Curug Bidadari Ciasihan

Merenung di Curug Bidadari Ciasihan, Kab. Bogor

Berjalanlah terus dari Curug Kiara, kamu akan menemukan Curug Bidadari. Karena saking banyaknya nama curug yang menggunakan nama Bidadari, maka curug ini kita sebut saja Curug Bidadari Ciasihan, Kab. Bogor.



Dinamakan demikian, karena curug ini menjadi pangkal dari lengkungan pelangi. Konon, masyarakat desa penasaran ada di mana ujung dan pangkal pelangi yang hadir di Ciasihan. Mereka mengikuti bias titik air oleh cahaya tersebut dan menemukan sebuah curug. Karena dipercaya, pelangi adalah jembatan bidadari turun dari kayangan, dinamakanlah curug tersebut sebagai Curug Bidadari. Barangkali ada bidadari yang mandi di sana.

Letaknya tidak jauh dari Curug Kiara. Setelah menyeberangi jembatan di atas Curug Kiara, kita tinggal menaiki sebuah bukit lagi. Sampai ketemu pertigaan, kita belok ke kiri. Bila lurus kita akan bertemu Curug Batu Ampar. Nah, Curug Bidadari berada di paling ujung setelah Curug Susun.Curug Bidadari Ciasihan

Di sana, aku duduk di sebatang kayu yang patah, memandangi air jatuh dan merenung. Sejak kasus plagiarisme Afi Nihaya Faradisa, aku baru mengenal takut. Tidak menyangka tulisanku yang membongkar skandal itu menjadi seviral itu dan mendapat serangan sedemikian rupa yang bisa jadi berefek ke keluarga. Sejak itu pula, aku tidak seberani sebelumnya. Menjadi lebih moderat dalam menyuarakan pendapat. Berhati-hati sekali dan tidak ingin menjadi perhatian orang lain.
Curug Bidadari Ciasihan
Lama baru kusadari, selain menulis, seorang penulis seharusnya tidak mengenal rasa takut saat menyuarakan ketertindasan. Seorang penulis adalah David, meski harus melawan Goliath. Dengan begitu, jalan pena akan terus ada.

Bukan aku berpikir, lantas aku menulis. Tapi aku berani, maka aku menulis.

Comments

comments

One thought on “Merenung di Curug Bidadari Ciasihan, Kab. Bogor”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *