Defisit di Tengah Pandemi

Tulisan “Defisit di Tengah Pandemi” ini tayang perdana di Asumsi, 30 April 2020 dengan judul “Jangan Takut Negara Berutang, Asalkan Tepat Sasaran“. Banyak orang bertanya apakah negara tidak punya cukup uang untuk melakukan karantina wilayah atau lockdown? Publik pun mendesak pemerintah untuk melakukan realokasi anggaran yang dianggap tidak mendesak seperti anggaran pemindahan ibu kota, proyek infrastruktur…

Angan-angan dan Kenyataan Pertumbuhan Ekonomi

Cita-cita pertumbuhan ekonomi 7% yang didengungkan Presiden Jokowi di awal pemerintahan tampaknya telah jadi┬ápanggang yang jauh dari api. Tanpa perlu jauh-jauh menengok ketidakpastian global yang dipicu oleh perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina, usaha menggeret fiskal ke sisi produksi pun belum begitu menampakkan hasil. Asumsi pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 5,3% pun diyakini tidak…

Mencermati Defisit Anggaran

Defisit Anggaran dalam APBN 2018 adalah sebesar Rp325,9 triliun. Sedangkan realisasinya, defisit anggaran kita disebut yang paling kecil dalam beberapa tahun, yakni sebesar Rp259,9 triliun. Apakah ini betul sebuah prestasi? Di satu sisi, iya. Artinya, realisasi pendapatan cukup baik sehingga selisih dengan belanja menjadi lebih sedikit. Namun, yang perlu dicermati adalah, defisit anggaran berkorelasi positif…

Omong Kosong “Menteri Pencetak Utang”

Pembahasan tentang utang masih menjadi tema yang menarik. Yang terbaru, ucapan Prabowo yang menyebut kondisi perekonomian Indonesia sudah carut marut seiring bertambahnya utang luar negeri hingga menyebut Menteri Keuangan sebagai Menteri Pencetak Utang. Sontak saja, hal itu menimbulkan reaksi dari Kementerian Keuangan. Kepala Biro Kehumasan dan Layanan Informasi (KLI) Nufransa Wira Sakti langsung menanggapi hal…

Manajemen Utang demi Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Baik

Utang selalu memicu pro dan kontra. Yang pro utang berpendapat bahwa utang bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi. Bagi yang kontra, utang dianggap sebagai beban negara yang bahkan dapat memengaruhi kedaulatan bangsa. Kedua pendapat harus dipandang secara proporsional untuk melihat utang dengan adil dan cermat, bagaimana pengelolaan utang yang ideal, dan bagaimana batas-batas yang harus diperhatikan dalam…

1 2 3