TAK ADA RASA KANTUK DALAM HIDUP INI
Hidup sungguh enggan memejamkan mata
ketika beberapa kali tampak sebuah peringatan di sepanjang jalan:
“sebentar lagi manusia semakin lihai bertahan hidup”
Langit sungguh mengamini suara di sepanjang jalan:
ibu-ibu menangis melihat kenyataan bahwa hidup mereka
terdiri atas gorengan nasibnya teramat malang;
kendaraan bermotor hanya peduli kepada
majikannya agar lekas tiba di kantor,
ia tidak tahu betapa mahal harga minumannya.
Hidup ini sunggah tidak memiliki rasa kantuk,
ia tidak tahu bahwa dunia semakin gemetar dan
manusia terus memperhatikannya.
Beberapa bulan kemudian, seorang tetua berteriak lantang:
pandemi hendak memperpanjang hidupnya.
Bojonegoro, 07 Mei 2022
Biodata Singkat
Elvin Nuril Firdaus, lebih akrab disapa Elvin. Dia mengaku gemar menulis dan suka mencuri waktu untuk menulis. Dunianya selalu tentang rasa gabut dan bosan.
Puisi ini diikutsertakan dalam lomba menulis puisi. Silakan kirimkan karyamu!