Makin Berdikari dengan Mobile Workstation

“Uda, bikinin aku toko dong!”

Begitu ucap istriku. Dia ingin aku turut membantu mengembangkan usahanya dalam perlengkapan busana muslimah. Sudah beberapa tahun ini dia berjualan di berbagai media sosial dan platform belanja online hanya dengan menggunakan ponselnya.

Deeptalk sebelum tidur antara kami berdua memang kerap diisi dengan berbagai rencana di masa depan. Biarlah, meski kebanyakan wacana, membicarakan mimpi-mimpi semacam itu indah rasanya.

Salah satu mimpinya adalah memiliki toko. Tapi kita semua tahu, untuk membuat toko pakaian/butik membutuhkan modal yang tidak sedikit. Mulai dari sewa tempat hingga harus menge-stok barang-barang yang membutuhkan biaya yang banyak.

Etalase Zane. Nama toko kami.

“Biarlah rumah kita jadikan toko, nanti kita pasang spanduk saja di depan rumah,” jawabku.

“Hmm, oke deh. Tapi nanti belikan lemari dan display yang layak ya. Ruang tamu kita sulap jadi muka toko.”

“Iya, sayang. Dan sebaiknya kamu jangan kerja lewat ponsel lagi. Kasihan matamu nanti tambah minus.”

“Lalu?”

“Gimana kalau ganti dengan laptop? Kamu pernah dengar tentang Mobile Workstation?”

“Belum. Apa itu?”

Lebih baik mengembangkan jualan online ke level yang lebih baik, bukan? Tentu saja, untuk bisa bekerja dengan lebih optimal, layar kecil dalam genggaman kurang baik buat kesehatan. Kasihan tatkala melihat dia harus khusuk promosi sambil berkutat dengan huruf-huruf yang sedemikian kecil itu.

Nah, mobile warkstation adalah peranti khusus bisnis. Spesifikasinya yang gahar membuatnya lebih cocok untuk programing misalnya. Namun, mobile workstation ini juga sangat cocok digunakan untuk keperluan desain grafis.

Harganya memang mahal sih, tapi layak untuk spesifikasi yang lebih besar dan komplit, seringkali digunakan untuk ilmiah, desain grafis maupun keperluan lainnya yang prosesnya membutuhkan sumber daya yang mumpuni. Soalnya, komponen prosesor, memori dan hard disk yang dibenamkan pada workstation adalah komponen yang biasa ditemui di server (bukan PC/notebook).

Fungsi yang Ada di Workstation

  • Memproses grafis yang menggunakan software desain grafis seperti Auto CAD, Adobe photoshop dan sebagainya yang membutuhkan spesifikasi yang tinggi.
  • Memproses video atau dalam produksi film yang membutuhkan proses rendering dan sebagainya
  • Monitoring, di mana workstation mendukung lebih dari 1 monitor, sehingga bisa digunakan untuk CCTV, Video Wall, dll
  • Aplikasi lain yang membutuhkan memory, prosesor, hard disk, monitor yang lebih besar daripada menggunakan PC.

“Wow, kamu mau membelikan aku workstation semacam itu?”

“Haha, ya kalau sekarang belum sih. Tapi boleh kan bermimpi….”

Ya, bicara soal mengembangkan usaha, masa depan usaha adalah kelayakan tampil di laman maya. Andai bisa membuat sebuah web online dengan server tersendiri, atau toko pribadi via aplikasi, itulah mimpi besar kami.

Aku membayangkan ingin menghadiahkan istriku sebuah laptop desain terbaik yang mampu memfasilitasi semua beban kerjanya.

Salah satu laptop impian kami.

Bicara jualan online, tentu saja juga bicara marketing online. Ia membutuhkan sebuah laptop berkinerja tinggi yang bisa dipakai untuk membuat desain-desain iklan atau video-video promosinya. Misal dengan Canva atau Wondershare Filmora yang bisa menghasilkan konten-konten ciamik.

Laptop yang lebih ke keperluan mobile workstation itu bisa dibawa ke mana-mana. Jadi kami akan mengkhidmati betul makna flexible working space mengingat salah satu hobi kami adalah traveling.

Meski demikian, sepertinya laptop tersebut perlu dilengkap dengan keberadaan komputer di rumah. Saat mencari informasi tentang workstation tadi, aku tercenung pada PC Workstation HP. Kira-kira 3 tahun yang lalu aku pernah membaca soal HP menjadi yang pertama dalam mengeluarkan PC Workstation HP terkecil di dunia. Namanya HP Z2 Mini. Dengan komitmen yang demikian, aku percaya PC Workstation HP dapat memberikan kinerja tinggi dan ketangguhan dengan inovasi terbaru dan teknologi yang canggih. 

HP Z2 Mini. PC Workstation terkecil di dunia.

“Keren ya, Uda…. kalau bisa mewujudkan hal itu….”

“Iya, kita percaya saya pada Ide Tuhan. Tugas kita bermimpi. Biar nanti Tuhan yang mewujudkannya.”

Dan kami menarik selimut, merayakan dinginnya udara Bogor, sambil memeluk segala mimpi itu.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *