Antologi puisi Sesudah Zaman Tuhan ini diinisiasi oleh Anugrah Gio Pratama, penyair muda asal Banjarmasin. Ia berhasil mengumpulkan 47 penyair yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia yang menjadi kumpulan puisi tentang Covid-19. Sesudah Zaman Tuhan diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi para penyair untuk terus berkarya dalam kondisi apa pun, dan semoga dengan buku…
Category: Puisi
Puisi-puisi Chairil Anwar
Hari Puisi Nasional, meskipun ada 2 versi, semuanya mengacu ke Chairil Anwar. Yang lebih dulu dikukuhkan, menyebut 26 Juli, hari kelahiran Chairil Anwar, sebagai Hari Puisi Indonesia. Yayasan Hari Puisi Indonesia yang mengajukannya. Sebaliknya, 28 April, hari kelahiran sang pujangga, belakangan dirayalan pula sebagai Hari Puisi. Kesakralan Chairil Anwar dalam Sejarah Sastra Indonesia memang sudah…
Puisi-puisi Miftahul Farohi
Puisi-puisi Miftahul Farohi, penyair asal Pandeglang, Banten. Hilang Tempat yang bersih nan rapiMenjadi hancur seketika tertiup angin kegelisahan Menerbangkan bayang-bayang hati yang berkecamukBerseteru dengan sebatang pohon kehidupan Membuat detak jantung bersembunyi ketakutanBerlari terbirit-birit tak tahu arah, tidak karuan Suara menggelegar muncul segera dan berseruHei, di manakah kau berada?Ke mana dirimu pergi? Oktober, 2019 Hujan di Malam Februari…
Puisi-puisi Indah Rizqi Dwiyanti
Bersama Ingatan Masa Lalu (Purwokerto, 14 April 2020) Jawablah dengan ingatan masa lalua Pernahkah? Terbesit rasa gundah di hatimu Bayang-bayang akan janji di masa itu Yang saat ini menyisakan tangis pilu Katakanlah dengan ingatan masa lalu Bahwa kau tak akan pernah melihat ke belakang Sekadar melihatku jatuh rapuh dengan isakan Ucapkanlah dengan ingatan masa lalu Bahwa hujan tak berarti apa-apa bagimu Kenangan di kala itu, ikut terhapus seiring derasnya hujan…
Sesudah Membaca “Fragmen: Sajak-sajak Baru” Goenawan Mohamad
Berkat WFH, aku jadi berkesempatan membaca lagi buku sajak Goenawan Mohamad. Judulnya “Fragmen: Sajak-sajak Baru”. Cetakan pertamanya September 2016. Rasanya aku punya dua buah buku ini. Keduanya kubeli dengan harga obral. 10 ribuan. Sedih memang bila melihat nasib buku sastra, apalagi puisi. Nasibnya seringkali berakhir diobral. Di satu sisi, aku senang sih karena mendapatkan buku GM yang sedemikian berharga dengan harga murah. Takut…