Download Buku Bahasa (Orang) Indonesia

Buku Bahasa (Orang) Indonesia ini adalah buah karya mahasiswa UNNES yang mencoba mengamati rupa-rupa cara berbahasa orang Indonesia. Dieditori oleh linguis ternama, Rahmat Petuguran, buku ini layak jadi bacaan kita semua. Silakan download buku Bahasa (Orang) Indonesia.

download buku bahasa (orang) indonesia

Baca Juga: Sejarah Ejaan Bahasa Indonesia

Memahami Keunikan Bahasa, Menikmati Keragaman Indonesia

oleh Rahmat Petuguran

Selain DNA, identitas paling unik dalam diri manusia mungkin adalah bahasa. Bahasa memiliki aneka fitur yang membuatnya dapat dikenali demikian rupa. Karakteristik bahasa satu orang dengan lainnya yang berbeda menginformasikan begitu banyak hal kepada siapa pun yang
mau mencermatinya. Informasi metabahasa dapat dibaca agar kita bisa mengenali siapa penuturnya dan latar belakang sosial budaya apa yang melatarbelakanginya.

Dalam ilmu sosiolinguistik keunikan-keunikan tersebut sering disebut variasi bahasa. Variasi tersebut dapat ditemukan pada tingkat kelompok (dialek dan sosiolek) sekaligus pada tingkat individu (idiolek). Dengan memahami keunikan bahasa kelompok atau individu kita memiliki kesempatan untuk lebih mengenali mereka.

Kemauan untuk mengenali dan memahami keunikan kelompok atau individu lain sangat penting dalam masyarakat multikultural seperti di Indonesia. Kemauan dan kemampuan itu memungkinkan lahirnya sikap positif seperti rasa hormat dan simpatik. Dari situlah perbedaan dapat dikelola sebagai anugerah yang dapat dinikmati keindahannya.

Buku sederhana ini merupakan upaya menunjukkan kemauan dalam mengenali bahasa orang per orang. Buku ini lahir dari kelas Sosiolinguistik di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang. Salah satu bahan kajian dalam perkuliahan ini adalah variasi bahasa.

Kami menyadari bahasa kesadaran terhadap variasi bahasa bisa menjadi pintu memahami keragaman yang lebih besar yaitu keragaman Indonesia. Niat itulah yang kami wujudkan dengan mempelajari karakter bahasa sejumlah tokoh di Indonesia. Dengan mengenali karakter bahasa mereka, kami berusaha mengenali betapa banyaknya faktor sosial dan budaya yang
berperan membentuk variasi bahasa.

Di dalam buku ini ada 18 tokoh yang dianalisis karakteristik bahasanya. Pilihan tokoh-tokoh ini dipilih sendiri oleh mahasiswa. Tentu tidak mengagetkan kalau pejabat-pejabat publik yang amat populer dan selebritas muncul dalam daftar ini. Bagi mahasiswa, tokoh-tokoh ini memang layak menjadi perhatian mereka. Pilihan itu sangat mungkin terjadi karena tokoh-tokoh ini dekat dengan mereka, akrab melalui layar
kaca.

Kedelepanbelas tokoh itu tentu tidak akan cukup dan memang tidak dimaksudkan untuk menggambarkan variasi bahasa masyarakat seluruh Indonesia. Sebagai sebuah teks, Indonesia adalah teks yang jumlah halamannya tak terhingga. Tentu sangat sulit, jika tidak mau disebut mustahil, untuk membaca keseluruhannya. Namun dengan mengambil 18
tokoh saja, kita bisa lihat bahwa bahasa orang Indonesia demikian bervariasi.

Judul Bahasa (Orang) Indonesia dipilih bukan untuk menggambarkan keseluruhan orang Indonesia. Sebab nyatanya, meski tokoh-tokoh tersebut berasal dari lata berlakang sosial yang berbeda, berasal dari kelompok yang cenderung sama. Misalnya, sebagian besar dari mereka adalah orang Jawa. Dari sisi profesi, mereka adalah orang yang bergelut dalam bidang birokrasi dan industri hiburan. Begitu juga dari sisi usia seluruhnya adalah orang dewasa dan anak-anak muda.

Pilihan-pilihan yang serba terbatas itu tentu dapat dimaklumi. Ingatan kita memang terbatas sehingga cenderung mengingat sesuatu yang dekat dengan kita. Tetapi di sisi lain, kemauan mahasiswa untuk mengamati dan menulis karakteristik bahasa orang lain adalah niat baik. Dengan mengenal tokoh ini lebih dalam, mahasiswa belajar betapa kayanya bahasa Indonesia. Kesadaran tentang banyaknya variasi bahasa semoga dapat memantik sikap positif tentang bervariasinya kebudayaan Indonesia.

Karya sederhana ini tentu memiliki banyak sekali kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan masukan sangat diharapkan. Namun kekurangan itu tidak memupus harapan semoga sbuku ini bermanfaat.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *