Pernah suatu ketika, aku punya harapan menyekolahkan anak ke sekolah internasional. Memikirkan hal itu ada rasa bangga dan nyaman, karena soal pendidikan anak memang kita tidak boleh main-main. Kualitas pendidikan yang terbaik menjadi harapan setiap orang tua dan harapan itu termaktub dalam sekolah internasional. Bahkan bila tak cukup, sang anak akan ditambah jatah les privat sekolah internasional.
Perdebatan soal sekolah anak dengan istri itu berlangsung cukup lama. Di satu sisi, kami mengerti soal kualitas yang dibutuhkan. Ditambah soal pergaulan. Seorang teman pernah berkata, “Jangan pikir sekolah di sekolah bagus itu hanya soal pendidikannya yang bagus. Hal terpenting yang kerap dilupakan adalah soal pergaulannya. Pergaulan itu termasuk investasi lho. Anak-anak yang sekolah di sekolah internasional itu bukan anak-anak orang biasa. Ketika dewasa, itu akan membentuk jaringan buat anakmu.”
Sayangnya di sisi lain, aku sadar bahwa diriku ini hanya PNS. Meski tunjangan kinerja di Kementerian Keuangan tidak kecil, secara logis bakal berat banget buat menyekolahkan anak di sekolah internasional. Ada sih beberapa temanku yang menyekolahkan anaknya di sekolah internasional dengan biaya puluhan juta untuk uang masuk dan SPP tiap bulannya jutaan rupiah. Tapi mereka itu 2 dapur (suami dan istri sama-sama bekerja).
Lalu sebenarnya apa lagi sih istimewanya sekolah internasional? Apa yang membedakannya dengan sekolah biasa?
Sekolah internasional memang memiliki kurikulum yang berbeda dengan sekolah formal lainnya di Indonesia. Sekolah-sekolah internasional di Indonesia umumnya menggunakan Cambridge Curriculum atau The International Baccalaureate. Beberapa SMA internasional juga mendukung kurikulum SAT sebagai persiapan ujian masuk ke perguruan tinggi di negara Amerika Serikat.
Bukan hanya soal gaya hidup, beberapa teman yang keukeuh menyekolahkan anaknya di sekolah internasional itu juga mempertimbangkan soal kurikulum ini. Kurikulum pendidikan di Indonesia kurang mereka percayai. Termasuk juga guru-gurunya.
“Pring, pernahkah kamu berpikir, di kita itu siapa yang masuk Fakultas Keguruan? Di Finlandia itu Pring, guru adalah profesi terhormat dan paling dihargai sehingga mereka yang berada dalam top ranking di sekolah yang pertama kali ditawari sebagai guru. Di kita tidak, Pring. Saya tidak menampik ada yang memang hebat di sana. Tapi sebagian besar, fakultas keguruan itu hanya jadi pilihan kedua. Kamu tahu sendirilah passing grade-nya berapa? Rela kamu diajar oleh guru yang tidak lebih pintar dari orang tuanya sendiri?”
Menggebu-gebu dia bercerita soal itu dan mengharapkan anaknya nanti dipersiapkan untuk sekolah di luar negeri. Karena itulah sejak semula, fokus dan prioritas pengajaran anaknya disesuaikan dengan kurikulum internasional yang ada di sekolah-sekolah internasional itu.
Mengenal Cambridge Curriculum
Cambridge Curriculum adalah kurikulum yang diselenggarakan oleh Cambridge International Examiner atau dikenal sebagai CIE. Cambridge Curriculum ini terbagi menjadi beberapa jenjang. Jenjang pertama adalah primary school years yang berfokus pada subjek matematika, sains, dan english. Jenjang ini setara dengan SD. Jenjang selanjutnya adalah secondary school years terdiri dari banyak subjek yang bisa dipelajari sesuai dengan minat para siswa. Jenjang ini setara dengan SMP. Jenjang berikutnya adalah IGCSE (International Generate Certificate of Secondary Education). Jenjang ini biasanya dipelajari saat SMP kelas 3 dan SMA kelas 1 di mana para siswa mengikuti ujian pada akhir tahun ajaran SMA kelas 1. Terakhir, yakni jenjang AS/A Level (Advanced Subsidiary and Advanced Level) yang dipelajari saat SMA kelas 2 dan kelas 3. Para siswa akan mengikuti ujian di akhir tahun ajaran SMA kelas 3 di mana hasil ujian tersebut dapat dipakai untuk mendaftarkan kuliah ke berbagai perguruan tinggi di seluruh dunia, terutama Eropa dan Asia.
Dalam menghadapi kurikulum tersebut, biasanya para siswa butuh tambahan asupan pelajaran lewat Les Cambridge.
Les Cambridge dari Sinotif Indonesia
Di Sinotif Indonesia, tersedia Les Cambridge yang sifatnya privat maupun semi privat. Pada dasarnya, les ini adalah untuk membantu pemahaman materi dengan banyak melakukan latihan pengerjaan soal dan pekerjaan rumah (PR) yang sulit dan juga persiapan menghadapi tes harian, semesteran maupun kenaikan kelas.
Fokus setiap jenjang berbeda. Untuk primary level 4-6, lesnya hanya belajar matematika. Sedangkan untuk secondary level 7-9, selain matematika juga diajarkan Fisika (sains). Untuk jenjang lanjutan pada high secondary level 9-12, selain matematika dan fisika, juga akan diajarkan Kimia.
Wajarlah, soalnya tiga mata pelajaran tersebut memang kerap menjadi momok anak sekolah. Kalau aku dulu paling lemah di Fisika. Khusus untuk high secondary level, memang mulai dari level 9 umumnya sekolah sudah mengajarkan materi IGCSE supaya siswa siap ikut IGCSE assessment di level 10. Bagi sebagian siswa materi IGCSE ini terbilang cukup menantang sehingga butuh bimbingan tambahan untuk dapat fasih mengerjakan soal demi soal. Dalam latihan, para siswa juga akan dibiasakan menggunakan IGCSE Past papers. Sedangkan untuk jenjang advance, kelas 11-12, les privat ini juga menyelenggarakan persiapan les A Level dan para siswa akan dibiasakan menggunakan A level Past papers untuk latihan.
Mengenal The International Baccalaureate Curriculum
The International Baccalaureate, dikenal sebagai IB, adalah kurikulum yang diselenggarakan oleh The International Baccalaureate Organization. Kurikulum ini dibagi menjadi beberapa jenjang. Jenjang pertama adalah IB PYP (Primary Years Programme) yang bertujuan untuk mengembangkan siswa menjadi anak aktif berpartisipasi melalui pendidikan student-centered. Jenjang ini dimulai dari TK hingga SD. Selanjutnya, jenjang IB MYP (Middle Years Programme) yang mendorong siswa untuk membuat hubungan praktis antara ilmu pengetahuan dan dunia nyata. Jenjang ini setara dengan SMP. Dan terakhir adalah jenjang IBDP (Diploma Programme) yang bertujuan mempersiapkan para siswa untuk menghadapi ujian IB DP. Ujian IBDP ini dapat digunakan untuk mendaftar ke berbagai perguruan tinggi di seluruh dunia, termasuk Ivy League yang merupakan Top 8 Perguruan Tinggi di Amerika Serikat.
Les Pelajaran IB di Sinotif Indonesia
Selain kurikulum Cambridge, dalam penyelenggaran les international school, Sinotif Indonesia juga mengadakan les pelajaran IB mengingat Kurikulum IB (International Baccalaureate) juga sangat banyak diminati. Pasalnya, Hasil ujian sekolah IB (Diploma Programme dan Advanced Placement) dapat diterima langsung di universitas-universitas luar negeri.
Di dalam Les pelajaran IB, metodenya sebenarnya sama saja, dilakukan untuk membantu pemahaman materi melalui latihan pengerjaan soal, pengerjaan PR yang sulit hingga persiapan menghadapi ulangan harian, semesteran dan kenaikan kelas. Mata pelajaran yang diajarkan juga seputar matematika, fisika, dan kimia. Untuk les primary level 4-6 hanya matematika saja, les standard level 7-9 diajarkan matematika dan fisika (sains) dan les high level 10-12 diajarkan matematika, fisika, dan kimia.
Pada Persiapan Diploma Programme Standard Level dan Diploma Programme High Level, siswa akan dipersiapkan lebih ketat mulai dari pemahaman materi, latihan soal hingga persiapan test. Past papers disediakan untuk latihan siswa agar terasa seperti simulasi menghadapi ujian sesungguhnya.
Tentang Sinotif Indonesia
Buat kamu yang belum tahu, SINOTIF Indonesia bergerak di bisnis pendidikan yang mengkhususkan diri sebagai spesialis pelajaran eksakta. Dengan semangat inovatifnya yang agresif dan etis, SINOTIF akan selalu terpacu mencari metode dan teknik pembelajaran yang lebih visual, fun dan membuatnya mudah dipelajari tanpa mengurangi kualitas kedalaman materi pelajaran itu sendiri.
Bimbingan belajar (bimbel) online Sinotif Indonesia dilakukan secara live dan interaktif, tatap muka 2 arah secara online, di mana guru dan siswa aktif dalam proses belajar mengajar. Menggunakan Sinotif Learning Method, Sinotif mengembangkan cara pengajaran online yang disukai oleh siswa karena rasa dan kualitas pengajaran sama dengan belajar offline.
Kelebihannya antara lain:
- Menggunakan Sinotif Learning Method yang sistematis dan fokus pada kebutuhan siswa, tuntutan sekolahnya dan target belajar yang ingin dicapai.
- Cocok untuk anak milenial
- Orang tua hemat waktu, tidak perlu mengantar di tengah kemacetan
- Siswa hemat waktu, bisa les yang lain atau melakukan tugas yang lain.
- Efektif fokus pada pembelajaran.
Nah, seperti itulah kurikulum yang ada di sekolah internasional dan bagaimana metode les privat sekolah internasional. Barangkali bapak-ibu yang punya kemampuan materi dan anak-anaknya punya passion dalam bidang akademis, akan cocok sekali menyekolahkan anak-anaknya di sekolah internasional lalu memberikan les privat tersebut. Kalau aku pribadi sih nggak bisa membayangkan diriku yang kini lebih ke art harus dijejalkan materi fisika, kimia, dan matematika terus-terusan. Apalagi zaman telah berubah dan value seseorang itu semakin beragam. Semakin banyak pilihan cara kita untuk berprestasi.
Ah, yuk lah, buat yang sudah punya anak-anak yang bersekolah di international school, ikutkan juga di les privat sekolah internasional bersama Sinotif, biar makin baik pendidikannya dan mencapai apa yang diimpikan.