dia mengaku gemar menulis dan suka mencuri waktu untuk menulis. Dunianya selalu tentang rasa gabut dan bosan.

Puisi ini diikutsertakan dalam lomba menulis puisi. Silakan kirimkan karyamu!

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *